There’s sooooo much definition about happy.

Are u agree with it?
setiap kita punya arti bahagia yang berbeda-beda. Bahagia menurut saya, belum tentu sebuah kebahagiaan menurut kamu atau yang lainnya.

Yup..  masih inget saat hestek #bahagia itu sederhana bertebaran di twitter atau di timeline facebook.

Saat laper tengah malem, masak mi pake telor itu ibarat surga. Bahagia itu sederhana.

Saat nemu uang di dalam kantung celana. Bahagia banget. Kembali lagi, bahagia itu sederhana.

Saat hujan, ada teh manis anget yang nemenin. Itu surga. Bahagia itu sederhana.

Saat puasa, berbuka dengan yang seger-seger. Itu surga dunia. Bahagia itu sederhana.

Saat nulis, ide-ide datang berlintasan. Itu juga surga. Bahagia itu sederhana. Bahagia itu sederhana kawan..

Kamu setuju, kalo bahagia itu sederhana?

Saat pelik, apa yang sahabat lakukan? Saat sedih, apa yang sahabat lakukan?  Normally, suka  mendramatisir keadaan. Saya kayaknya suka melakukan hal yang demikian juga. Dengerin lagu-lagu sendu. Flashback tentang kenangan-kenangan di masa yang lalu.  Setelah itu, mencari kebahagiaan lewat makan banyak. Mencari kebahagiaan lewat hang out bersama teman. Nonton drama korea seharian, waahh bahagia banget. Saya dan teman-teman semua tentu punya banyak cara saat menjemput kebahagiaan.

Bahagia! Satu kata yang sering kita jemput.

Karena bentuk ujian kita dianugerahinya beda-beda. Maka… itulah yang membuat defenisi kita tentang bahagia itu berbeda.

Ini kisah perjalanan paling membahagiakan menurut defenisi saya.

***

Saya suka berpetualang, berkeliling-keliing seharian, seenak kaki saja, kalo ia masih belum minta brenti, lanjut aja trus. Berjalan sendirian atau bareng sohib saya, sering saya lakukan. Apalagi kalo lagi dirundung masalah. Melakukan perjalanan, saya lakukan untuk mengurai masalah. Hanya untuk mengurai pertanyaan-pertanyaan yang masih berkecamuk dalam pikiran. Tak jauh-jauh memang. Tidak sampai keluar kota. Alasan utamanya kantong saya belom mendukung. Hehehe.

Menikmati perjalanan di commuter line. Tak hirau dengan orang lain. Kayaknya tak sempat terlintas sedikit pun tentang orang lain. Kalo sedang dalam masalah, kita sering tak hirau dengan orang lain. Yang dalam fikiran adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban-jawaban. Pertanyaan yang membutuhkan pemahaman-pemahaman.

Segelas minuman dingin dan setangkup roti coklat menjadi teman setia. Selama perjalanan, menikmati minuman dan makanan tersebut.

Di sela perjalanan. Pertanyaan pertama muncul. Kenapa Ya Tuhan?.. Kenapa nggak? Jawab Alloh. Bahasa sederhana saya.  Saya inget pesan almarhum Pepeng yang sangat sabar dan ikhlas dalam menjalani penyakitnya selama bertahun-tahun.

Namun, kenapa harus saya? Pertanyaan kedua muncul. Ya suka-suka Saya. Jawab Alloh. Saya teringet pesan ustadz Aa Gym. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita, adalah kehendak Alloh. Ya, suka-suka Alloh. Hmm.. agak ngenes juga nerima nasihat itu. Tapi di sudut hati yang lain menimpali, Kamu itu hanya manusia. Ya suka-suka Alloh Des. hatiku menimpali. Mengurai pertanyaan demi pertanyaan, selama perjalanan di dalam commuter line.

 

happy journey

salah satu perjalanan saya mengurai masalah menjemput arti bahagia yang baru 🙂

happy journey

Hasil kontemplasi diri yang saya suka abadikan dalam caption di instagram

 Merenung.. apa yang kita kejar setiap pagi..bangun pagi, mengejar hari..
Berdesak-desakan dengan deru langkah kaki
Terus bergerak..menjemput nikmat berupa harta,tahta atau rupa, hal yang bersifat dunia
seluruh waktu tersita..semoga tidak terlupa..dan slalu dikucuri cahaya..
Bahwa ada yang lebih hakiki untuk dipersiapkan
Menjemput kematian

Senang memberi catatan setelah melewati perjalanan, dan mengabadikannya dalam sebuah tulisan di blog atau instagram. Ini perjalanan saya lainnya untuk menjemput kebahagiaan.

happy journey

Perjalanan menjemput kebahagiaan di Mesjid Dart Tauhid Jakarta

Setelah berusaha menyederhanakan masalah..dilanjut dengan mengunjungi taman surga adalah cara saya menjemput kebahagiaan. Ya, itu yang saya lakukan selanjutnya. Bolak-balik mengunjungi taman surga. Apa itu taman-taman surga? Taman surga itu adalah tempat mengeruk ilmu. Mendengarkan ceramah dari ustadz atau ustadzah membuat hati lebih tenang. Banyak nasehat yang diberikan yang seperti sengaja didesain Tuhan untuk mengobati hati yang sedang terluka. Nasehat itu bak es krim nikmat yang mencair dan mendinginkan setiap gundah di hati. Hati menjadi tenang.  Dan dengan hati yang tenang, saya akan lebih gampang merasa bahagia. Buat saya, taman surga menjadi tempat menenangkan fikiran paling dahsyat.

Ada damai yang menelusup ke dalam jiwa saat berada di taman surga. Damai yang membawa saya menjadi bahagia, dan lebih bahagia.

Saya yakin, bahwa hidup akan selalu mengajarkan atau memaksa kita belajar tentang arti kebahagiaan. Kemudian.. kita kembali merevisi arti kebahagiaan selanjutnya, hingga kita kembali ke tempat bahagia paling hakiki. Kembali kepada Tuhan.

So.. ini kisah perjalanan saat paling membahagiakan untuk saya. Cerita perjalanan kamu gimana Sahabat?