Bismillah.. (1)

The future depends on what you do today-Mahatma Ghandi

Belakangan, saya akrab banget mendengar quote inspiratif ini. Di beberapa seminar yang saya hadiri, seminar kesehatan, dan di beberapa event blogger. Kemarin malam, juga dijadikan status salah satu teman di facebook.  Quote ini menggelitik alam fikir saya, teringat akan list cita-cita saya yang belum terwujud. Melanjutkan studi lagi, menulis buku solo, serius jd pengusaha, menjadi blogger aktif, serta travelling ke Mekkah dan keliling dunia. Dan tentunya semua itu bisa terwujud nyata atas izin Alloh saja.

Memang siih, jenis rezeki itu ada dua macam, yang pertama sudah ditakdirkan oleh Alloh, yang kedua harus diusahakan oleh manusia atau kita sendiri. Saya dilahirkan sebagai perempuan, dari keluarga sederhana, memiliki 3 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan, merupakan garis takdir yang sudah Alloh tetapkan. Saya tidak perlu mengeluarkan usaha apapun untuk mendapatkannya. Berbeda halnya,  memperoleh rezeki jalan-jalan ke Beijing di awal tahun kemarin, karena saya mengetuk pintu rezekiNYA. Bermula dari lomba blog tentang umroh, Alhamdulillah saya menjadi salah satu pemenang. Rezeki jalan-jalan ke Beijing saya dapatkan. Segala puja dan puji hanya bagi Alloh. Kemenangan yang sangat membahagiakan tersebut, selalu mengingatkan saya untuk bisa fokus dan serius dalam menjalankan apapun. Hasil tulisan yang saya submit, memang sudah mengalami beberapa kali revisi dan penambahan perbaikan disana-sini. Dan benar, usaha tidak pernah membohongi sebuah nilai keberhasilan. Yeaayy, saya menjadi pemenang ke-2 🙂

Mengingat quote inspiratif Mahatma Ghandi diatas, saya salah dalam meluruskan niat dan usaha untuk mewujudkan cita-cita saya yang lainnya; melaksanakan rukun islam yang ke 5, Haji. Saya bercita-cita sudah bisa dan mampu melaksanakannya di usia muda, di usia kurang dari 40 tahun. Di usia yang sudah tidak muda lagi, saya merasa bersalah tidak mempersiapkan dengan baik cita-cita besar ini.

Keinginan untuk mengunjungi makam Rasulullah, mengelilingi Ka’bah sambil bertalbiyah, mencium Hajarul Aswad dan mengunjungi Safa dan Marwah sudah terbayang-bayang selalu. Ada rasa iri di dalam hati, saat teman-teman sejawat sudah melaksanakan umroh dan berkunjung kesana. Merasakan atmosfer penuh syahdu, berada di rumah Alloh, dan melihat keajaiban Alloh sepanjang masa. Allohu Akbar, saya jadi merinding.

Hal lain yang membuat keinginan ini semakin kuata adalah karena kondisi emosional saya. Beberapa bulan yang lalu beberapa sahabat SMA saya sudah menghadap Alloh yang Maha Kuasa. Sahabat-sahabat saya sudah memenuhi janji pertemuannya dengan Alloh.  Betapa usia muda, bukanlah penghalang bagi Sang Malaikat Maut enggan untuk mencabut nyawa. Semoga, jika telah tiba masa itu, saya sudah menggenapkan seluruh rukun islam, Allohumma Aamiin.

Haji : Bukan Sekedar Cita-Cita

Kerinduan yang selalu menggebu, datangnya ajal yang tak bisa ditunda, serta  keinginan untuk menggenapkan rukun islam dan daftar cita-cita menjadi alasan saya untuk mengambil langkah serius mewujudkan cita-cita ini. Semoga Alloh memberi kemudahan dan kelancaran, Allohumma aamiiin.

Langkah pertama tentunya, saya harus punya uang banyak atau tabungan haji untuk bisa mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta haji. Memang gak akan langsung berangkat. Karena calon haji sekarang pun sudah antri menunggu sejak beberapa tahun sebelumnya. Saya tau dirilah , hehe. Satu, saya tidak punya uang banyak untuk budget melaksanakan haji, dan dua saya masih gampang tergoda promo-promo belanja online. Hadeuuhhh, getok kepala sendiri deh.

