Review

Menyingkap Tabir Gelap Dunia Tambang ala Blogger

 

buku-BBDT

Judul               : Buka-Bukaan Dunia Tambang

Penulis           : Peserta Sustainable Mining Bootcamp Newmont

Terbit             : Februari 2016

Tebal             : 190 halaman

Penerbit        : Pastel Book Mizan

ISBN              : 978-602-0851-31-0

newmont 1

Saat mendengar kata Newmont, adalah emas yang terbersit di benak saya. Lewat buku Buka-bukaan Dunia Tambang, mata saya terbuka lebar bahwa PT. Newmont Nusa Tenggara bukanlah tambang emas, karena setiap ton biji yang diolah hanya menghasilkan 4,87 kg tembaga dan emas jauh lebih sedikit, hanya sekitar 0,37 gram (hal.23).  Jumlah yang sangat sedikit bukan?.

Menurut hemat saya, pertambangan adalah proses penggalian dan pengambilan endapan bumi  yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti emas, batubara dan jenis mineral lainnya. Saya tidak tau banyak tentang dunia tambang. Saya hanya melihat produk jadinya saja. Sebuah cincin emas yang melingkar manis di jari misalnya. Atau sahabat sejati dalam menyalurkan hobi menulis, sebuah laptop.  Selebihnya saya tidak tau sama sekali. Dunia tambang adalah dunia yang sangat asing, khususnya bagi saya.

Buka-bukaan Dunia Tambang, satu-satunya buku yang ‘blak-blakan menguliti’ dunia tambang.  Imej negatif yang ada di masyarakat dapat ternetralisir dengan buku ini. Ia ibarat penawar dari air keruh ‘Newmont’ selama ini. “Seeing is Believing?”, sebuah quote yang pas untuk menjadi pengantar buku ini. Pengalaman 28 blogger mengunjungi Newmont terdokumentasikan dengan baik disini. Betapa  ‘roh’ dari melihat secara langsung akan melekat lebih kuat jika dibanding hanya menikmati lewat bacaan.

Buku ini menyajikan pengalaman 28 blogger terpilih yang sekaligus menjadi peserta Sustainable Mining Bootcamp (SMB). Pengalaman mereka tertuang dalam 31 cerita; ditulis dengan bahasa blogger yang khas.  Dengan gaya penyampaian yang ringan. Mulai dari yang gaul abis, yang bernuansa sastra, opini, serta sentuhan akademisi.  Buku ini terbagi atas dua bagian, 28 cerita tentang pengalaman blogger di Newmont Nusa Tenggara (NNT) , dan 3 cerita di Minahasa Tenggara; lokasi kasus Buyat yang dulu. Operasional tambang (mulai dari  pengeboran, peledakan, penghancuran, konsentrator hingga tahap peleburan),  bentuk tanggungjawab dari Newmont (dari sisi kesehatan masyarakat; pengembangan pendidikan, ekonomi, usaha lokal, dan pembangunan infrastruktur) hingga cerita tentang ketergantungan masyarakat  setempat  (Dutch Disease)  terhadap Newmont diceritakan dengan apik.

Saya secara pribadi sangat menyukai tulisan Dzulfikar yang mengambil sisi relijius dari kehidupan tambang yang terkenal dengan ‘keras’nya. Selama disana beliau menemukan akhlak islam yang sebenarnya (hal.58).  Tak hanya tentang menyingkap tabir gelap di Newmont, buku ini menyajikan juga Sumbawa Barat yang terkenal dengan keindahan pantainya; Pantai Maluk, Pantai Rantung, Pantai Tropical, Pantai Lawar, dan Teluk Benete diceritakan oleh Barry (hal.106). Perspektif berbeda-berbeda dari beberapa mahasiswa IPB disajikan oleh Adella mengenai kunjungannya ke Newmont. Tak pelak juga mendapat komentar negatif diantara beberapa komentar  positif lainnya. Lebih dahsyatnya lagi, sampai-sampai Juwairiyah berniat mengubah cita-citanya sendiri untuk menjadi pengajar dan pengusaha di Nusa Tenggara setelah mengikuti bootcamp tersebut.

