Reportase

Pesona Seribu Nuansa Wastra Nusantara

Indonesia dengan seribu pulaunya mengandung keanekaragaman budaya yang melahirkan ragam wastra nusantara yang apik nan cantik. Wastra secara bahasa memiliki arti, kain. 14 November kemarin, saya berkesempatan untuk menghadiri Pameran Kain Tradisional Nusantara di Museum Nasional. Pameran kain ini melibatkan 34 museum se-nusantara, SMK 27 Jakarta dan didukung penuh oleh Yayasan Batik Indonesia.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya di awal acara, memompa semangat saya sekaligus menjewer saya. Mengelitik nurani, hal apa yang telah saya perbuat untuk negeri Indonesia tercintah ini. Berasa masih jauh dari cita-cita yang dulu pernah tertanam dalam jiwa.

Namun galau mellow itu segera berganti dengan decak kagum. Semburat rasa bangga hadir dan membelalakkan mata saya saat dan tentunya tamu undangan lainnya. Sesaat setelah MC mempersilahkan tari pembukaan memeriahkan pembukaan acara.

Tari Pasambahan yang berasal dari Padang dengan kostum merah keemasan mengawali kekaguman saya akan negeriku. Rentak langkah para penari diiringan dengan hentakan musik yang mengiringi. Aahh, Indonesiaku aku cintaaahhh 🙂

Temen-temen bisa ikut menikmatinya disini 🙂

Selain Tari Pasambahan, ada Tari Pontanu (asal Kalimantan) dan Tari Ubung (asal Minahasa), dan semuanya membuat saya makin cintaahh pada Indonesia.

tari kalimantan
Tarian dari Minahasa

Setelah menikmati sajian tarian tradisional, pameran kain dibuka oleh Dirjen Kebudayaan. isshh, dari tadi udahgak sabaran euy melihat arena pameran kain. Berikut beberapa potongan pameran kain yang tertangkap kamera saya.

kain tradisional
Pakaian Kontemporer Dari Jayapura-Papua

 

kain tradisional
Kain Tradisional dari Nusatenggara Timur

 

Pameran ini terlaksana dengan kerjasama dengan beberapa provinsi di Indonesia. Pameran kali ini adalah yang ke-6 kalinya. Awalnya di tahun 2007 diadakan di Bali, kemudian Lampung (2012), Jawa Tengah (2013), Jawa Timur (2013), dan terakhir Sumatera Barat (2015).

Kain nusantara memiliki kekhasan tersendiri. Mulai dari teknik pembuatan, sifat hingga fungsinya.Berdasarkan fungsinya, kain nusantara ini memiliki banyak ragam. Ada yang dikhususkan untuk kain sehari-hari. Selain itu ada yang bernilai sakral sehingga hanya dipakai pada momen khusus. Kain nusantara ini juga memiliki corak dan motif yang memiliki nilai filosofis.

Selain pameran kain, diadakan juga seminar dengan tema “Lestari Wastraku, Lestari Negriku”.  Tujuan seminar adalah untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang keragaman kain nusantara.

Ibu JUdi Achjadi (kurator tekstil) da Ibu Dinny Jusuf (Pendiri Torajamelo) menjadi pembicara seminar
Ibu Judi Achjadi (kurator tekstil) da Ibu Dinny Jusuf (Pendiri Torajamelo) menjadi pembicara seminar

Pameran kain ini sangat berkesan bagi saya secara pribadi. Kenapa?

Mulai dari makanannya khususnya pecal nusantara yang mengantri mengular. Yup, kita mengantri panjang demi sepiring pecal yang wanginya mengisi ruangan. Sayur, kripik kacang, kerupuk gendarr, menyatu dengan gurihnya sambal kacang. Hmmm, sedeeepp banget deh.

img_20161114_104032

img_20161114_104448

Ada tambahan satu lagi nih, spot yang udah saya tungguin dan teman-teman lainnya. Spot untuk membatik. Yeaaayyyy, setelah sekian lamaaa akhirnya kesampean juga untuk belajar ngebatik. Sangat bersemangat sayaaa. Yuukk Yuukk Yuukkk!!!.

batik

Ternyata membatik itu tak gampang, ada tekniknya. Perlu lekukan sedikit saat memainkan canting di atas kain. Kalo gak, lilinnya akan meleber kemana-mana, yang membuat hasil batikanmu kurang indah. Kami dari Asinan Blogger sempat mengabadikan nama grup saat membatik kemarin. Aahhh seruuu banget deehh 🙂

Buat kamu yang juga cinta kain tradisional, bisa langsug ke museum nasional. Acaranya berakhir sampai tanggal 20 November ini. Saya kurang tau, apakah tarif masuk diberlakukan pada saat pameran atau tidak. Tapiii, tarif masuknya gak mahal kok cukup Rp. 5000 rupiah untuk dewasa dan Rp. 2000 untuk anak-anak. Murah banget kaan 🙂

Info lebih lanjut bisa ceki2 infonya di
FB: Museum Nasional Indonesia
Twitter: @MuseumNasional
Instagram :museum_nasional_Indonesia

 

5 thoughts on “Pesona Seribu Nuansa Wastra Nusantara

  1. Indonesia memang kaya batik. Jika bepergian ke luar negeri saya tak lupa membawa hem batik untuk acara tertentu
    Saya juga memiliki tenun ikat dari Lombok loch.
    Terima kasih reviewnya
    Salam hangat dari Jombang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *