Percik Hati

Bertumbuh untuk Dipanen

 

Pak Petani menyebar benih di sawah dengan harapan agar dapat memanen padi di waktunya. Namun, pekerjaan bertani itu bukanlah hal yang sederhana, ada banyak tahapan yang harus dilalui oleh si Pak Petani. Mulai dari memberikan pupuk, menyiangi rumput, mengairi sawah, menyemprot hama dan memastikan padi tumbuh dengan baik dan sempurna.  Tahapan demi tahapan yang wajib dilalui untuk kelak bisa memanen dengan rasa puas. Pak Petani telah mengajarkan kita untuk mencintai proses. Memilih untuk menikmati proses demi proses agar bisa memanen padi sawah di waktunya.  Ia menikmati proses tumbuh padi agar kelak bisa dipanen dan bermanfaat untuk kita.

Begitu juga dengan diri kita sendiri. Kita sering bercita-cita agar dapat bermanfaat untuk orang banyak. Tapi kebanyakan kita  lupa untuk mencintai proses seperti cintanya Pak Petani menunggu padinya untuk tumbuh. Kita terlupa untuk mencintai proses demi proses, proses untuk terus bertumbuh agar kelak nanti bisa bermanfaat bagi orang banyak. Sebenarnya harapan untuk bermanfaat tak perlu muluk-muluk, yang penting dan utama harus bisa bermanfaat untuk keluarga kita sendiri, tidak menambah atau menjadi beban keluarga. Bermanfaat untuk orang banyak hanya menjadi bonusnya saja.

Agar harapan menjadi bermanfaat untuk orang lain terpenuhi, kita perlu mencintai nikmatnya sebuah proses. Seperti layaknya sedang menanam padi agar bisa dipanen, kita memerlukan ‘pupuk’ (berupa ilmu dan skill), menyiangi ‘rumput’ (memilah milih teman yang membangun atau memberi pengaruh negatif), mengairi sawah (mengikuti seminar-seminar dan memperoleh informasi terbaru), menyemprot hama (say good bye to the negatif thinking and negative people), dan memastikan diri kita on the right track dan terus meningkatkan potensi diri. Dan akan tiba saat dimana diri kita sadar (atau terkadang disadarkan orang lain) bahwa kita memiliki ‘sesuatu’ yang bisa dibagikan untuk orang banyak.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bertumbuh, menurut saya ada tiga cara yang bisa saya (kita) lakukan untuk dapat menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain :

1. Banyak belajar agar mampu mengajar

Mengajarkan ilmu yang kita miliki  menurut saya adalah hal paling mudah dilakukan agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Ilmu yang kita bagi bisa saja ilmu  yang kita dapat di sekolah,  atau materi yang disampaikan oleh dosen di tempat kuliah, atau tentang hal apa saja. Dalam kehidupan, kita banyak menyerap ilmu. Jika ada yang bertanya mengenai hal yang serupa tentu saja kita bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Mungkin juga ada yang menyatakan, bahwa ia memiliki kekurangan kemampuan verbal (bahasa) sehingga sulit menyampaikan ilmu yang dimiliki. Jika temen-temen mengalaminya, menyampaikannya lewat tulisan akan menjadikan hal tersebut menjadi lebih mudah. Jika belum dipahami, si penanya tinggal menanyakannya dan kita gak perlu ilmu bahasa setinggi apapun untuk menjawab hal yang sudah akrab dengan kita. Mudah bukan? 🙂
2. Banyak membaca agar mampu menulis

Banyak ilmu yang kita dapat dari membaca. Membaca menjadi bahan bakar tulisan untuk siapapun yang ingin menulis. Untuk menuliskan apapun, setidaknya kita perlu membaca baik sedikit atau banyak dari referensi manapun. Kuncinya adalah membaca. Jika syarat pertama ini terpenuhi, maka temen-temen akan lulus untuk menuliskan apapun.  Naah, menuangkan apa yang temen-temen baca lewat tulisan menjadi salah satu cara untuk mengabadikan ilmu yang tentunya akan bermanfaat untuk orang lain yang membaca.
3. Banyak bekerja agar mampu berbagi

Kita memang diperintahkan untuk menjadi orang kaya, dengan tujuan agar kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat.  Salah satu cara untuk bisa memperoleh materi, Tuhan mewajibkan kita untuk bekerja. Selain untuk bisa memenuhi keperluan diri, kita juga dapat berbuat lebih banyak kepada orang lain. Percaya deh.. jika ingin bermanfaat untuk orang lain, kamu harus memastikan bahwa kamu bisa menyelesaikan masalah sendiri, baru bisa ambil peran dalam kehidupan orang lain. Jika sudah selesai dengan urusan sendiri, keluarlah dari dirimu, dan berbagilah lebih banyak, berbuatlah lebih banyak. Namun, kita tak perlu menunggu kaya seperti ukuran kekayaan kaum jetset itu, agar merasa bisa berbagi. Bisa bernafas, fisik sehat dan pikiran sehat, itu sudah menjadi modal yang cukup banyak untuk bisa berbagi. Sebelum melakukannya, jangan percaya dulu ya? He..

So, kamu sedang’ bertumbuh’ atau ‘menunggu dipanen’?
Aahh apapun itu, mari segera berbagi teman 🙂

 

Tulisan ini diikutsertakan untuk 10 Hari Dari Blogger untuk Hari Pahlawan

4 thoughts on “Bertumbuh untuk Dipanen

  1. wah benar sekali, terkdang suka lupa pengen jd penulis tapi kurang baca, hahaha… semacam mimpi yang sulit diraih jadinya, hehe…yuk ah membaca biar bisa jadi penulis ‘beneran’ 🙂 thanks for the share

    1. alhamdulilllaahh kalo masih bisa menebar benih mba Mel, insy nanti tinggal tunggu dipanen :), di sela-sela kerjaan pasti bisa nulis dan baca mba Mel, Semangaat mba Mel 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *