Halooo halooo, ketemu lagi sama dnamora nih ๐Ÿ™‚ kali ini mau cerita lagi tentang perjalanan ke Beijing hari ke tiga nih. Udah pada nungguin yaaa… *kepedean hehe.

assalamualaikum Beijing

Hari sebelumnya, kita sudah janjian dengan Mrs. Xiu untuk memulai perjalanan pada pukul 8 pagi. So, pukul 7 lewat dikit kita udah menuju restoran di hotel untuk makan pagi. Hmm, karena perutnya sudah kangen indo, jadilah hari itu saya sarapan dengan tambahan roti panggang dengan selai blue berri. Makan pake nasi goreng dan mie juga gak ketinggalan tapinya. Huwaaaa kebayangkan bagaimana kondisi perut saya saat pagi. Tapiii… karena suasana sangat dingin. It’s really makes me comfort. hahaha.. bneraan makannya banyak banget kalo pagi.

DSC_1781 (Small)

beijing2

Hari ini kami akan melanjutkan perjalanan ke Jade Gallery aka Museum Giok. Disana kami dipandu oleh salah satu marketernya, namanya saya gak bisa sebut, soale gak bisa baca tulisan cina hihi. Dengan seragam berwarna coklat terang, memakai kacamata, ia menyapa kami dengan ramah dengan logat ย bahasa inggris yang khas. Di museum tersebut kami mendapat ilmu tentang jenis-jenis batuan, mengapa ada batuan yang mahal, apa yang membuat mereka berbeda warna-warnanya, tentang pengolahan, pengukiran hingga tahap finishing. Kesabaran, ketelitian dan keuletan dalam ketiga proses inti itu sangat dibutuhkan. Kalo nggak, bisa saja benda yang dihasilkan akan gagal atau akan cacat. Dan akibatnya produk tersebut gak bisa dijual. Kita juga diberi ilmu tentang cerita dibalik produk-produk yang dihasilkan. Setiap produk punya cerita, mulai dari happiness ball, gelang giok, sawi giok, sampai patung budha. Kalo yang cerita patung budha, udah pada tau pasti kan? Yang bikin saya kaget, tentang sayur sawi yang diukir dalam bentuk giok. Bagi masyarakat china sawi itu dianggap bertuah, karena memiliki banyak lapisan. Setiap lapisan dimaksudkan adalah lapisan kekayaan. Jadi semakin banyak lapisannya, maka kekayaan pun akan semakin banyak. Ada fisolofisnya..

beijing 3

Mba Okka serius banget ya dengerinnya hehe

beijing 4

Ini saya lagi jadi contoh cara memakai gelang giok, seruuuu ๐Ÿ™‚

Beneraaannn itu jade galery bikin sakit mata n sakit ati. Harga-harganya gak suka kompromi sama isi kantong ๐Ÿ™‚

Tapiii… sedih itu gak lama. Waktunya kami berangkat menuju Great Wall alias Tembok China. Huwaaaaaa… kita betiga girang sangat. Berangkaaaatttt…

Tapi ya, keseruan selalu ada ujiannya teman, percayalah.. ๐Ÿ™‚ Waktu kita maen ke Tembok China, itu suhu paling dingin saat kita ada disana. Suhunya -8 derajat kawan-kawan. Dengan kondisi sedingin itu, kita belum kebayang bagaimana dinginnya kalo udah sampai Tembok China. Daann, benar-benar terbukti, kita gak kuat untuk mendaki lebih tinggi ke puncak. Tangan dan kaki berasa dingiiiin banget. Tangan kaku. Sarung tangan ditembus suhu dingin. Kaki yang isinya kaus kaki dobel bin triple gak bisa menghalau dingin. ย Pipi berasa beku. Air mata keluar dengan sendirinya. Idung juga pake melerrr.. Hmm, kebayang gimana masing-masing kami temaaann.. Harus terus kuat untuk bisa menikmati keindahan dan kemegahan si Tembok China.

Tapi ya, karena mikir ini kmungkinan akan sekali seumur hidup. Pose-pose cantik ย tetap tak ketinggalan. Heehehe.. ย Pesanan tulisan juga banyak.. Bener-bener sangat butuh pengorbanan. Tapiii.. tetep hati yang senang itu mengalahkah semua apapun yang disebut dengan pengorbanan. *sok filosofis ๐Ÿ˜€

beijing

Oia, sebelum naik mendaki Great Wall jangan memaksakan diri , apalagi kalo punya penyakit jantung dan yang berhubungan dengan otak. ย Jadi, tau diri aja ya, ukur kemampuan diri sendiri.

Mrs. Xiu set waktu selama kurang lebih 1 jam untuk kita ngeksplor Great wall, but kita tak bisa bertahan selama itu, kykny kalo gak salah cuma bisa 40 menit, trus langsung menuju mobil. Dingiiiiiiinya pake bangeeeeeettt,, huhhhuhuhuhu..

Ketemu yang dingin-dingin harus diangetin kaaan hihi. Perut saya udah laper lagi sodara-sodara. Huwaaa… laper n laperr teruuussss. En yang bikin senengnya lagi.. makan siangnya kita lahaaapp bangeett. Jadi qt makan kalap banget. hahaha Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

food beijing

beijing 6

Letak lokasi Great wall letaknya lumayan jauh jadi berasa agak bosan selama dalam perjalanan.

Tapi eh tapi.. kita akhirnya dikejutkan oleh Mrs. Xiu. “Ya, sekarang kita sudah sampai di Olympic stadium. Anda boleh foto-foto disana”, Mrs. Xiu menunjukkan arah seberang jalan. Kita betiga seneng-seneng aja. Tapi ternyata, suhu udara dingin di luar langsung menusuk badan. Tapi ya, karena emang mau foto-foto. Kalah juga tuh dingin, hehehe

beijing7

Abis dari Olympic stadium, kita mampir beli oleh-oleh, kalo namanya sendiri gak ada. Kita juga bingung. Pas ditanyain sama Mrs. Xiu dia juga bilang, itu gak punya nama deh kalo gak salah. Jadi.. hanya tour guide2 saja yang tau lokasi tersebut. Alhamdulillah ada juga tuch buah tangan untuk keluarga di Indo.. Oiya, yang bikin exciting, yg jual bisa bahasa Indonesianya faseeeHHHH bangeet. Udah kayak belanja di tanah abang sodara- sodara. haha.. berasa sedih saya, knapa gak bisa bahasa china. Hmm, smoga ada kesempatan untuk blajar bahasa asing lain lagi..

Warna senja yang oranye sudah menghiasi sore. Malam kan segera tiba. Waktunya kita go home. Horeeee, capek juga bertualang sehariaan. Waktunya makan malam lagi. Hmm.. tadi saya baru cerita makan siang ya.. hihi. Malam ini kita makan malam di Wangasi Muslim Restaurant. Restaurant ini memiliki dua lantai. Kita makan di lantai 1. Seperti biasa nuansa merah sangat dominan di Negeri Tirai Bambu ini. Oiya, setelah makan dengan nikmat kita menyempatkan minta foto sama staf pekerja disana. Tetep ya narsis nomer satu ๐Ÿ˜€

beijing 8

After that, kita cuss home.. huwaaa, habis kenyang enaknya duduk ย maniss di belakang. Menanti hingga sampai ย ke hotel. Relaxing d body on bed. See you on next day dear ย friends ๐Ÿ™‚

Terimakasih atas setiap hadiah hati Ya Rabbana
Ini yang disebut nikmat yang tak disangka-sangka
Alhamdulillaah..

 

 

 

Related Post