Saat itu hari sudah gelap, bahkan hampir tengah malam. Jam tangan kami sudah menunjukkan pukul 21.50.  Saya, Kak Evrina dan Mba Okka masih dalam kondisi yang sangat bersemangat untuk memulai perjalanan ke Negeri Tirai Bambu.  Saya dan Kak Ev, kebetulan berangkat bersamaan karena sama-sama tinggal di Kota Hujan, Bogor. Di malam itu kami cukup mengkhawatirkan Mba Okka dalam perjalanan, karena hampir pukul 10 malam, dan si cantik ini belum juga menunjukkan batang hidungnya. Di tengah keresahan , halah, si cantik ini  akhirnya datang juga. Pukul 22.05 ‘kurang lebih, kami bertiga check in. Oiya, sebelumnya kami foto dulu sebagai bukti untuk Cheria Travel, tiga cewek cantik ini sudah siap berangkat ke Beijing.

beijing wisata halal13

Hongkong menjadi tujuan penerbangan kami sebagai tempat transit, sebelum menuju kota Beijing, China. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya di timeline FB. Perjalanan kami ini merupakan hadiah dari lomba menulis artikel kreatif tentang umroh tour travel ;Cheria Travel. Bagi yang penasaran sama tulisan yang jadi pemenang kedua, bisa dilihat disini. Cheria Wisata Tour Travel-Agen Perjalanan Umroh Terbaik di Jakarta. 

beijing wisata halal12

Excited, norak, takut salah, dan semangat menyatu menjadi satu di wajah-wajah kami.   Maklumlah.. ini perjalanan independent banget. Dan kami bukan orang-orang yang suka bolak balik luar negri. Jadi khawatir-khawatir ada ksalahan yang kami tidak sengaja yang takutnya malah membatalkan perjalanan atau menghalangi trip kami. Alhamdulillah dengan segala kemudahan Alloh kami sampai ke Kota Beijing China sekitaran pukul 11.30.

Sudah sampai siang di negeri Tirai Bambu itu. And you know what, suhunya 0 derajat sodara-sodara. Hmm, ini kali pertama untuk kami merasakan suhu dingin yang langsung menusuk tubuh yang memang kadar lemaknya tidak banyak :D. Norak selanjutnya adalah saat mengobrol, ada uap asap yang keluar dari mulut. Ooohh My God it’s really really cool. 

Mrs. Xiu, our tour guide, senengnya bisa bahasa Indonesia. Hmm, manja banget kan kami. Mrs. Xiu mengajak kami untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Hmm, tau banget perut yang kesetrum dingin ini, emang sudah laper lagi.  Kami disuguhi makanan Roasted Peking Duck. Endeuuuusssss pisaaaannnn.. Saya, tepatnya kami suka banget sama menu Peking Duck ini. Sama sekali tidak amis, dan rasa manisnya passsss.. Hmm, ada kali ya di Indo. Selain menu itu ada juga sop daging sapi plus tambahan daun kol yang dimasak dalam kematangan medium.. dagingnya lembuuuutttt bangeett. Hmm, alhamdulillaaaahh di negeri orang perut tetep berisi.

beijing wisata halal11

Setelah  perut kenyang, Mrs. Xiu n driver mengantarkan kami untuk melaksanakan sholat zuhur. Tau kemana? Ke Mesjid Niujie. Huwaa… hatiku jingkrak-jingkrak, excitednya pake banget-banget. Mesjid Niujie sudah mempesona saya sejak membaca novel Bunda Asma Nadia yang judulnya Assalamualaikum Beijing. Dan sekarang mimpi itu menjadi nyata, saya menginjakkan kaki disana. Oh.. Alloohh.. hadiahMU ini bikin saya speechless. Terperangah melihat setiap sudut lingkungan masjid Niujie. Kemarin itu saya hanya membayangkan saja, kemain hanya melihatnya di layar kaca. Dan kini saya bisa melihatnya secara langsung.. Seneeeengggg.. Tak sabar untuk bersujud di dalam mesjidnya. Setelah tanya sana sini, kami berwudu dan memasuki ruangan masjid khusus untuk akhwat /perempuan.  Melaksanakan sholat zuhur dan ashar dalam satu waktu, feelnya yang tidak dapat saya gambarkan saat berada disana.. Alloh, Engkau dekat. Itu saja dalam hati saya.

beijing wisata halal10

Setelah bernarsis ria, kami diajak mengunjungi muslim market yang letaknya tidak jauh dari Mesjid Niujie. Saat itu kami belum ‘dong’ untuk belanja-belanji, masih terpesona meilhat negeri orang. Jadi kami tidak merogoh yuan sedikit pun disini. Hanya berfoto dan foto saja.

beijing wisata halal9

Kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Acrobatic Show. Salah satu pertunjukkan yang sangat disukai tidak hanya turis luar  namun juga turis lokal. Hmm, kata-kata apalagi ya, yang dipakai selain terperangah dan terpesona. Karena dua kata itu akrab sekali untukku. Mulut saya nganga melihat pertunjukan –pertunjukan acrobat yang ditunjukkan. Hmm, itu yang selama ini saya tonton lewat film-film, ada di depan kepala mata saya sendiri. Pertunjukkan yang membawa emosi penonton turun naik, dan berteriak histeris. Hmm, someday kamu harus nonton teman. Semoga ya.. 🙂

beijing wisata halal8

Waktu sudah sore, sehabis menonton acara pertunjukkan acrobat. “Waktunya anda-anda makan malam dan pulang, istirahat dulu ya” , kata Mrs. Xiu.  Okeh baiklah, kami makan malam dulu di Restoran Dehuatian. Selanjutnya kita menuju hotel. Tempat penginapan kami City Inn Hotel namanya. Hotel bintang 4 di Negeri Tirai Bambu. Tak sabar untuk merebahkan diri setelah perjalanan panjang dan tak sabar juga melihat tempat penginapan kami selama travel disini. Taraaaa… kami sampai juga di hotel, waktunya rehat untuk ready di trip besok..

beijing wisata halal7

 

Pagi di Kota Beijing yang lagi musim dingin merupakan sambutan yang cukup mengagetkan. Bangun dengan kondisi suhu 6 derajat, adalah hal yang tak biasa bagi si pemilik badan iklim tropis ini. “Mandi atau gak ya?” dilemma hati. Hihihi. Dingin euy. Demi menyimpan semangat dalam tubuh, saya beranikan diri untuk mandi. Mandinya pake air anget sich, tapi tetep aja khawatir gak kuat sama dinginnya suhu luar. Setelah mandi, makin laper perutnya. Jam 7 pagi kami menuju restoran di hotel untuk makan pagi. Acara beda rasa makanan adalah hal yang biasa kalo sedang berkunjung ke negri lain. Namun, karena masih Asia, rasa makanannya masih bisa diterima mulut dengan baik. Masih ada nasi goreng, mi goreng, apel, jeruk, dan kari kentang ayam yang menemani makan pagi di hari pertama.   Alhamdulillaaahh..

Pukul 9.30 waktu yang kami sepakati untuk memulai perjalanan. Temple of Heaven menjadi tujuan pertama di trip kami di hari kedua. Tempat ini dulunya adalah lokasi yang biasa dilakukan untuk tempat persembahan karena mendapat hasil panen yang baik. Namun saat ini, tempat ini dipenuhi oleh orang tua-orang tua yang sudah tidak bekerja lagi. Menyanyi bersama, main kartu dan berolahraga, mereka beraktifitas seperti itu setiap harinya disana. Tak terasa, waktu makan siang pun memanggil, kami bertiga makan siang di sebuah restoran muslim. Menunya ada mi kayak kwetiau, ini lebih kenyal tapinya. Dan tak lupa menu daging da nada sayur yang berongga yang saya baru liat disana. Rasanya kayak kari daging gitu temans.. Maksiii duluuuu 🙂

beijing wisata halal5

Setelah maksi, kami mengunjungi Mesjid Ma Dian untuk melaksanakan sholat zuhur dan ashar. Cara yang unik dalam berwudu, itu yang membuat kami lebih pelan dalam berbuat. Disana menggunakan ketel dan ada tempat tertentu yang dikhususkan untuk berwudu. An unforgettable experience buat kami.

beijing wisata halal3

Setelah seneng ketemu air anget untuk wudu, kami memasuki masjid Ma Dian untuk melaksanakan sholat.  Gak nyangka kalo kami juga beneran di foot massage dan diberi konsultasi tentang kesehatan. Dan keseruan masih berlanjut, kami mengunjungi Silk Sutra China.

beijing wisata halal2

 

 

beijing wisata halal1

 

Pada setuju pasti, kalo China itu sangat terkenal dengan kain suteranya. Naahh saat disana kami diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat pembuatan kain sutra. Mulai dari ulat hingga berbentuk kepompong dan mengasilkan sutra kita ditunjukkan proses-prosesnya melalui bejana bening. Sungguh… Allah itu sangat kaya dalam segala hal. IlmuNYA teramat luas.  Ditempat tersebut kami ditunjukkan dan dapat merasakan betapa lembutnya kain sutra. Hmm, adeeemmmm bangeett, berasa mau bobok cantik waktu disana xixixi.

Setelah beradem-adem ria, kami mengunjungi Summer Palace. Summer Palace itu dulunya tempat kaisar untuk beristirahat saat musim panas, seperti namanya summer palace. Suhu masih teramat dingin bagi kami, namun niat untuk mengabadikan momen disana tak mengalahkannya. Banyak turis lokal dan luar negri yang sedang menikmati suasana sore. Banyak fotografer yang mau mengabadikan momen sunset. Saat itu danau sedang beku, jadi banyak turis yang bermain ski. Kalo kita bertiga mah, sudah cukup dengan foto-foto. Hehe, itu aja sudah senang.

beijing wisata halal

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.50, waktu di Summer Palace sudah berakhir. Waktunya untuk pulang dan makan malam. Hmm,, percaya atau nggak, kita cepet banget merasa laper. Karena suhu dingin banget kayaknya. Jadi terkadang, kita ituh malah inget makan waktu sedang foto-foto. Hahaaa,, laper mulu daah.

Alhamdulillah malam ini kita makan di Restoran Xibei Muslim. Menunya nasi putih, sayur pakcoy tumis, n menu kali ini aku suka bangeettt. Rasa pedesnya tumis ayam membuat kangen masakan indo bisa terobati sejenak. Hehe, baru sehari ajah udah kangen Indo lho..  Kali ini saya bertugas untuk menghabiskan masakan tumis ayam tersebut. Hmm,,, nikmaaattt  alhamdulillahhh…

beijing wisata halal 14

Kalo udah dingin, perut kenyang, waktunya bobok cantik kan?.. Alhamdulillah itu yang kami lakukan saat disana. Berasa berada  dalam dunia mimpi. Makan, tidur  dan jalan-jalan, itu saja.

Huwaaa, gak terasa kepanjangan juga cerita saya. Insy kita lanjut lagi ya..
Tetap penasaran sama cerita perjalanan kita ya temans..

See u on the next post ya *wink*

Related Post