Tiga cerita tentang Newmont di Buyat menggambarkan pengalaman yang luar biasa bagaimana Buyat bertransformasi dari sebuah bukaan tambang menjadi hutan hijau, sejuk, nan segar. Terumbu karang yang begitu tumbuh cantik menunjukkan bahwa laut tidak tercemar jadi oleh-oleh untuk mata yang sangat berharga dari  wisata diving dan snorkeling diperairan Ratotok. Newmont, yang sudah beroperasi sejak tahun 2000  hingga sekarang meski sempat vakum di tahun 2014 karena kasus Buyat sangat memberikan perhatian lebih terhadap alam dan masyarakat di sekitar lingkar tambang.

Peserta SMB juga dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat lokal serta bebas bertanya apa saja tentang kehidupan yang mereka alami setelah ‘datangnya’ Newmont. Pengalaman Regy bermalam di salah satu desa lingkar tambang dan ngobrol dengan Pak Kades memberikan insight baru tentang mental dari masyarakat lokal (hal.81-84).

newmont 2

Berbicara tentang dunia tambang, tentu tidak akan lengkap tanpa cerita polemik di dalamnya. Masalah tentang gangguan terhadap komunitas lokal dan pelestarian lingkungan di sekitar lingkar tambang menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan. Topik yang berbeda-beda diangkat untuk diceritakan oleh beberapa blogger. Beberapa cerita dilengkapi dengan foto-foto yang menunjang isi cerita dan menggambarkan kegiatan yang dilakukan selama SMB.

Penyampaian bahasa yang sangat mudah dimengerti orang awam menjadi nilai lebih buku ini. Penggambaran cerita menjadi lebih detail dan tambahan sisi pengalaman personal menjadi penambah nikmat saat membaca. Buku ini mirip seperti catatan perjalanan blogger saat mengikuti kegiatan SMB dalam bentuk singkat. Sudut pandang dengan latar belakang yang berbeda-beda dari semua penulis menambah kaya rasa pada pembaca.

” A picture is worth a thousand words”, kata pepatah. Hadirnya foto kegiatan akan menambah hidup dan membantu pembaca dalam berimajinasi. Saya penasaran dengan coconet, baju pengaman dan lainnya yang disebut dalam cerita. Foto yang  berwarna tentunya akan memberikan gambaran yang lebih jelas, meski tentu sangat mempengaruhi harga buku.

Asyiknya buku ini, ia bisa dibaca secara acak, tidak harus berurutan. Pengalaman penulis selama mengikuti kegiatan ada baiknya disusun sesuai dengan urutan kegiatan atau diklasifikasikan dengan beberapa tema. Jika ada pembaca yang membacanya dengan runut, dari cerita Eko sampai Fafa, seperti saya, sistem di otak serasa lompat-lompat. Ketika sudah takjub dengan cerita Rahmasari tentang perempuan-perempuan tangguh di balik dunia tambang yang mengendarai truk setinggi 7 meter dan panjang 9 meter (hal.59) eh…  malah dilanjutkan dengan cerita Harris tentang kegiatan di hari ke-5 di Maluk (hal.62). Tak ayal, buku ini sangat layak untuk dijadikan referensi bagi yang ingin mengetahui tentang dunia tambang Indonesia khususnya Newmont.

Hadirnya buku ini merupakan solusi cerdas dalam menyingkap tabir gelap dunia tambang dan menurut hemat saya juga salah satu cara untuk mencerdaskan masyarakat mengenai dunia tambang dan khususnya bagi pencari rahasia dunia tambang. Semangat berbagi, dan transparansi pihak Newmont sangat tergambar jelas dalam buku ini.

 

10 thoughts on “Menyingkap Tabir Gelap Dunia Tambang ala Blogger

  1. Blogger bisa bikin tulisan berat jadi ringan yaa…Trimakasih Mbak Desi, postingannya bikin melek mata! Jadi kepengen baca. Padahal tadinya nggak tertarik sama masalah Pertambangan lho! 🙂

  2. Oka belum pernah baca buku bertemakan ini. Dari review mbak des, kayaknya menarik. Bikin penasaran buat membacanya. Apalagi ini berdasarkan pengalaman teman-teman blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *