Udah ngikutin cerita jelajah bea cukai dari awal kan temans, kalo belum, bisa baca postingan sebelumnya di sini ya, monggooo… 🙂

“Jangan jadi Si Baik Hati jika berada di bandara”, itu yang harus diingat oleh setiap penumpang yang berada di bandara. Betapa banyak orang yang terjebak karena barang yang dititipkan oleh orang lain. Itulah pesan singkat namun padat makna yang disampaikan pihak staf bea cukai kepada kita semua. Banyak penipuan dengan memanfaatkan itikad baik dari para penumpang lain untuk disalahgunakan. So, berhati-hati ya kalo dititipin barang di bandara.

Sebagai garda pintu masuk barang masuk dari luar negri, ada saja pihak yang pengen mencoba peruntungan kali-kali aja  lolos lewat pintu pemeriksaan. Selama tahun 2014 ini, bea cukai Soetta telah berhasil melakukan penindakan dan pencegahan terhadap penyeludupan berbagai jenis narkoba seperti : ganja, happy five, ketamine, hasis, methamphetamine dll. Namanya serem-serem ya, tau nulis doang, liatnya saja alhamdulillah belum pernah 🙂

Penyeludupan lewat kargo (gudang) ditemukan sebanyak 35 kasus. Modus yang dilakukan dalam penyeludupan itu juga macam-macam. Mulai dari disembunyikan di blok mesin dan baut, dalam produk farmasi, dalam alat pijat elektronik, dalam tutup parfum, dalam lilin, dalam mainan anak, dalam sandal, dalam patung, dalam hair dryer, dalam amplop, dan masih banyak lainnya. Hadeuuhhh, ada ada aja.. Ngeriiii euy…

Sedangkan penyeludupan yang dibawa oleh penumpang ditemukan sebanyak 44 kasus. Modusnya itu disimpan dalam bentuk kosmetik, dalam dinding koper, dalam underwear yang dipakai, ditelan, dilekatkan di badan, dalam saku, atau bahkan ditemukan dalam gagang travel. Hadeuuuhhh niat banget daaahhh.

5 tersangka penyeludupan saat press conference

 

Saat press conference kemarin, bea cukai Soetta mengumumkan penggagalan tujuh kasus upaya penyeludupan narkotika dari jenis shabu, dan ekstrak mariyuana. Modusnya mulai dari disembunyikan dalam dinding travel bag, diselipkan dibagian atas celana dalam yang sedang dipakai, disembunyikan dalam bentuk lilin, sampai disimpan dalam bentuk cairan bening dalam bentuk arak.  Tersangka dari WNI sendiri berjumlah 62 orang. Sedangkan tersangka yang berasal dari warga negara asing berasal dari Cina, Hongkong, Malaysia, Thailand, Nigeria, Taiwan, Kenya, Uganda, Vietnam, Denmark, Afrika selatan, Iran, sampai dari Jerman. Jika dinominalkan barang seludupan tersebut berkisar 158 milyar. Wihhh, jadi pada ijo kan matanya, hehehe. Ancaman pidana penjara untuk tersangka dengan tuduhan tersebut adalah paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Saat blogger sibuk menikmati press conference

Saat blogger sibuk menikmati press conference

*Jujur pas saat press conference ini, kaki saya lemes, berasa serem banget berada diantara dengan tersangka penyeludupan narkoba saat itu.

Naahh, pertanyaan yang ada di benak saya dan temen blogger lainnya adalah, Mengapa paket barang yang dilarang bisa lolos dari negara lain tetapi bisa tertangkap di bandara Indonesia ?. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa negara yang merupakan  jalur segitiga emas,  (nama negaranya gak usah disebutin disini ya, nanti khawatir disalahgunakan hehe) memiliki peraturan di negaranya sendiri, bahwa setiap barang yang keluar  prosesnya dipercepat, jadi aturan tersebut sangat longgar sehingga bisa saja lolos dari negara asal tetapi tertangkap di negara yang peraturannya ketat, misalnya di Indonesia. Begitu dah ceritanya.

Selain memanfaatkan teknologi scanning x-ray dan keilmuan khusus untuk mengenali si penyeludup, petugas bea cukai juga memanfaatkan anjing sebagai alat bantu pendeteksi barang terlarang. Petugas khusus tersebut dog handler. Anjing-anjing tersebut sudah lulus dari sekolah khusus untuk bisa dipakai membantu pekerjaan dari tugas pengawasan bea cukai. Hebat kaan anjing-anjingnya :).

satria anjing bea cukai

satria anjing bea cukai

Masih ada satu tempat lagi yang dikunjungi blogger lho, baca postingan selanjutnya di sini ya 🙂

 

Related Post