Reportase

Ketika Tinta Sejarah Berkembang Menjadi Drama Musikal Khatulistiwa

Beberapa siswa saya di kelas pernah saya tanyakan, pelajaran apa yang bikin mereka gak semangat belajar saat di kelas?  Beberapa ada yang menjawab pelajaran Bahasa Indonesia karena banyaknya contoh teks yang harus kita pelajari. Dan tak sedikit yang menjawab saat belajar sejarah yang isi keseluruhan pelajarannya adalah teks semua.

“Bosen mba”!

“Gak Menarik”!

“Itu udah masa lalu Mba, Move on dong Mba! Jangan mengingat masa lalu terus”

Pernyataan yang terakhir ini yang bikin aku celeguk dan nowel diri sendiri “Move on dong Deess?!” Haha, itu mah gurunya yang baper. Dan itu lain cerita ya 🙂

Menurut saya, mengajar ilmu sejarah itu banyak susahnya karena saya memang tidak ahli dalam mengajarkan ilmu yang satu ini. Yang paling saya ingat mengenai sejarah, adalah waktu duduk di bangku kelas 2 SMA, selebihnya belajarnya gak pernah berkesan.

Entah kenapa tehnik mengajar ibu guru sejarah saya saat itu, sukses membuat saya menyukai pelajaran sejarah. Beliau juga sukses membuat saya tanpa susah payah menghapal mati pelajaran sebelum ujian. Dan yeaayy nilai 9 di pelajaran sejarah nangkring di rapot.

drama musikal

Naahh, itu kan dulu ya. Kita ngomongin yang sekarang aja. “Move on dong Dess” hihihi. Begitu juga konsep yang diusung oleh Josodirjo Foundation dan Zig Zag Indonesia , move on dari sikap yang tidak mengenalkan sejarah menuju untuk pengenalan sejarah bangsa Indonesia. Bank CIMB Niaga menjadi support utama dari segi finansial. Selain itu dukungan dari Sunlife Finansial Indonesia dan Cikarang Listrindo, serta banyak yang lainnya turut serta mensukseskan acara ini.

Tiara josodirjo
Ibu Tiara Josodirjo, penggagas Josodirjo Foundation

Josodirjo Foundation telah memulai gerakan cinta bangsa dengan menggelar pertunjukkan Bawang Merah dan Bawang Putih dan Kampung Anak Indonesia pada tahun 2012 lalu. Inisisasi ibu Tiara Josodirjo ini layak diapresiasi karena mensosialisasikan kembali kebudayaan dan kekayaan Indonesia.

presscon
Talk show tentang Drama Musikal Khatulistiawa. Rio Dewantoro berperan sebagai Sisingamangaraja dan Kihajar Dewantara

Sejarah tidak dikenalkan dengan penyampaian cerita yang membosankan dan tidak menarik itu, tetapi kali ini sejarah Indonesia diperkenalkan lewat pertunjukan drama musikal. Drama musikal? Ya, sebuah drama perjuangan pahlawan bangsa dengan tambahan musik penunjang yang membuat cerita sejarah menjadi sangat menarik.

Josodirjo Foundation dan Zig Zag Indonesia memulai program sosial di awal tahun ini untuk mensosialisasikan dan membudayakan kekayaan seni, cerita, dan budaya bangsa Indonesia. Mereka mengemasnya dalam bentuk sebuah drama musikal khatulistiwa yang tentunya pasti menghibur dan gak ngebosenin.

Maraknya hero-hero atau kartun masa kini membuat generasi muda tidak mengenal sosok pahlawan bangsanya sendiri yang justru perjuangannya sangat berat di medan pertempuran. Mungkin mereka gak akan kenal Sultan Hasanuddin kalo  tidak ada di uang kertas. Atau mereka gak akan kenal Marta Christina Tiahahu, seorang pahlawan perempuan di Indonesia.

bung tomo

“Selama banteng-banteng di Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selam itu pula kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga” kata-kata Bung Tomo yang membakar semangat rakyat Indonesia atas ultimatum Inggris.

Ra kartini

RA Kartini yang memperkenalkan emansipasi wanita dengan bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang

Soekarno

Siapa yang belum kenal Ir. Soekarno? ” Beri aku 1000 orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” kalimat Pak Soekarno yang sangat terkenal dalam mengguncangkan semangat rakyat kal itu.

Produksi drama musikal khatulistiwa ini adalah untuk menghasilkan tontonan berkualitas bagi generasi millenial. Film khatulistiwa ini insy akan didistribusikan secara gratis ke 5000 sekolah di awal tahun 2017. Saya berharap, semoga bisa lebih banyak lagi DVD gratisnya, agar lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang mengenali sejarahnya sendiri.   Dari hal ini, rasa cinta nasionalisme terhadap bangsa juga semakin meningkat. Nilai-nilai teladan dan karakter pahlawan di dalam drama musikal tertanam dalam jiwa-jiwa anak bangsa.

drama musikal
Beberapa pemeran tokoh sejarah dalam drama musikal khatulistiwa

Drama musikal “Khatulistiwa” tidak hanya akan bercerita tentang perjuangan pahlawan, namun juga akan berisi cerita masa kecil para pejuang bangsa.  100 talent muda dan anak-anak dari sabang sampai merauke akan berperan serta menjadi tokoh sejarah dalam drama musikal. Aktor kawakan Rio Dewantoro juga menjadi salah satu diantara talent muda berbakat itu. Tarian tradisonal, nyanyian, dialog, dan dialek dipelajari dengan sungguh-sungguh selama 5 bulan lebih untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pertunjukkan drama musikal. Teater Peqho menjadi rumah bagi talent-talent berbakat tersebut. Kabarnya, mereka latihan mulai dari jam 5 pagi sampai jam 11 malam lho. wiihh saluuttt !!.

ayah-anak
Penuturan cerita sejarah dari sang Ayah pada anak

Drama musikal khatulistiwa ini bermula dari penuturan cerita pahlawan dari seorang ayah kepada anaknya. Kamu gak akan sempat ngantuk sedikitpun kalo lagi nonton pertunjukan ini. Cerita sejarah dalam drama musikal ini bekerjasama dengan  Pak Asep, seorang sejarawan dan juga guru sekolah.

Drama Musikal Khatulistiwa ini akan dipentaskan pada tanggal 19-20 November di Taman Ismail Marzuki. Bookmarked di kalendermu ya. Jangan lupa beli tiketnya dulu di www.kiostix.com. Setiap tiketmu akan berubah menjadi peluru dan pelecut untuk semakin cinta bangsa. Ajak teman-temanu juga  untuk nonton rame-rame.

So, Don’t miss it  tanggal 19-20 November di Taman Ismail Marzuki Jakarta! 🙂

tinta sejarah

 

Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di media sosial Musikal Khatulistiwa dibawah ini ya :

Facebook : Musikal Khatulistiwa
Twitter : @M_Khatulistiwa
Instagram : @musikalkhatulistiwa
Website : www.musikalkhatulistiwa.com

Ada info lagi nih Sobat, buat yang suka nge-vlog. Ikuti Vlog Competition #AksiDariHati. Ada hadiah berupa kamera Action Cam,tiket Musikal Khatulistiwa serta hadiah hiburan senilai jutaan rupiah untuk 3 video terbaik lho. Untuk infonya bisa diliat di Aksi Dari Hati.  Periode upload video dari 4 Oktober – 8 November 2016. Pendaftaran video paling lambat tanggal 22 Oktober 2016 pukul 17.00 WIB.

Tema lombanya adalah “Ceritakan hal yang sudah kamu lakukan untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, pasangan, sampai lingkungan sekitar yang membuatmu layak disebut PAHLAWAN. Siap?..  Segera upload ya vlog nya 🙂

 

 

Related Post

25 thoughts on “Ketika Tinta Sejarah Berkembang Menjadi Drama Musikal Khatulistiwa

  1. Sukaaa banget dengan drama musikal. Dulu sering nonton. Sekarang gak pernah lagi. Jadi penasaran dengan drama musikal yang ini. Belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan…

  2. Nah yang seperti ini nih mbak kayaknya harus dibanyakin diadakannya karena anak muda jaman sekarang kebanyakan sudah lupa akan sejarah perjuangan jaman dahulu dan itu sangat memprihatinkan sekali.

    1. Menonton itu membuat topik berat jd lebih ringan ya 🙂
      kenapa menunggu dvd dramanya?? 🙂 , kan bisa nonton tanggl 19-20 nov besok 🙂

  3. drama musikal ini sangat bagus sekali acaranya bisa juga untuk mengembangkan atau mengingatkan sejarah kepada anak-anak atau bahkan untuk anak remaja dan orang tua. ya ngga mba 😀

    1. Bner bangeettt mbaa, drama musikal sejarah ini bagus bgt untuk media belajar sejarah tidak hanya bagi anak-anak namun jg bagi orang dewasa mba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *