“Hey, congratulation for your scholarship ya fren”.

“Felicitation”

“Chukkae”

Pasti kalimat sakral itu akan kamu terima kalo kamu berhasil memperoleh beasiswa. “Aaahh, it’s like a dreams come true ya”, kalimat-kalimat bahagia akan terus berlanjut seiring kebahagiaan yang terus mengular dan menular dari mulut ke mulut atau lewat timeline mu hari ke hari. Ratusan ucapan selamat akan kamu terima saat setiap momen bahagia seperti diatas terjadi.

Perjuangan dari tahun demi tahun, jutaan detik yang dilewati, malam yang dilewati dengan begadang seakan terbayarkan, lelah terasa hilang seketika, dan mata panda pun beranjak berganti binar cahaya saat kalimat sakti itu kamu dapatkan. Aaaahh, saya jadi kangen masa-masa perjuangan itu.

Percayalah kawanku.., rasa lelah akan berbanding lurus dengan nikmat yang akan diperoleh. 

Buat teman-teman yang masih sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa, atau teman-teman yang sedang menyusun lanjutan rencana pendidikan, beberapa hal dibawah ini perlu kamu kuasai sebelum bergabung menjadi sang scholarship hunter .

  1. Yakinkan Diri dan Mantapkan Niat 
Mantapkan niatnya dulu kawans courtessy: adwops.blogspot.com

Mantapkan niatnya dulu kawans
courtessy: adwops.blogspot.com

Hal ini penting banget teman. Kamu bener-bener harus meyakinkan diri dan memantapkan niat kalo kamu siap untuk menempuh sebuah perjuangan atau perjalanan hidup yang tak mudah dan tidak biasa. Memulai untuk menjadi salah satu scholarship hunter berarti memulai sebuah perjuangan yang berbeda dengan yang ditempuh orang lain. Terlebih bagi teman-teman atau orang sekitar yang memiliki pandangan berbeda dengan prinsip yang kamu miliki.  Jadilah “karang” pada hal yang kamu yakini benar dan bermanfaat, dengan begitu niatmu tidak akan tergoyahkan. Dan jika orang-orang di sekitarmu sangat mendukung, jadikan itu menjadi amunisi semangat untuk membuktikan mimpimu kepada mereka bisa menjadi nyata.

2. Minta Restu Kepada Kedua Orang Tua

Mendapat restu dari sepasang sayap itu penting banget Courtessy: detikforum.net

Mendapat restu dari sepasang sayap itu penting banget
Courtessy: detikforum.net

Minta restu ini penting banget lho! Restu dari kedua orang tua adalah ridho dari Alloh. Jika keduanya sudah memberikan restu untuk mimpi yang akan kamu perjuangkan, bersyukurlah, bahwa setiap langkahmu akan diberi kelancaran. Jika kamu menjemput impianmu tanpa restu dari keduanya, maka kamu ibarat terbang namun tanpa sayap. Sedih banget khan? Kamu akan tertatih-tatih melewati jalan impianmu. So, untuk setiap yang kamu miliki minta restu keduanya ya.

Cara meminta restu bisa saja dengan menyampaikan impianmu kepada keduanya. Tentunya pilih waktu yang okeh agar pesanmu benar-benar tersampaikan dan restu dari kedua orang terkasih ini bisa kamu dapatkan.

3. Kenali Negara Yang Akan Dituju

tentukan negara mana yang akan kamu pilih courtessy: playbuzz.com

tentukan negara mana yang akan kamu pilih
courtessy: playbuzz.com

Kalo udah mengantongi dua kunci diatas, ini waktunya kamu mengenali negara yang akan kamu tuju. Apakah kamu memilih untuk melanjutkan pendidikan di dalam negri atau di luar negri. Analisis pertimbangan-pertimbangan, tantangan, dan kesempatan dari setiap pilihan yang kamu buat. Tetapkanlah pilihan yang paling bisa kamu lakukan atau tempuh untuk memperjuangkan mimpi besar ini. Yang penting adalah, pastikan ilmu yanga kan kamu pelajari akan menjadi manfaat bagi dirimu sendiri, bagi keluarga, dan bagi nusa dan bangsa.

4. Sesuaikan Tes Kemampuan Bahasa Inggris Yang Akan Dipelajari

Dilema pilih TOEFL atau IELTS courtessy : kampunginggrismu.com

Dilema pilih TOEFL atau IELTS
courtessy : kampunginggrismu.com

Naahh, poin yang keempat ini tak kalah pentingnya. Bisa dikatakan ini jadi kunci utama untuk lulus di syarat beasiswa secara administrasi. Jika kamu memilih pendidikan di dalam negri, umumnya beasiswa yang dituju memberi syarat agar kamu menguasai ITP TOEFL . Nilai ITP TOEFL yang diminta umumnya diatas 500. Atau mungkin ada yang lebih rendah. Tinggal kamu cek ricek di website penyedia beasiswa. Tes ini terdiri atas listening, structure, dan reading.

Jika memilih pendidikan luar negri, kenali tes bahasa yang akan menjadi persyaratan mereka.  Tes ini penting untuk mengukur kemampuan teman-teman dalam hal membaca, berbicara, dan menulis. Ini jadi ukuran apakah teman-teman masuk kualifikasi untuk persyaratan beasiswa mereka.

TOEFL, itu tes yang paling tren duluuu di kalangan scholarship hunter. Tes ini dijadikan syarat kemampuan bahasa Inggris di negara-negara yang terletak di Amerika Serikat dan Kanada. Kini tes TOEFL yang diterima adalah jenis TOEFL IBT. IBT merupakan singkatan dari Internet Based Test, Tes ini dilakukan secara online di depan layar laptop. Kamu hanya punya beberapa detik dalam menyelesaikan setiap soal. Dan nilainya akan langsung dikirimkan ke pihak penyelenggaran TOEFL internasional, namanya ETS.

Lebih detail mengenai IBT TOEFL bisa dilihat di gambar ini:

Sekilas tentang TOEFL IBT courtessy : ninaardianti.com

Sekilas tentang TOEFL IBT
courtessy : ninaardianti.com

Negara yang menerima IELTS skor courtessy: idpielts.com

Negara yang menerima IELTS skor
courtessy: idpielts.me

Satu lagi, tes yang sudah naik daun sejak beberapa tahun yang lalu adalah tes IELTS. IELTS adalah tes kemampuan bahasa Inggris jika pilihan kamu untuk melanjutkan sekolah ke benua biru. Australia juga memilih tes ini sebagai salah satu persyaratan. Pastikan kamu memilih Academic IELTS   bukan yang satunya, General Training  yang diperuntukkan bagi yang mau bekerja di luar negeri. Skor yang biasa diminta mulai dari minimum 5,5 atau 6 atau 6,5. Nilai tersebut tergantung permintaan dari masing-masing universitas. Kamu juga bisa memilih universitas ujian berdasarkan kemampuan skor IELTS yang diperoleh.

Format tes IELTS courtessy: pesbd.com

Format tes IELTS
courtessy: pesbd.com

Selain tes bahasa ada juga penyedia beasiswa yang mensyaratkan skor GMAT, GRE atau jenis tes lain untuk jurusan yang spesifik. Lebih detailnya berbeda-beda untuk setiap beasiswa.

4. Join Dengan Milis Beasiswa

Salah satu milis beasiswa yang saya ikuti

Salah satu milis beasiswa yang saya ikuti

Sebaiknya, kamu bergabung dengan milis pencari atau pejuang beasiswa. Hal ini penting agar kamu memiliki lingkungan yang positif karena memiliki teman seperjuangan dengan tujuan yang sama. Milis ini juga bisa berperan untuk memelihara semangat kamu saat kelelahan belajar  atau kebingungan mencari info untuk translator atau buku TOEL/IELTS.

Milis beasiswa lewat yahoo mail yang saya ikuti sangat aktif. Ada masa saat saya sangat merasa kelelahan dan ingin berhenti di tengah jalan dan menyerah. Semangat yang menyebar di setiap email menjadi penyulut untuk bersemangat kembali.

5. Minta “Contekan” Tapi Susun Yang Original Ala Kamu

Be the Best Of You Courtessy: santabanta.com

Be the Best Of You
Courtessy: santabanta.com

Sssttt, ini contekan yang dibolehkan ya, bukan yang terlarang. Coba kenali para pejuang beasiswa terdahulu yang sudah sukses meraih impiannya. Minta contoh pemenuhan persyaratan yang telah mereka kirimkan saat waktu berjuang dulu. Misalnya motivation letter, life planning, atau essay yang disukai oleh masing-masing beasiswa. Hal yang harus dipastikan adalah kamu harus tetap jadi dirimu sendiri. Kamu hanya boleh melihat gambaran tulisan yang disukai penyedia beasiswa, but Just Be You.  “Make it Uniq”, itu pesan sahabat saya. Hidup yang kamu jalani kan hidupmu sendiri dan pasti ada bedanya dengan hidup milik sahabatmu.

Originalitas itu penting banget. Karena kekuatan dari apa yang kamu tuliskan akan teruji saat kamu di tes wawancara. Jika kamu tidak sejiwa dengan apa yang kamu tuliskan akan menjadi poin negatif yang tidak menguntungkan diri kamu sendiri. Kamu pasti gak mau kan? . Inget ya, Just Be The Best Of You.

6. Kenali Beasiswa Yang Dituju 

Setiap penyedia beasiswa memiliki  poin-poin tertentu yang menjadi titik berat dalam hal penilaian. Hal ini penting diketahui jika kamu telah dinyatakan lulus secara administrasi.  Maisng-masing beasiswa punya penilaian tertentu. Ada beasiswa yang menekankan pada sifat kepemimpinan, atau kegiatan yang berpengaruh terhadap masyarakat, kelinieran jurusan dari yang sarjana dengan jurusan master yang dipilih, kepentingan atau urgensi dari topik penelitian yang kamu rencanakan, hubungan baik antara dosen yang memberikan rekomendasi dengan dosen tujuan, atau bisa juga dipengaruhi oleh jatah jumlah peserta yang diminta.

KNOWING IS THE HALF OF THE BATTLE

Perlu kejelianmu untuk hal yang satu ini kawans 🙂

 

7. Berdoa, Berjuang, dan Berdoa

Tetap dan terus berdoa courtessy: passion4people.org

Tetap dan terus berdoa
courtessy: passion4people.org

Yang terakhir yang harus kamu lakukan adalah teruskan berdoa, teruskan perjuangan, dan tutup dengan tetap terus berdoa. Semua yang kita lakukan berujung pada takdir Ilahi bukan?.. Apapun hasilnya yang kamu terima, itulah yang terbaik. So, siapkan hati seluas samudera untuk menampung segala kemungkinan yang akan terjadi untuk menerima keputusan akhir dariNYA.

Man jadda wa jada, sangat penting Untuk Para Pejuang Beasiswa, Semangat Berjuang Teman!. Kalo kamu sudah punya hati yang kuat, niat yang kuat, dan jiwa yang kuat. Kamu siang mengarungi untuk menjadi salah satu pejuang beasiswa.

 

Selamat Berjuang Kawans ! ^_^