Postingan ini akan melanjutkan cerita blogger jelajahi bea cukai sebelumnya di sini.  Setelah ikut merasakan suasana press confrence di bandara Soetta, seluruh blogger dibawa (bukan diangkut hehe) oleh bis bea cukai menuju lokasi tour selanjutnya. Blogger diajak  mengunjungi salah satu mitra bea cukai yaitu kantor pos bandara udara Soekarno Hatta (Soetta).

Tadaa… sampe juga di Kantor Pos Udara

Pada kesempatan ini, blogger belajar tentang sistem penerimaan dan pengiriman barang di ‘kantor proses’ (sebutan untuk kantor pos bandara Soetta) baik domestik atau luar negri.  Di kantor proses ini, semua paket barang yang akan dikirimkan keluar negri atau diterima dari luar negri  diproses kelengkapan dokumennya dan kesesuaiannya.

Pak Ahmad memberikan informasi tentang Kantor Pos Udara

Yang menjadi perhatian utama untuk bisa lolos menerima kiriman barang dari luar negri melalui  kantor proses adalah dua hal ini, yaitu:

Dari sisi kelengkapan dokumen, seluruh paket barang yang akan dikirimkan atau diterima harus memenuhi syarat-syarat kelengkapan dokumen izin masuk. Misalnya: untuk produk makanan yang akan dikirim ke luar negri. Paket makanan ini harus memiliki izin dokumen dari pihak BPPOM, selaku badan  pengawas makanan di Indonesia. Atau contoh lain : untuk produk pertanian seperti buah atau sayur yang akan dikirim ke luar negri harus mengantongi surat izin dokumen dari pihak Kementrian Pertanian. Surat izin tersebut merupakan surat yang menyatakan bahwa produk tersebut memenuhi kriteria untuk pasar negara tujuan.

Dari sisi kesesuaian,  seluruh paket barang yang diterima dari luar negri pastinya memiliki surat kelengkapan dokumen, dan isi pernyataan yang ada di form surat, seluruh nilainya harus persis sama dengan kondisi real paket barang. Misalnya: di form surat tertulis berat paket adalah 10 kg, sedangkan kondisi real-nya bisa menjadi  sekitar 9 kg atau 11 kg, (berat paket bisa kurang atau lebih dari nilai berat yang tertulis di form). Jika terjadi ketidaksesuaian, maka akan dikenakan biaya yang harus dibayarkan oleh si penerima paket barang.

Sistem pengecekan kesesuaian secara digital dengan menggunakan teknologi  belum diterapkan dalam proses kerja di kantor pos. Masih digunakan secara manual mengandalkan bukti hard copy (dokumen berupa kertas)  yang menempel secara tertulis di paket barang.  Sistem proses kerja hard copy ini juga masih diterapkan oleh negara-negara besar seperti Negri Paman Sam, Amerika dan Singapura.

Paket barang yang diterima dan di proses di kantor proses Soetta, salah satunya adalah paket barang  EMS.  Jadi disini akan lebih banyak cerita tentang paket barang yang satu ini ya :). Paket layanan lainnya seperti pos express, surat biasa, dan parsel akan diteruskan ke kantor pos Pasar Baru, jadi saya gak tau banyak tentang prosesnya disana :).

Alur proses penerimaan barang hingga sampai ke kantor proses untuk paket barang dengan logo EMS adalah :
1. Barang datang dari luar negri
2. Masuk ke gudang TPS (tempat Penyimpanan Sementara)
3. Pihak staf distribusi kantor proses mengambil dari gudang TPS
4. Masing-masing paket barang diberi kantong plastik warna oranye bertuliskan EMS yang menandakan paket barang untuk kantor proses

Paket barang dalam kantong oranye

Paket barang dalam kantong oranye

5. Kemudian paket barang tersebut dilakukan scanning x-ray

scanning x-ray

6. Jika paket barang aman OK (tidak membahayakan), baru masuk proses selanjutnya
7. Staf distribusi kantor proses mengadakan serah terima barang dengan pihak staf EMS di kantor proses
8. Selanjutnya, kantong plastik oranye paket barang akan dibuka untuk melakukan pemeriksaan fisik dihadapan petugas bea cukai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis) yang berlaku
9. Paket barang yang bukan untuk daerah Jakarta akan dilanjutkan pengirimannya ke seluruh kantor pos tujuan di seluruh Indonesia
10. Untuk paket barang wilayah Jakarta, paket barang akan dibongkar terlebih dahulu untuk memastikan isi paket barang sesuai dengan form isian

Paket barang yang sudah selesai di bongkar

Paket barang yang sudah selesai di bongkar

11. Setelah selesai, petugas pos kembali membungkus paket barang, sedangkan petugas bea cukai menetapkan pos tarif dan nilai pabean atau ketentuan teknis lainnya
12. Pos udara mengirimkan surat penyelesaian proses dari bea cukai untuk si penerima paket barang

Paket barang di rapikan kembali untuk diberikan ke penerima

Paket barang di rapikan kembali untuk diberikan ke penerima

13. Setelah proses penghitungan biaya barang selesai, penerima barang akan menerima surat pengambilan barang dari pihak kantor proses Soetta
14. Penerima barang akan mengambil sendiri paket barang yang diterimanya di kantor proses bandara Soetta

Barang yang dilarang untuk dikirim dari dan ke luar negri seperti bahan peledak, bahan narkotika, korek api, batere, dan cairan dideteksi melalui scanning x-ray saat barang masuk ke kantor proses. Jika terdeteksi ada, paket barang tersebut akan dikembalikan ke kantor pos asal dan selanjutnya akan dikembalikan sampai ke tangan si pengirim.

Untuk mengetahui info lebih lanjut tentang keunggulan produk EMS kantor pos Indonesia  bisa dilihat di sini, sedangkan untuk sahabat yang ingin mengirimkan barang ke luar negri, informasi tarif biaya yang akan dikenakan dapat dilihat di sini.

Kunjungan blogger bea cukai selesai sodara :)

Kunjungan blogger bea cukai selesai sodara 🙂

 

Selamat ber-POS ria lewat bandara sahabat 🙂

Tour blogger ke bea cukai  selanjutnya ada  di sini ya, pantengin terus ya 🙂