lebaran 2016

Dapat salam dari nastar lebaran 😀

Haloo dear.. sudah seminggu kamu aku tinggalin. Jangan marah ya, kalo belakangan ini aku cuekin. Mohon maklum, aku lagi kangen berat melihat wajah umak (panggilan saya untuk ibu)  n bapak, senyum nenek, tingkah Mikal, curhat ke kakak, berantem sama Nia, ngobrol sama abang, n satu yang buat aku seneng bangeett, bisa gendong ponakanku Shanza. Aaaahhh, kangen itu udah bertumpuk rapi. Jadi, pliis  jangan pundung kalo seminggu kemaren aku gak ketemu sama kamu. Tanpa mereka pasti lebaranku gak bakal asyik lho Di.

i1

Di, waktu cepet banget ya berlalu. Aku merasa banyak banget perubahan yang terjadi di rumah. Terutama pada umak n bapak. Mereka berdua sudah tambah tua Di. Kok aku gak nyadar-nyadar ya, kalo aku juga tambah tua. Hah, keasyikan main n keasyikan nge-blog nih kayaknya.

Kemarin siang, kulihat wajah umak saat sedang tertidur di ruang TV. Terlihat  nyenyak dalam tidur, mungkin karena  sangat lelah. Umak memang gak bisa diem Di, adaaaa aja yang dikerjain sama umak. Sebelum jam menunjukkan pukul 9 malam, umak selalu sibuk ‘nyari’ apa-apa yang bisa dikerjakan. Nyapu, ngepel, masak, nyuci piring, nyiram tanaman, belanja, dan lain-lain.. aahh banyak banget, n semua pengen dikerjain ama beliau. Umak emang susah percaya sama kerjaan ART, jadi alhasil umak lebih nyaman kalo ngerjain sendiri. Gak akan ketemu kata capek, kalo hari belum gelap. Super woman banget deehh beliau tuuhh.. Kalo gak ada kehebohan di dapur atau bersih-bersih rumah, lebaran gak akan asyik kan?

ied1ied1

 

Aku jadi teringat saat umak memintaku untuk tidak merantau lagi ke kota hujan. “Biar ada yang nemenin umak disini nak”, itu pintanya Di.  “Aku istikhoroh dulu ya mak”, jawabku pelan.
Di, kalo hatiku ditanya, aku  pengen banget bisa kerja di sini dan dekat dengan umak, bapak, dan semuanya. Tapi.. dengan pertimbangan logika dan kecenderungan hati, aku lebih memutuskan untuk berangkat lagi ke Bogor. Dan Alloh menolongku dengan keputusan umak yang mengizinkanku untuk merantau saja.

You know Di, itu keputusan beraaaat bangett. Awalnya, aku pengen milih tinggal di kampung aja, agar bisa bantu umak setiap harinya. Bisa dengerin curhat beliau n yang lainnya.  Tapii.. izin berangkat dari umak mengurai kegalauanku. Akhirnya aku merantau lagi Di.

Siang itu, ku tatap wajah umak yang sudah semakin menua. Ku rekam dalam fikiranku untuk menjadi oleh-oleh ku pulang ke tanah rantau. Kusimpan dalam hati agar menjadi bekal dan supply semangat saat sedang lelah dan butuh kasih sayang, haha.. you know me so well kan Di 😀

Umak, semoga lebaran taun depan aku masih bisa membuat lebaran lebih asyik lagi ya mak ..aamiin   

i2

Di.. aku sedih lagi nih hiks..

Masih ingetkan Di, apa yang terjadi dalam hidupku taun kemarin? Saat kamu rela aku marah-marahin yang ujung-ujungnya aku capek sendiri karena nangis sesenggukan. Maafin yak..

Di.. kamu tau nasihat terbaik dari yang paling baik dalam hidup ini? ? Aku dapat nasehat itu di tahun 2015 kemarin. Satu-satunya nasihat yang tak butuh mulut untuk menyampaikannya. Ia tak perlu indera lainnya. Ia hanya butuh mata dan telinga. Tak perlu banyak bicara dan waktu untuk menyampaikannya. Mata dan telinga lebih tau dan sangat peka untuk hal yang satu ini Di.

Kamu tau Di, nasihat terbaik dalam hidup itu adalah kematian. Dan, itu sebuah teguran maha dahsyat buatku Di.. Saat kamu gak bisa berbuat apa-apa untuk menolong orang-orang tersayang yang sedang tak berdaya di hadapanmu. Saat harta, jabatan, dan cinta tak memiliki pengaruh sama sekali saat ia datang. Ada kekuatan maha dahsyat yang sedang melingkupinya. Ia hadir bersamamu disana. Namun, kamu tak mampu menghalaunya sedikit pun. Tidak sama sekali. Saat kamu meminta dalam ketundukan terendah dalam tangis yang tak terhenti

“Jangan sekarang Tuhan, aku tak siap”, pintamu berulang-ulang dalam hati.  Namun, itu tak berarti lagi. Saat Malaikat Pencabut Nyawa ingin mengambil peran pentingnya, melaksanakan titah Sang Maha Pemilik Nyawa. Bukan IA tak tega menatapmu menangis, bukan IA tak bersedih saat mendengar isak tangismu, namun suratan di Lauhul Mahfuz perlu untuk ditegakkan, orang terkasih di hadapan harus pergi. Kembali kepada Sang Pemilik sejati.

“Ikhlaskan.. Ikhlaskan.. Doakan..”, kata-kata disekeliling yang menyadarkanku bahwa setiap yang bernyawa akan berujung kematian. Kembali ke tanah, kembali ke Allah.

Di,.. terkadang aku lupa bahwa ini hanya masalah perbedaan waktu. Kelak, pasti ada masa untukku jua kembali padaNya. Menepati janji kontrak diri yang telah kutandatangani saat dalam rahim ibunda. Siap tak siap, perjumpaan dengan Alloh itu pasti. Bantu aku untuk selalu ingat nasihat terbaik ini setiap detik ya Di.

Ya Rabbana, Maafkan atas segala keangkuhan kami, terimakasih atas nasihat ini. Jangan pernah jauh Ya Rabb, dekap kami selalu dalam jalan cahayaMu. Aamiin.

ied2ied3

i3

Dearr, kita ngobrol lagi yuk.. aku lagi mau cerita keseruan ngobrol dengan perempuan berumur 100 tahun. Aaahh, apa sih yang  kamu gak tau tentang aku ya Di. Ya, tebakanmu benar, kalo pulkam itu, selalu ada cerita  yang membuat terkesima dari nenek . Selalu ada momen asyik bersama nenek.

Iya, aku selalu takjub sama jiwa mandirinya nenek.  Meski sudah berumur 1 abad, nenek itu paling gak suka dibantu sama cucunya sendiri. Maunya nyuci piring sendiri, nyuci baju sendiri, masih rajin bantu masak, masih kuat untuk bersih-bersih halaman. Kalo orang luar liat, pasti dikata-katain kenapa perempuan renta masih dibiarikan bekerja.

“Aku pengen sehat, gak mau dibantu-bantu”  itu ‘keras’ hati nenek saat saya mau membantu beliau nyuci bajunya sendiri. Iya deh nek, alhamdulillah,  jadi cucianku juga gak bertambah, dalam hatiku sendiri. “haha cucu macam apa aku ini ya Di”, semoga dikutuk jadi anak soleha deh,  hihi.

Sehabis sholat dluha, aku suka menyambanginya. Menanyakan kabarnya, menanyakan tentang tidurnya tadi malam, nyenyak atau nggak,  minta makanan atau permen dari kaleng simpanannya (usil banget ya aku Di),  dan cerita akan berkembang menjadi cerita perjuangan saat zaman dulu. Cerita saat berjuang memenuhi kebutuhan keluarga setelah ditinggal meninggal sang suami, cerita saat masa penjajahan di kampung, cerita saat nenek banyak dilamar orang saat sepeninggal suami yang banyak ia tolak, dan banyak ragam cerita lainnya.

Buat aku Di, setiap kata-katanya  selalu sarat makna. Aku jadi makin sadar, jalan berliku yang aku lalui, bukanlah apa-apa dibandingkan apa yang telah dialami nenek. Aahh, masih secuil. Belom ada apa-apanya. Nenek salah satu wanita kuat  yang kukenal setelah umak.  Hidupku akan tambah asyik setelah mendapat nasehat nenek setiap tahunnya.

Cerita kehidupan nenek sering kujadikan cermin untuk berkaca bahwa hidup ini memang butuh perjuangan. Hidup ini hanya milik orang-orang yang terus berusaha dan bersangka baik pada Tuhannya. Setelah berniat, lanjutkan dengan usaha maksimal, setelah itu pasrahkan sepasrah-pasrahnya. Selesai, itulah hidup petuah nenek.

ied2

i4

Bersabar, satu kata kerja namun dilakukan oleh anggota badan yang tak terlihat. Lalu siapa yang melakukannya? Namanya adalah hati Di. Itu yang kupahami di lebaran tahun ini.

Hati ini punya pekerjaan berat dan ia tak memiliki timbangan untuk mengetahui beban maksimal yang ia mampu pangku. Tidak seperti timbangan yang beredar di pasaran, yang hanya mampu menimbang berat dengan maksimal 200 kg. Berbeda dengan hati, tak ada satuan yang ia miliki. Terus saja bertambah sesuai dengan kadar kemampuan kita menghadapinya yang telah dipercayakan Tuhan.

Di, ujian sabar itu tiba-tiba lho. Kayak siang tadi, saat aku sedang menggendong ponakan yang masih susah tidur. Sudah sholawatan satu album sampe kusut,  udah lari-lari kecil antara bukit shofa marwah, tapi tetap ponakan masih enggan tidur. Dikasih susu udah gak mau, dikasih makanan udah ogah. Berasa semua usaha sudah dilakukan. Namun usahanya mentok, eh Ponakan malah berubah posisi jadi berdiri karena mendengar ngeongan kucing. Malah maen dan ketawa-ketawa  liat tingkah kucing. Setelah itu, tak lama ponakan bosan sendiri dan tidur tanpa usaha berat.

Fiuuhhh, finally tidurnya nyenyak.

Momong dua ponakan selama lebaran jadi momen paling seru dan asyik. Kamu gak akan tau bagaimana serunya kalo kamu gak ngalamin sendiri Di 🙂

ied4

i5

Bukan lebaran namanya kalo lama waktu di dapur itu cuma sebentar. Lebaran gak akan lengkap kalo tidak berinteraksi dengan dapur. Mulai dari masak, cuci piring, buat minum, cuci gelas, terus cuci piring lagi, beres-beresin ruang tamu, masak air, cuci piring abis makan siang, cuci gelas bekas kopi, cuci piring lagi, masak nasi, en cuci piring lagi, itu aja yang berulang beberapa hari di saat lebaran.

Bener kan Di?.. makanya kita jarang ketemu.

Tapi ya.. serunya lebaran itu ya sibuk-sibuk di dapurnya. Namun, ada saatnya juga dong si Upik Abu ini memenuhi haknya untuk senang-senang.  Di hari ketiga lebaran akhirnya si upik abu ini diajak hang out. Haha, senengnya banget-banget. Apalagi yang gak lebih asyik selain seseruan bareng keluarga.

Yeaay, akhirnya kami jalan-jalan juga. Lokasinya kurang lebih ditempuh 2,5 jam dari rumah. Nama objek wisatanya adalah Aek Sijorni. Kalo diartikan dalam bahasa Indonesia, arti dari nama tempat tersebut adalah Air yang Bening. Saat saya masih SMP, pertama kali saya maen ke tempat ini, airnya masih sangat bening. Kinii.. sudah banyak perubahan di Aek Sijorni, sudah dibuat kolam renang besar di tengah lokasi. Air terjun dengan debit kecil masih dipertahankan sebagai objek utama wisata. Sudah banyak pondok-pondok kecil yang digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi pengunjung. Tak ketinggalan penjual yang memadati lokasi wisata. Makanan hangat  berupa mi instan  dan minuman jadi pasangan yang klop sesaat setelah kedinginan. Ditambah pemandangan alam nuansa hijau dan biru menyegarkan mata saat memandangnya. Wuaahhh, alamku permai nan cantik. Terimakasih Alloh.

ied6

Lebaran asyik itu adalah saat kita bisa menikmati keindahan alam bersama keluarga besar.

ied5

Air yang jadi rebutan saat mandi di Aik Si Jornih

Air yang jadi rebutan saat mandi di Aik Si Jornih

Lautan manusia memadati kolam renang Aek Sijornih

Lautan manusia memadati kolam renang Aek Sijornih

 

Oiya ladies, agar bulan Agustusmu semakin asyik, jangan ketinggalan nih. Akan ada upcoming event yang bakal seru banget dari Diary hijaber yaitu Hari Hijaber Nasional, yaitu:

Nama Acara: Hari Hijaber Nasional,

Tanggal: 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016

Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa,  Menteng, Jakarta Pusat

hari hijaber nasional

untuk informasi tentang event diatas, bisa liat di Ig @Diaryhijaber