September dan Oktober bulan yang diakhiri dengan ber.. ber.. dan Β ber… Kata -ber ini merupakan singkatan dari kata ember. Bulan yang identik dengan guyuran hujan dan becek dimana-mana. Waktu yang ‘memaksa’ kita untuk bawa jaket, sweater atau payung setiap harinya. Kalo gak, maka siap-siap untuk berbasah-basahan atau masuk angin. Hadeuuhh, masuk angin itu bukan penyakit orang tua aja lho. Kalo udah masuk musim hujan, penyakit ini sangat akrab bagi siapapun. Jika sakit menyerang, pasti akan mempengaruhi precious moment kita.

Lalu apa hubungan musim hujan, sakit dan precious moment ?

Precious moment itu adalah momen yang sangat berharga dalam kehidupan kita. Salah satu precious moment dalam kehidupan kita adalah saat dimana kita berkumpul dengan keluarga besar. Momen sekali setahun saat lebaran jadi momen yang sangat ‘precious’ bagi saya sendiri. Setelah bekerja selama 1 tahun, pulang kampung saat lebaran adalah momen yang sangat dirindukan. Walaupun berlelah-lelah saat mudik, semuanya terbayarkan lunas saat melihat wajah kedua orang tua, nenek dan saudara di rumah. Tidur panjang, request lauk untuk emak seakan jadi agenda wajib yang tersirat di rumah. Dan mungkin ini berlaku bagi anak rantau saja.

Precious moment untuk setiap orang itu bisa berbeda-beda. Kalo kamu, apa precious moment dalam hidupmu? Cerita doong πŸ™‚

Buat saya, selain precious moment diatas, saya punya precious moment yang terjadi setiap harinya. Bisa mengajar dan menulis adalah hal yang sangat berharga Alloh anugerahkan dalam kehidupan saya. Menggeluti dua profesi ini menjadi kebahagiaan bagi saya setiap harinya. Kenapa saya merasa bahagia?, karena saya berdiri dan menjemput rezeki setiap harinya dari dua passion saya ini. Jika tidak melakukan salah satunya, ada sebagian jiwa saya yang hilang, dan merasa perlu untuk terpenuhi. Menulis dan mengajar seperti powerbank, recharge energi, bagi saya pribadi.

Menjadi seorang blogger dan juga sekaligus guru punya tantangan yang berbeda-beda. Waktu 24 jam, dikurangi 5 atau 6 jam untuk tidur, harus dibagi sedemikian rupa, agar tak satu pihak profesi pun merasa tersakiti atau di nomerduakan.Β Jika sebagian orang memberi saran harus memfokuskan di salah satu pekerjaan saja, saya memilih untuk bisa fokus di dua pekerjaan yang saya pilih dengan sadar. Saya lebih memilih untuk melakukan dua pekerjaan tersebut daripada galau tingkat dewa untuk meninggalkan salah satunya.

Sebagai seorang guru, saya harus bertanggungjawab dengan susunan jadwal mengajar yang sudah di amanahkan kepada saya. Dan selanjutnya saya harus bisa tetap menulis di blog, memenuhi janji event, dan reportase agar hidup blog bisa terus berlangsung. Menebar manfaat lewat tulisan dan perkataan.

***

Saat sakit datang menyerang. Apa yang harus dilakukan?

Saat Sakit, Kamu Kehilangan Precious Moment-mu

Saat Sakit, Kamu Kehilangan Precious Moment-mu

Setiap diri kita dikasih ujian sesuai dengan kemampuan kita sendiri. Kamu setuju kan sama petuah itu. Dengan memegang amanah sebagai guru dan blogger, saya suka dibilang sibuk sekaleeee. Karena memang masih banyak yang harus saya lakukan dalam mengelola blog. Kalo kata anak millennial, manusia sekarang itu adalah anak jejet (gadget). Kamu juga anak jejet bukan?

Dengan setumpuk pekerjaan yang saya punya, terkadang saya tumbang juga. Saya harus menghadap ke pemilik jaket putih di klinik pengobatan. Ketemu dulu sama Ibu atau Pak dokter. Gak usah ragu dan bimbang.

Percayalah, di sekian persen uang yang ada dalam dompetmu, ada hak untuk orang-orang disekitarmu, termasuk membayar jasa dokter dan beli obat.

Ini contoh sederet kegiatan saya yang akhirnya sukses menghantarkan saya untuk berobat dulu.

kerja2-1Β kerja2

 

Aktifitas yang melebihi kapasitas diri, telat makan, job lebih utama, masuk angin, diguyur hujan, kena banjir, dan badan yang tidak lagi fit mengharuskan untuk say welcome untuk demam, flu dan pusing. Akhirnya, saya dihadiahi ‘souvenir’ dari dokter, berupa “obat dan nasehat”.

obat dokter

Berteman dulu dengan obat

Setelah sakit, baru sadar kalo sehat itu sangat berarti. Sehat itu adalah anugerah yang harus dijaga dengan baik. Untuk fit kembali, tentu butuh waktu.Β 

 

Atas saran dari seorang sahabat,saya disarankan untuk minum multivitamin agar lekas fit.

“Beli aja di apotik, Theragran-M namanya”.

Theragran-M?

Iya.Β 

Oke, Baiklah. Aku beli dulu.Β 

Karena direkomendasikan oleh orang yang ngerti dunia obat-obatan , saya terima saja sarannya. Dan berniat untuk mengkonsumsinya. Setelah beli di apotik, saya mengkonsumsinya setelah sampai di kantor.

 

14686069_10209174865141569_1178867763_n

 

Setelah lihat kemasan Theragran-M lebih teliti, produk ini adalah keluaran dari Taisho-Jepang. Theragran-M ini berisi berbagai macam vitamin dan mineral. Gak hanya satu jenis vitamin yang biasanya ada di produk multivitamin lainnya. Theragran-M mengandung vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, C, dan E serta berbagai mineral penting seperti iodin dan besi. Kolaborasi vitamin dan mineral ini tersalut dalam satu tablet theragran-M. Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.Β 

Komposisi Theragran-M

Komposisi Theragran-M

Tidak hanya mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, jumlah atau kadar yang terkandung di dalamnya sudah memenuhi standar minimum konsumsi untuk masing-masing vitamin dan mineral. Menurut saya Theragran-M ini cocok banget sebagai vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh agar lekas fit, setelah sakit.

Ini sedikit share tips dari saya agar tetap sehat πŸ™‚

 

 

Dengan melakukan 7 tips tadi, insy kita akan tetap sehat. Dengan sehat, kita selalu bisa melakukan precious thing in everyday, sehingga precious moment-mu akan selalu jadi milikmu.

Lekas Fit Setelah SakitΒ 

Setelah mengkonsumsi obat “oleh-oleh” dari dokter, saya tidak lupa untuk mengkonsumsi Theragran-M. Setelah mengkonsumsi multivitamin ini, saya merasa lebih prima. Flu saya menjadi lebih ringan dari sebelumnya. Batuk juga jadi sesekali saja, tidak sesering sebelum konsumsi. Badan terasa lebih fit dan lebih siap dan bersemangat untuk beraktifitas kembali.

Welcome sehat, Welcome my precious moment ^_^

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.”