Setelah baca lika liku postingan yang pertama di sini, saya tiba dengan selamat sentosa di Mesjid UI bukan di Balai Sidang yang ada di pengumuman poster. Ambil nafas sejenak, bayar tiket masuk, dan alhamdulillaah dapat goodybag dan snack. *ini mau makan atau mau dengerin seminar ya :). Saya duduk manis di pojokan, haha bukan, di shaf belakang, duduk sebarisan bareng ibu dengan dua anak, satu lagi sudah tertidur nyenyak, dan yang satunya lagi aktif-aktifnya. Kasih kabar ke sohib, kalo saya sudah sampai di tempat, tanpa maksud untuk mengajaknya duduk bareng di belakang. Note book, pulpen, handphone saya keluarkan dari tas. Menyatu dengan yang lain terkesima dengan acara.

Alhamdulillaah Bunda Helvy baru saja dipanggil ke depan untuk memulai sesi. Berarti saya gak ketinggalan ya temans. Berbalut kostum ungu, dengan blazernya yang ciamik *naksir euy hehe membuka  dengan salam dan takbir. Karena balasan pesertanya lemes, gak pake setengah hati, atau malu-malu kali ya. Bunda mengulangnya dengan seruan, “Menjadi perempuan itu harus kuat, harus tangguh, Ada Tuhan yang Maha besar yang memberi ketangguhan. Jadi pas ngomong takbir juga harus yakin dan kenceng”. Peserta jadi panas sendiri kayaknya, seruan takbir yang kedua lebih kuat dan lebih bertenaga. Hmm, baru mulai aja udah nyentil-nyentil yah. hehe. Maksudnya nyentil saya kok 🙂

Mengenal sedikit tentang Bunda Helvy (bagi yang belum akrab). Beliau adalah penggagas Forum Lingkar Pena (FLP). FLP adalah organisasi penulis terbesar di dunia. FLP  memiliki anggota aktif yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa di luar negri. Komunitas ini dibentuk di tahun 1997.  FLP terbentuk karena Bunda Helvy ingin belajar menulis namun memiliki keterbatasan biaya untuk masuk sanggar. FLP terus berkembang hingga saat ini dengan jumlah anggota yang terus berkembang.

Catatan saya tentang inspirasi Bunda Helvy, saya sampaikan dalam bentuk poin-poin ya, semoga berkenan 🙂

#Setiap orang itu, khususnya muslimah, memiliki potensi sendiri-sendiri.  Namun memang terkadang, kita tidak tau potensi apa yang tersimpan di dalam diri kita sendiri. Jadii.. agar bisa tau potensi diri, kita bisa tanyakan pada orang-orang terdekat kita. Atau cara lain adalah ikutlah bergabung dengan berbagi komunitas. Bisa jadi komunitas itu beragam diawal, lalu sadari komunitas mana yang kita enjoy banget di dalamnya, biasanya potensi kita gak jauh-jauh dari tema komunitas itu.

#Tiada cara untuk menjadi penulis selain dengan “Sering Menulis”. Catet! #selftalk 🙂

#Kalo semangat turun itu bagaimana bun?, tanya salah satu peserta. Jangankan semangat, iman saja naik turun. Jadi itu normal-normal saja, carilah cara sendiri untuk meningkatkan semangatmu lagi. Saat semangat jangan tarsok tarsok (baca: entar besok), tapi langsung realisasikan keinginan Anda, Menulislah.

#Bunda Helvy punya kebiasaan suka bercermin. Saat bercermin beliau bertanya pada diri sendiri atau memotivasi diri. Bertanya pada diri sendiri, Apakah sudah berbuat baik hari ini?, Apakah sudah menjadi teladan hari ini?. Kalo saya ngaca, hmm, kerudungnya udah bener belom ya, hmm, good point bunda, thumbs up dah.

#Perempuan dalam tahapan kehidupannya memiliki berbagai peran, (yang pertama) sebagai seorang putri/anak, jadilah anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua  yang membawa keluarga menuju surgaNYA, dan saat mencari calon suami, carilah calon pendamping yang mendukung impian kita, it’s a must  (yang kedua) ketika menjadi seorang istri, jadilah istri yang menyediakan surga bagi suami, dan (yang ketiga), ketika menjadi ibu, jadilah ibu yang menyediakan surga bagi anak-anaknya.

#Menulis adalah perkara mencatat apa yang ingin kamu sampaikan. Sederhananya, seperti kita ngomong dengan orang lain, menulis adalah ngomong tapi lewat tulisan. Dan agar kamu tidak sulit dalam menulis, tulislah apa yang dekat denganmu, apa yang kamu kuasai. Pada dasarnya, semua tulisan adalah curhat dengan penyampaian gaya bahasa yang berbeda.

Kurang lebih itu poin yang disampaikan Bunda Helvy,  (kenapa berasa sedikit ya), semoga bermanfaat daripada berdiam dan mengeruh di note saya  hehe. Oleh-oleh dari sana selain narsis sama Bunda Helvy bersama sohib saya,  ada dua buku and satu note book cantik dari wardah. Alhamdulillaahh^^

with Bunda Helvy 1
Salam Sukses Sahabat

Related Post