“Kita akan lebih menghargai momen  kebersamaan setelah mengecap momen  kehilangan.”

Halo sahabat, kalian pernah gak sih merasa kehilangan? Kehilangannya boleh apa aja. Bisa kehilangan novel, jam kesayangan, hape yang udah kayak best friend ever, atau kehilangan dompet sampe se-isi2nya.  Pernah dong. Kehilangan duit gopek dari dalam dompet juga bisa dikategorikan kehilangan lho hehe.

Kayaknya setiap kita pasti pernah merasakan kehilangan suatu benda atau hal yang kita sayangi.

Pernah kehilangan orang yang dicintai? Orang tua, kakek, nenek, saudara atau sahabat? Pernah merasakan hal demikian? Kehilangan orang yang kita cintai karena menepati janji pulang pada Tuhan, adalah satu hal yang tak dapat dielakkan. Tak ada yang dapat menghentikan kematian kecuali Tuhan sendiri bukan?

Setahun yang lalu, saya kehilangan sahabat dekat saya. Orang yang selalu mampu memompa semangat saat saya berada di titik terendah sekalipun. Sudah banyak hari yang dilalui untuk mengejar mimpi-demi mimpi. Namun, Tuhan berkehendak lain. Sahabat saya pulang lebih dulu. Ia menepati janjinya menuju kehidupan yang lebih damai.

Sebuah apresiasi, hal yang sangat kurindukan dari sosok beliau. Kata-kata pelecut semangat atau penyeimbang akal seperti.. ‘Just hold on, take a deep breath. Let God do the rest” menjadi teman jiwa datang di momen-momen yang tepat. Dan semua apresiasi tersebut menjadi tambahan sumbu semangat kehidupan. Dan kini, kata-kata bijak darinya menjadi hal yang sangat dirindukan.

Terlebih pada saat sedang bahagia. Kita sangat ingin orang-orang terkasih berada dekat disekeliling kita bukan? Kalo gak bisa foto bareng orang tersayang, mendapat komentar positif dan apresiasi kebahagiaan pasti menambah kebahagiaan yang kita lewati saat itu.

app4

Kalo buat kamu, kamu perlu pujian gak sih kalo lagi bahagia ???

Buat saya pribadi, penghargaan itu gak penting n bahkan gak penting banget kalo kita udah siap kehilangan 4 hal ini. Mau tau apa aja? Ini dia ni:

  1. Penghargaan itu gak penting, kalo udah siap kehilangan cinta Tuhan

Nah lho, gimana cerita kehilangan cinta Tuhan? Logika sederhananya begini. Saya menyakini kalo  Tuhan menyediakan surga dan neraka untuk hamba-hambaNya. Menurut saya, surga dan neraka itu adalah bentuk apresiasi Tuhan atas jerih payah hambanya selama di dunia. Siapa yang mengikuti aturanNya, akan dibalasa surga. Dan sebaliknya, siapa yang berbuat hal-hal yang sesuka hatinya, bebas tanpa batas, ada neraka yang siap untuk menampungnya. Naah, tergantung kita sekarang, merasa penting atau tidak atas penghargaan dari Tuhan atau tidak.

  1. Penghargaan itu gak penting, kalo udah siap kehilangan orang-orang tercinta disekeliling kita

Dalam kehidupan pribadi saya, saya memiliki kedua orang tua, nenek, kakak, abang dan  adik-adik dan keponakan yang saya usahakan semaksimal mungkin untuk membuat mereka bahagia. Memberikan kebahagiaan kepada mereka adalah salah satu bentuk penghargaan untuk orang-orang tercinta yang ada disekeliling saya. Bentuk terimakasih atas segenap cinta yang saya rasakan berada di tengah-tengah mereka. Bekerja dengan baik, berbuat yang terbaik, saling menyayangi, saling tolong-menolong, saling menghargai antar masing-masing anggota keluarga menjadi bentuk penghargaan tertinggi yang kita dapat dari keluarga.

  1. Penghargaan itu gak penting kalo udah siap kehilangan cinta sahabat

Orang terdekat yang ada disamping saya setelah keluarga adalah sahabat. Dia yang keberadaannya selalu ada,  menemani saat-saat bahagia atau saat jatuh. Bahkan terkadang sahabat itu sudah seperti bagian keluarga. Cuma, beda bapak sama beda ibu aja J. Kalo perlu sesuatu, nanya ke sahabat dulu.

Seperti cerita saya diawal tadi, ada sahabat yang bisa banget memberikan apresiasi,  penghargaan, pujian, kata-kata penyemangat buat kita manusia yang memang suka diperhatikan. Kalo kamu punya sahabat kayak gitu, dijaga baek-baek ya 🙂

  1. Penghargaan itu gak penting kalo kamu udah siap kehilangan respek dari orang lain

Nah, kalo yang satu ini, efeknya lebih melebar. Orang-orang yang ada disekitar kita, misalnya tetangga, teman-teman di dunia nyata ataupun maya, ataupun  masyarakat secara umum perlu juga diberi penghargaan. Kenapa? Kita akan mendapat penghargaan kalo kita juga menghargai orang lain. Kalo kamu pengen dihargai, kamu juga harus menghargai orang lain dong. Kalo memang kamu gak butuh penghargaan, ya monggooo,, kamu gak perlu merhatiin hal ini.

Menurut saya, bentuk penghargaan kepada orang lain inilah  yang membuat kehidupan menjadi lebih adil. Sebuah penghargaan berbanding lurus dengan usaha yang telah dilakukan. Siapa yang berbuat lebih maka akan mendapatkan sesuatu yang lebih banyak pula. Misalnya saja,

Guru dengan segala jerih payahnya dalam mengajar mendapat penghargaan berupa gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ dan juga tambahan gaji yang disebut gaji ke-13.

Staf berprestasi memperoleh hak untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih baik dan juga tambahan gaji berupa bonus. Penghargaan terhadap peningkatan performa kerja.

app3

Aktor atau aktris terbaik memperoleh piala citra  dalam dunia perfilman.

Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil mendidik siswanya untuk  menghargai lingkungan hidup.

Penghargaan Adipura diberikan kepada kota yang berhasil dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan.

Penghargaan Kalpataru diberika kepada orang-orang yang menyelamatkan lingkungan.

Tanda kehormatan Satyalancana diberikan kepada pemangku negri berdasarkan kategori bentuk dan lama pengabdiannya.

Penghargaan Pulitzer bagi wartawan-wartawan yang berprestasi dan berdedikasi dalam meliput berita.

Bahkan gaji pensiun, adalah bentuk penghargaan dari pemerintah terhadapa PNS yang sudah memberikan pengabdiannya kepada bangsa.

Energi positif yang kita dapat atau kita bagi karena sebuah penghargaan, akan makin terasa saat kita bagi pada orang lain. Dan pada saat yang sama, ucapan selamat dan segala bentuk apresiasi akan semakin memacu semangat  untuk menghasilkan sebuah karya atau prestasi yang lebih baik lagi ke depannya.

5. Penghargaan itu gak penting kalo kamu udah siap kehilangan reward dari Sodexo 

Apa hubungannya sama Sodexo? Ya jelaslah ada hubungannya. Saya mengenal Sodexo karena memenangkan hadiah lomba blog. Iya, voucher belanja Sodexo saat itu ngebantu banget untuk menyalurkan hasrat belanja yang memang gak ada habisnya.

Pemberian hadiah lomba atau penghargaan kepada orang lain berupa voucher belanja manfaat banget, karena kita bisa belanja sesuai dengan kebutuhan dan keperluan kita.Jadi bisa beli apa aja itu intinya. Kini semakin banyak merchant yang bergabung dengan Sodexo, sudah ada 269 merchant dan 14.1170 outlet yang bergabung. Mau beli makanan, baju atau alat elektronik bisa pkai voucher belanja Sodexo. Info lebih lengkap bisa belanja dimana aja pake voucher belanja Sodexo bisa cek di  Merchant Sodexo.

Sodexo memberikan 7 jenis bentuk penghargaan yang dapat diberikan oleh sebuah organisasi atau perusahaan kepada stafnya agar lebih bersemangat dalam melakukan apapun. Ini dia 7 pilihannya :

Kalo kamu mau gabung dengan Sodexo, bisa liat-liat website Sodexo dulu 🙂

Kalo dilihat secara  psikologi, pemberian penghargaan pada diri kita sendiri akan meningkatkan self esteem (harga diri) kita sendiri. Harga diri ini sangat penting karena berbanding lurus dengan bagaimana kita memandang nilai kita secara pribadi. Semakin tinggi kita menghargai diri kita sendiri maka semakin tinggi pula kita memberi pengharapan pencapaian yang positif pada diri kita sendiri. Efeknya.. maka akan lebih banyak prestasi-prestasi yang bisa dicapai.

Terus, siapa yang gak kenal teori Om Maslow, teori yang mengklasifikasikan kebutuhan manusia dari yang dasar hingga yang kompleks. Kebutuhan pengakuan, manusia memiliki hasrat untuk memenuhi bentuk kebutuhan yang satu ini. Kamu juga butuh untuk dihargai atau diakui bukan?

Misalnya, pada tanggal 7 Agustus kemarin, saya memperoleh hadiah berupa beasiswa untuk mengikuti kursus bahasa gratis selama 2 semester di Jakarta. Kursus bahasa yang saya idam-idamkan selama ini. To be honest, perlu dana yang tidak sedikit untuk bisa mengikuti sebuah kursus bahasa. Dan Tuhan menjawab doa-doa untuk menggenapkan kursus bahasa yang udah lama saya tinggal.

penghargaan

Momen bahagia itu saya bagikan ke teman-teman melalui sosial media, facebook dan Instagram. Apresiasi dalam bentuk like dan komentar positif seperti Selamat ya.. , congrat Desi..  atau yang lainnya, menjadi penambah cadangan semangat untuk melakukan yang terbaik di hari selanjutnya. Momen bahagia adalah waktu yang tepat untuk menyebar energi positif kepada teman. Foto yang saya share di facebook mendapatkan apresiasi dari teman-teman sebanyak  100 like dan komentar-komentar positif.

apresiasi 2

Foto diatas saya sebar di instagram, sematan tanda ‘love’ merah dan komentar positif pada gambar turut menambah energi positif dalam diri.

Ssstt, anak kecil aja butuh penghargaan lho. Semakin sering kita memujinya, maka dia kan menjadi lebih bangga terhadap dirinya sendiri, yang akan menghasilkan lebih banyak lagi kebaikan dan prestasi yang ia buat.

So, kalo buat kamu penghargaan itu penting ato nggak?