Pepaya, mangga, pisang, jambu,
Dibawa dari pasar minggu,
Di sana banyak penjualnya,
Dikota banyak pembelinya,
Mari marilah kawan kawan semua membeli buah-buahan

 

Sebait lirik lagu yang dikenalkan oleh guru sewaktu duduk di taman kanak-kanak. Masih ingat nadanya kan? ^^ Lagu yang biasa dinyanyikan saat makan buah sewaktu masa kanak-kanak. Lirik lagu yang mengajarkan siswanya agar menyukai buah-buahan sejak dini.

Jika ingat masa kecil, ada ibu yang sangat berjasa mengenalkan buah dan sayur untuk menjadi sahabat makan sejak kecil. Ibu selalu menyediakan salah satu jenis buah sebagai bekal makan siang sekolah. Buah salak atau pisang menjadi favorit saya sejak kecil. Buah salak menjadi khas buah lokal di kota kecil saya. Jadi tak heran, saat tak ada tersedia buah di rumah saya meminta ibu untuk membelikannya ke sebuah toko yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah. Terlebih saat weekend, saya sangat menikmati makan salak sebagai teman ngemil saat mengerjakan PR sekolah. Kalo ada salak, ide dan semangat belajar berasa nambah powernya. ^^

Kebiasaan ngemil buah itu terbawa hingga sekarang. Ngemil saat bekerja masih menjadi suntikan semangat terbarukan dan terbukanya ide-ide baru saat menulis. Terkadang, jeleknya malah makan buahnya bisa selesai duluan, baru mulai kerja ^^. Tubuh memang butuh recharge setelah ia kehabisan energi. Sehabis ngemil maka tubuh kembali memperoleh tambahan energi untuk membakar kalori sebagai bekal untuk beraktifitas. Jika tidak dipenuhi, jangan heran kalo kita malah banyak menguap karena kondisi oksigen di otak sudah berkurang. Tubuh malah meminta haknya untuk beristirahat sejenak. Namun, setelah di-recharge, maka darah akan siap untuk mengalirkan oksigen dan asupan energi ke seluruh tubuh. Tubuh siap melakukan aktifitas kembali.

Kebiasaan ngemil saat bekerja

Kebiasaan ngemil saat bekerja

 

Ngemil buah menjadi andalan saya karena menyisakan rasa segar di mulut. Berbeda saat ngemil dengan biskuit atau dengan sepiring nasi. Haha itu ngemil apa laper yak ^^. Saat ngemil dengan buah pisang, saya bisa menghabiskan 5 buah pisang ukuran kecil. Kalo dihitung-hitung, kalori yang saya serap dari buah pisang bisa mencapai 300-400 kalori. Hmm.. kalori sebesar itu bisa memenuhi seperlima dari kebutuhan kalori tubuh kita seharian. Selain mengenyangkan, juga bisa menghemat isi kantong bukan ^^. Kalo ngemil 3 buah salak, kalori yang dihasilkan bisa mencapai 200 kalori dan perolehan kalsium yang lumayan banyak dari setiap buahnya. Mineral yang diperoleh dari buah segar baik untuk fungsi metabolisme tubuh bukan?

Beberapa jenis buah lokal kesukaan saya

Beberapa jenis buah lokal kesukaan saya

Almarhumah nenek saya sangat tau, kalo saya sangat suka makan buah. Setiap berkunjung kesana, saya selalu disuguhi oleh-oleh buah jambu kristal yang seakan tak pernah berhenti berbuah di halaman rumahnya. Dengan besar yang hampir setengah ukuran besar dari satu buah melon, saya mendapat 3 -4 biji sepulang berkunjung dari sana. Buahnya manis, tekstur dagingnya rapuh, gampang dikunyah, dan terkadang saya memakannya hingga biji terakhir. Biar gak cepet abis maksudnya, hihi. Memakannya beramai-ramai sambil mencocol dengan bumbu rujak, menghabiskan waktu sore dalam kebersamaan adalah kebiasaan lama yang sudah tak pernah dilakukan lagi saat ini.

 

Guava Crystal SunPride

Jambu kristal atau dengan nama keren  crystal guava sangat kaya akan vitamin C, kalsium dan serat. Setiap 82 gram jambu kristal mengandung vitamin C yang banyak tersimpan di kulitnya kurang lebih sebesar 87 mg, nilai yang cukup besar untuk membantu kekebalan tubuh terhadap infeksi. Kalsium adalah mineral penting yang bersinergi untuk proses mineralisasi tulang. Sedangkan serat berperan dalam membantu melindungi usus besar besar dan mengeluarkan zat negatif dari dalam seluruh tubuh. Selain itu jambu kristal ini juga kaya akan vitamin A. Vitamin yang sangat baik untuk membantu mencegah cacat saraf bagi ibu hamil. Semua ciptaan Tuhan selalu kaya manfaat, termasuk jambu kristal yang jadi buah “super” ini. Berarti dulu.., setiap weekend tubuh dapat asupan zat gizi ini ya?.. Lumayanlah

Namun, saya miris melihat berita yang beberapa saat lalu banyak disiarkan di televisi. Buah impor yang mengandung bakteri tertentu yang bisa membahayakan tubuh beredar di Indonesia. Dan yang nambah bikin nangis adalah malah dijual dengan harga diskon besar-besaran oleh toko tersebut agar jauh dari rugi. Dan yang bikin aneh adalah, masih ada masyarakat yang membeli buah ‘buangan’ itu. Aah, semoga peristiwa itu yang pertama dan yang terakhir kalinya terjadi di negeri kita. Betapa mencintai buah lokal jerih payah petani kita, produk Indonesia sendiri merupakan bentuk cinta nyata pada bangsa sendiri. SunPride, salah satu penyedia buah lokal, berkomitmen untuk menyediakan buah lokal yang segar dan berkualitas yang patut diacungi jempol. Lebih dari 20 jenis buah lokal dijaga kualitasnya sebelum sampai ke tangan konsumen.

Kebiasaan ngemil buah sejak kecil, banyak ragam variasi suguhan negri, sejuta manfaat buah, memori kebersamaan, aman dari penyakit, peduli pada petani buah Indonesia, cinta pada rasanya, alasan yang sangat cukup untuk tetap dan terus mencintai hasil buah Indonesia. Masih banyak alasan lain yang pasti kamu punya untuk jatuh cinta pada buah lokal. Iya kan? ^^

Related Post