“Cita-cita itu harus diusahakan” 

tabungan haji BRI syariah

Akhirnya saya menetapkan hati untuk membuka tabungan haji yang bisa membantu saya mewujudkan cita-cita saya ini. Karena klo uangnya tetap di tabungan saya, akan gampang sekali berkurang dan berkurang karena kebutuhan ini dan itu yang nggak akan pernah habis. Fokus di TABUNGAN HAJI menjadi sumber kekuatannya. Kalo gak fokus dan serius, sudahlah.. say bye bye saja sama cita-cita.

Untuk sesuatu yang baik, perlu jalan yang baik juga dong. Karena itu saya memilih bank yang benar-benar, pure syariah dan dapat dipercaya untuk mewujudkan niat baik ini. Saya memilih dia (tsaaaahhh). Dia yang saat ini menjadi pilihan saya. Bank BRI syariah. Berbekal info dari laman website dan tanya-tanya saudara, saya membuka tabungan haji di bank yang merupakan anakan dari Bank BRI yang sudah berumur 118 tahun ini.

tabungan haji BRI syariah

Pada saat di customer service, Mba Lia salah satu CS Bank BRI Syariah Kantor Cabang Bogor juga dijelaskan lebih lanjut tentang Tabungan Haji ini. Sistem keuangan Bank BRI Syariah sudah benar-benar dipisahkan dari Bank BRI, sehingga secara keuangan keduanya berdiri sendiri-sendiri. Berbekal hal itu, keuangan di Bank BRI syariah sudah benar-benar terjaga. Akad yang digunakan adalah akad Mudharabah Mutlaqah. Akad jenis ini disampaikan di awal saat sebelum membuka tabungan, dan hanya mendapatkan keuntungan dari berbagi hasil  antara nasabah dan pengelola uang. Tidak tergantung dengan tingkat suku bunga yang suka naiknya kelamaan :). Insy lebih nyaman menabungnya.

Dokumen utama yang dibutuhkan saat membuka tabungan cukup membawa KTP dan NPWP. Selain itu, setoran awalnya sangat ringan hanya Rp. 50 ribu dan minimum setoran selanjutnya cukup mengeluarkan lembaran 10 ribuan. Hmm, ringan banget kan. Kita bebas menambahkan saldo setiap saat. Dan yang buat saya makin seneng itu, karena tabungan haji BRI syariah gak perlu mengeluarkan biaya admin. Untuk pengeluaran zakat 2,5 % nya juga bisa nego dulu di awal, jika bersedia silahkan centang kolom ya untuk pemotongan zakat, dan jika tidak juga dibolehkan saja. Nasabah alias kita juga mendapatkan gratis asuransi jiwa dan kecelakaan dan sudah bisa transaksi online dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Sebagai tambahan, buat teman-teman yang sudah memiliki anak dan ingin membuka tabungan haji bagi anak-anaknya juga bisa. Silahkan membawa fotokopi Kartu Keluarga saja pada saat mendaftar.

tabungan haji bri syariah

 

Oiya, salah satu kelebihannya adalah dana yang sudah ditabung di Tabungan Haji BRI Syariah, tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Dan ayang sudah ditabung murni untuk keperluan tabungan haji saja. Jadi memang tidak perlu mendapatkan kartu ATM. Kalo ada kartu ATM, bisa-bisa tabungan haji kita terpakai untuk kebutuhan lainnya. Ya kan?.. jujur ini sangat ngebantu banget buat saya yang suka tergoda untuk belanja-belanja 🙂 .

Bismillah, saya memulai tabungan haji saya saat ini. Mohon doanya ya dari teman-teman smoga cita-cita ini Alloh mudahkan 🙂

tabungan haji BRI syariah

Jika ingin penjelasan lebih lanjut, silahkan kunjungi laman websitenya Tabungan Haji  BRI Syariah atau kunjungi bank BRI syariah terdekat di kota teman-teman. Semoga setiap cita-cita teman-teman juga Alloh mudahkan 🙂

 

Referensi:

http://www.brisyariah.co.id/?q=tabungan-haji-brisyariah-ib