Percik Hati

Nikmatnya Diomongin Orang Lain

Tidak ada salahnya mendengar omongan orang, jika omongan tersebut merupakanย  kritik membangun, jika omongan tersebut baik untuk memperbaiki diri, jika omongan tersebut menjadi penyemangat diri. Namun, kalo yang diomongin itu nyakitin hati banget, apa harus di dengerin juga?

Seneng gak diomongin, kalo gak senang, jangan ngomongin orang. Itu, hukum yang pasti.

Kalo kamu gak pengen diomongin orang lain, mulailah dari diri sendiri, jangan ngomongin orang juga.

Satu kesyukuran buat kita adalah, bahwa malaikat tidak akan mencatat satu dosa jika ucapan kita ngomongin orang belum keluar dari mulut kita.ย  Kalo belum keluar dalam bentuk ucapan, tidak akan jadi satu dosa. Naah, kalo pengen ngomongin orang lain, tahan di hati aja ya :), jangan sampai kedengeran sama toko atau orang sebelah ๐Ÿ™‚

Bahkan makanan sekalipun tidak boleh diomongin. Rasul memberi contoh begitu. Gak enaklah , gak inilah, gak itulah, bekap aja tuh mulut pake tangan, trus sambil elus dada, hehe, ini becanda ya :). Makanan ja gak boleh diomongin apalagiย  ngomongin orang yang punya hati. #selftalk

Kita hidup bersama orang lain, baik butuh atau tidak, baik suka atau tidak, sodara atau bukan, asyik atau gak asyik. Jadii…, kita tidak bisa terlepas dari komentar orang lain. Hidup itu justru lebih seru kalo ada orang lain kan. Kalo gak ada, pasti sepi, pasti hampa. Ya kan? Dan percayalah, bahwa apapun yang kita lakuin, pasti kena omongan. Melakukan hal positif, dapat omongan.ย  Melakukan hal negatif, apalagi. Pasti makin rame diomonginnya. Ingat nasehat bahwa kita tidak bisa membuat semua orang suka terhadap kita, pasti akan ada saja orang yang tidak suka. Jadi, santai saja jika ada yang ngomongin. ๐Ÿ™‚

Mengingat hal diomongin dan ngomongin orang, teringat sebuah kisah abadi, dalam surah Lukman, Kisah Lukman dan anaknya yang sedang dalam perjalanan. Hari dimana Lukman dan anaknya memasuki pasar dengan dengan menaiki seekor keledai. Saat sang ayah menaiki keledai, dan anaknya mengikutinya di belakang, orang sekitar berkata “Lihat orang tua itu, egois sekali, anaknya sendiri dibiarkan berjalan kaki”. Setelah mendengarkan kata-kata tersebut, si ayah turun, dan meminta anaknya yang menaiki keledai dan si ayah mengikutinya dari belakang. Melihat hal tersebut, orang sekitar lalu berkata, “Lihat betapa egois si anak tersebut, membiarkan ayahnya berjalan mengikutinya sedangkan ia dengan enaknya naik keledai. Mendengar kata-kata tersebut, Lukman dan anaknya naik secara bersama-sama, menunggangi keledai. Dan lagi-lagi, orang-orang memberi komentar, “Lihat ayah dan anak itu, betapa tega mereka menunggangi si keledai yang kurus, benar-benar tidak menyayangi binatang”. Mendengar hal tersebut, si ayah dan anak turun dari keledai, dan berdua memanggul si keledaiย  hingga pulang. Dan.. masih orang – orang berkata, “Alangkah bodohnya dua orang tersebut,ย  keledai itu ya untuk dinaiki, bukan dipanggul kayak begitu”.

sumber disini

 

See, selalu ada saja bahan yang akan jadi buah bibir atau bahan komentar orang lain.

Trus, bagaimana sikap kita kalo kita diomongin orang?

1. Jika diomongin orang lain, balaslah dengan diam atau balaslah dengan perkataan yang baik. “Barang siapa yang mengaku dirinya beriman, maka berkatalah yang baik, atau sekalian diam saja.” Jika kamu membalas apa yang diomongin orang lain, apa bedanya kita dengan yang ngomongin. ๐Ÿ™‚

2. Kita lihat dulu, siapa yang ngomongin kita. Jika memang orang tua, guru, atau orang bijak. Berkacalah.. Jika baik, ambil yang positifnya, dan lakukan perubahan.

3. Terkadang, diomongin orang itu salah satu bentuk ujian. Jadi, bersyukurlah karena masih diberi ujian. Itu salah satu tanda kasih sayang Tuhan. Jika ada yang ngomongin, bersyukurlah, karena pahalanya orang yang ngomongin akan berpindah ke kantong pahala kita.

4. Jika omongan itu tidak baik, abaikan saja. Selesai perkara :). Balaslah omongan orang lain itu dengan kebaikan. Balaslah bara api dengan lautan air, bukan dengan bara api.

Bagi orang yang menyandarkan setiap kegiatan semata-mata karena Alloh, maka dia akan tidak terpengaruh pada omongin orang lain. Semoga Tuhan yang mencukupkan balasan.

 

#Islam Itu Indah,ย  Episode 5 November 2014

Related Post

27 thoughts on “Nikmatnya Diomongin Orang Lain

  1. Baru tahu engga boleh ngomongin makanan, subhanallah, jadi tahu, prilaku kitapun harus ramah sama benda lain. Keren. Oh, ya, katanya kalau kita sering ngomongin orang, ini bisa menghambat kita dalam mencapai mimpi/cita-cita juga, lho.

    1. hehe, iya gak boleh mak, tp kadang suka lupa juga sich :).. yup bnerrr, kita harus ridho dgn pencapaian org lain, insy dengan sendirinya itu akan balik k qt juga ๐Ÿ™‚

  2. diam adalah emas..
    tapi jujur ketika diomongin orang tuh rasanya hati panas…tapi gmana lagi kalau pas ngomonginnya jelek ya biarkan aja…tapi dari itu juga bisa jadi bahan untuk introspeksi diri.

  3. Salah satu keuntungan orang yg tdk bisa masak spt saya adalah tidak pernah membicarakan tentang makanan. Semua makanan itu enak (dan ENAK BANGET kalau ditraktir hehehee..)… becanda dikit mak ๐Ÿ˜‰
    Bener banget nih, apapun yg kita lakukan tetep aja akan mengundang komentar. Klo mau komentar balik ya gak selesai2 ya jadinya. Positif thinking aja. Thks for share yaaaa…

    1. bener mak, walo saya dl pernah suka dengerin kalo dinyinyirin, ampe difikirn ke ati bgt n berhari-hari, berasa nyiksa diri ternyata. insy skrg mulai positif thinking aja deh ๐Ÿ™‚

  4. wah, tips yang manjur tuh, memang kadang suka sakit hati ya kalau diomongin yang tak benar tapi lebih jelek lagi kalau kiat juga membalasnya artimya kita sama dengan orang yang membicarakan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *