Review

Mendaki Gunung, Impian Selanjutnya

Bersahabat dengan seorang penjual parfum, kamu akan terimbas wanginya. Bersahabat dengan seorang pemimpi, kamu akan terdorong menjadi seorang pemimpi pula. Naah, kali ini saya seperti melawan kodrat kelembutan saya, tsaahh. Iyup, selama ini saya yang terkenal dengan kewanitaanya disentil halus sama sahabat saya yang suka mendaki gunung. Namanya Evrina, saya memanggilnya Kak Ev. Wiihhh, sister yang satu ini selalu meluangkan waktunya untuk mendaki gunung. Setelah tahun lalu ke Mahameru, kali ini di akhir Januari kemarin ia menjejakkan kaki di Gunung Guntur, Jawa Barat. Ketinggian gunung tersebut 2294 m diatas permukaan laut. Huwaa, gak kebayang bagaimana rasanya ada di puncak gunung tersebut ya? . Sensasinya pasti luaaarrrr biasaa.

Sebenernyaaa.. sebenernya ini loh yaa.. waktu jadi mahasiswi kepengen banget naik gunung. Tapi ya, pertanyaan temenku yang menohok banget buat saya mikir dua kali untuk ngelakuin hal menantang itu. “Kamu yakin bisa kuat?”, pertanyaan simpel yang membuat saya harus mikir panjang bakal merealisasikan mimpi itu atau gak. “Jadi pendaki gunung itu harus punya tubuh yang tahan banting, harus kuat. Khawatirnya malah jadi merepotkan teman yang lain kalo kamu gak kuat sampe puncak?. Kamu gak pengen nyusahin orang kan?”. Dan kalimat itu sukses menggagalkan niat saya untuk mendaki gunung. Tapii.. belakangan dicekoki mulu sama cerita sahabat tentang mendaki gunung. Mimpi itu jadi terkuak kembali *halaah.

Saat malam Kak Ev mendaki Gunung Guntur, saya menghubunginya karena memang ada keperluan. Setelah urusan saya selesai, saya iseng bertanya, “Kak Ev kok suka naik gunung sih? Emang gak capek? Naik gunungnya rajin banget lagi?”.Β  Spontan ia menjawab, “NGGAAKKKK… justru setelah mendaki gunung saya akan menjadi lebih semangat. Saya sedang mengumpulkan semangat kalo lagi ngedaki”, tambahnya. Unik banget kan, mendaki gunung menjadi sumber semangat untuk si kakak penjelajah ini.

Lain lagi, sama sahabat blogger saya yang satu ini. Nama panggilannya Tia. Mba Tia melakukan pendakian ke Gunung Guntur di akhir tahun yang lalu. Awalnya saya nggak nyangka, kalo mbak muslimah cantik ini suka juga mendaki gunung. Yang saya tau, cewek kece ini suka berlatih memanah, suka belajar berkuda di Pontren milik Ustadz Aa Gymnastiar. Ternyata oh ternyata, dia suka mendaki gunung juga.

Pendakian Gunung Guntur yang katanya memiliki puncak pendek ini cukup membuat Mba Tia terseok-seok mencapai puncak. Butuh 10 jam untuk sampai ke puncak. Huwaaa, Mba Tia yang suka olahraga saja terseok-seok, apakabar saya ya? hehe. Tapi ya etapi, saya tetap mupeng mendaki gunung. Ahhh, semoga suatu saat mimpi ini bisa terealisasi ya.

Ini momen seru namun menantang dari perjalanan Mba Tia :) menuruni jalanan berbatu di Gunung Guntur
Ini momen seru namun menantang dari perjalanan Mba Tia πŸ™‚ menuruni jalanan berbatu di Gunung Guntur courtesy: tiayusnita.com

 

Hobi mendaki ini, buat saya hobi yang gampang-gampang susah. Gampang, karena segala macam peralatannya gampang ditemui-nya. Trus saya bilang susah karena untuk bisa mendaki gunung membutuhkan kekuatan ekstra.

Salah satu tas backpack idola saya :)
Salah satu tas backpack idola saya πŸ™‚

Naah, untuk bisa merealisasikan mimpi yang satu ini, kayaknya saya harus nyicil satu demi satu peralatan mendakinya. Mulai dari tas carrier, sleeping bag, sepatu tracking, sandal gunung, sarung tangan, matras, hingga kompor sampe jaket. Tuuuh banyak juga ya? Makanya harus nyicil dari sekarang. Cieee yang mau nyiciill.. semangat banget ya :). Hmm, saya termasuk salah satu pecinta tas backpack. Tapi, saya mau tasΒ backpackΒ  baru yang khusus buat mendaki gunung, *tsaah. Sediain budget lagi buat mimpi baru ini.

Sempet bingung mau beli perlengkapan mendaki gunung dimana. Tapi sekarang udah gak lagi. Saya tau beberapa toko khusus untuk keperluan mendaki gitu. Tapi ya, saya keranjingan beli di online shop. Lebih cepat dan lebih praktis. Β sok sibuk banget yak. Alhamdulillah, selama ini pengalaman beli di olshop gak pernah ngecewain. Trus, saya coba liat-liat koleksi Eiger Indonesia di Zalora. Ternyata Zalora punya. Untuk pilihan koleksi tas, tas pinggang dan sepatu ada disana. Hmm, no need worry anymore.

Btw, saya naksir sama tas carrier warna biru ini, kece kaaan? πŸ™‚

tas eiger biru

 

Buat temen-temen yang Β suka mendaki gunung, bisa liat-liat koleksi eiger di zalora juga.

 

 

29 thoughts on “Mendaki Gunung, Impian Selanjutnya

  1. Ayo “diberanikan”, utk awalan coba gng papandayan dl. Treknya ramah, byk bonus, pjalanan 2-3jam, byk spot bgs, ada toilet, yg jualan cilok ampe seblak juga warung tersedia.
    Plengkapan mah bs pinjem atau sewa.
    Hwaiting!!

    1. haha iya ya mas, coba yg ‘cetek’ dulu ya πŸ™‚ waahhh klo 2-3 jam, insy bisa kali ya hihi.. apalagi ada seblak hahaha..

  2. Ayo “diberanikan”, utk awalan coba gng papandayan dl. Treknya ramah, byk bonus, pjalanan 2-3jam, byk spot bgs, ada toilet, yg jualan cilok ampe seblak juga warung tersedia.
    Plengkapan mah bs pinjem atau sewa.
    Hwaiting!!

  3. Desi, naik gunung itu, pastinya, selain perlengkapan hrs memadai pisan, entu aja kudu siap mental, kan? Naaah, kl keduanya udah okpu a.k.a. oke punya, baru tancapkan semangat sedalam lautan, hehehe…

    1. saya malah gak ngeh ada stigma negatif mas, selama itu positif ya jalan wae πŸ™‚ iyaa, suka penasaran sama yg menantang πŸ™‚

  4. Wow tas nya keren, warna favoritku.
    Duh kalo aku diminta mendaki gunung, jalan beberapa meter sudah teler duluan hihi.
    Tapi jika ada tekad dan Tuhan mengizinkan, apapun akan bisa terwujud ya.
    Semangat!

  5. Awalnya aku juga mendaki yang pendek2 dulu Mbak, kebetulan di Bandung banyak gunung2 yang “bersahabat” buat pemula. Modal nekat dan semangat, eh taunya malah ketagihan hehe. Mei aku mau ke Prau, ayo Mbak πŸ˜€

  6. Mendaki gunung, kalau melihat Mbak Ev yang melakukannya, kayaknya gampang. Tapi kalau saya lakukan , masih di lerengnya saja sudah pingsan πŸ™‚

    1. Iya Mak tite.. penasarn banget nih untuk naik gunung. Semoga ada rezekinya ya Mak. Hayuk, mak Tite mau ikut ? πŸ™‚ Ooo, bisa juga mengasah hati ya mak, I’ll see mak, smoga manfaat insy πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *