Namanya Pak Royani. Beliau salah seorang driver ojek online. Entah kenapa dari awal ketemu, saya melihat ada yang berbeda dari si Bapak. Pembawaannya sangat rapi. Memakai kemeja, celana panjang licin dan jaket hitam yang rapi. “Jaketnya gak dipakai Pak?” tanya saya memastikan apakah beliau benar-benar driver yang akan mengantar saya. “Maaf Mba, Saya baru 2 minggu jadi driver, pihak sananya keabisan jaket, jadi belum punya jaket ijo itu. Maaf ya, helmnya juga belum yang warna ijo”. Ini aplikasi saya, atas nama Royani” jelas Si Bapak. Penjelasannya yang beruntun dan memastikan benar-benar nama beliau di aplikasi mengusir buruk sangka saya.

switchable me

Sepanjang perjalanan terjadi percakapan seru, yang tentunya didominasi si Bapak. Beliau  salah satu sosok switchable yang saya kenal. Umurnya sudah 40 tahun. Beliau baru resign dari sebuah perusahaan pesawat ternama di negri ini. Pilihan yang sudah lama ditetapkannya. Umur 40 tahun saya wajib resign, kata beliau, ia ingin lebih menikmati hidup. “Life begins at 40” , mungkin prinsip si Bapak.

Kini ia berperan double. Memilih mode switchable dalam pekerjaan yang ia jalani saat ini. Pukul 8 pagi hingga sebelum zuhur, ia kan menjadi driver ojek online. “Saya ingin berada di masjid sebelum waktu sholat Mba”, sebutnya di tengah percakapan. Kalimat  yang buat adem di bawah terik mentari. Kegiatannya akan dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan. Perannya yang lain adalah menjadi pemilik usaha laundry yang terbilang ramai di daerah saya. Setelah itu ia akan melanjutkan jadi driver kembali hingga malam menjelang. Pukul 8 atau 9 waktunya pulang, saya beristirahat dan ketemu anak-anak,  tambahnya.

Beliau sempat berpesan kepada saya di ujung perjalanan, “Segesit apapun kamu bekerja ketika muda, tetap dahulukan sholat 5 waktu”, nasehat yang makjleb Pak. Terimakasih atas sharingnya yang sangat manfaat.

Itu kisah switchable me Pak Royani.

*Btw, saya sudah izin ke Pak Royani untuk menuliskan kisahnya.

 Mungkin benar kata Stephen Hawking,  “Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan adalah satu bentuk kecerdasan,”

Ini kisah switchable me ala saya.

Sebagai seorang pengajar di bimbingan belajar, kemampuan untuk bisa ‘berubah-ubah’ sering banget saya lakuin.  Yap. Ini karena saya punya tanggungjawab untuk ngajar dari si pemilik seragam merah putih sampe si putih abu-abu. Saya harus punya tombol automatic switch di dalam fikiran saya.

switchable me

Si teacher on action 🙂

Hmm, pas awal-awal, gak gampang. Saya ngerasa udah kayak kehilangan kepribadian aja.haha iya lho! Tapi lama-kelamaan enjoy aja, karena yang dipikirkan adalah goal besarnya. Yaitu, siswa bisa nyaman belajar bersama saya dan mereka bisa memahami materi yang sedang dipelajari. Kalo dua-duanya tercapai, aahh berasa sebagian beban hidup itu berkurang.

Kalo ngajar anak SD, saya berusaha menyelami dunia mereka  yang lebih suka fun learning dan bergerak selama di dalam kelas. Materi ajar harus diupayakan sebisa mungkin dengan bahasa yang ‘down to earth’ alias membumi. Materi yang sifatnya hafalan baiknya diberikan dalam bentuk nyanyian. Atau dalam bentuk matching words saat menghafal kata yang baru. Biar mereka lebih enjoy dalam menghafalnya. Jadi, kalo pengen dengar saya nyanyi, insy ketemu kalo saya ngajar anak SD, hehe. Interaksi di dalam kelas harus lebih aktif bergerak. Umumnya mereka lebih suka dilibatkan untuk menguasai white board daripada white book. Mengajar anak SD itu menuntut kekreatifan dan ‘olahraga’ di dalam kelas :D.

Lain halnya, dengan anak SMP. Fiuuhh, ngajarin anak-anak ABG labil itu menantang banget. Siswa-siswa SMP itu kan lagi masuk tahap pencarian jati diri, labil banget, dan moody banget. Nguras hati banget kalo gak siapp mah.  Si anak-anak labil ini, kalo di kelas harus dipenuhi satu kebutuhan wajibnya. Mau tau? Siapin telinga dengerin curhat mereka. Misalnya  nih, mereka curhat cowo-cowo ganteng di sekolah, gosip dan tren yang lagi IN.  terima ‘tembakan’ cowok ato nggak, opsi CLBK, cerita kondisi atau masalah keluarga, cara belajar yang baik, hingga masalah sahabat yang suka terjebak friendzone.

Yang gak enaknya, kita bisa jadi imbas, pas lagi ada yang baru putus. Kelas bisa jadi rame banget atau malah jadi berubah suasana sepi. Stay calm ajalah ngadapin dunia mereka yang emang labil. Jangan malah jadi ikutan stress. Terakhir, saya ditangtangin harus ikutan mannequin challenge sebelum belajar.  Aiihh, kebayang ramenya kan ? 🙂

Buat saya pribadi, suatu kebahagiaan banget kalo mereka percayain curcolnya ke saya. It means, mereka sudah mempercayakan cerita penting mereka untuk dibagi dengan saya. Hal ini punya dua impact positif. Pertama, itu pertanda mereka sudah nyaman belajar dengan saya. Yang kedua, tujuan belajar insy bisa dengan mudah tercapai.

Gimana belajar dengan yang putih abu-abu? Part ini mah, gak usah diceritain yak :D. Ini waktunya saya, switch pikiran untuk lebih tenang.  Anak SMA itu apalagi ngajar kelas 12, bawaannya kaleeeemmm aja di kelas. Yang penting dikasih ‘makan’ pake soal-soal, mereka pasti anteng. Sayanya juga jadi ikutan kalem. Gak banyak gerak  kecuali pas menjelaskan. Selebihnya kasih soal dan bahas soal aja. Kan mereka udah ‘jinak’. Udah tau, kalo masuk universitas tujuan itu gak gampang. Butuh mengerjakan banyak dan beragam jenis soal. It’s a serious time :).

Itu cerita saya, ketika men-switch diri menjadi guru.

Selain sebagai pengajar saya juga memiliki profesi sebagai seorang blogger. Profesi yang saya sadari harus diseriuskan setelah mendapat nasehat dari para tetua, mendapat berbagai kesempatan luar biasa, dan ragam hadiah yang bikin ngeblog itu makin tambah asik.

I was there beacuse of blogging

I was there because of blogging

Memasuki dunia menulis bagi saya, ibarat membuka dunia baru yang memberikan peluang lebih banyak pada mimpi terpendam saya.  Jalan-jalan gratis baik dalam negri maupun luar negri, ikut projek menulis, dapat  hadiah ini itu lewat nulis. Asyik banget deh!

Dilain sisi, saya dapat tawaran mengedit tulisan dan laporan, menterjemahkan jurnal, membuat pesanan artikel, sampe jadi ghost writer. Peluang itu saya terima semua. Selain mendapat tambahan pundi-pundi, tentunya untuk mengasah kemapuan menulis saya. Saya juga jadi lebih banyak mengenal blogger–blogger dan penulis dan belajar dari kegigihan dan kepiawaian menulis  mereka.  It’s a blessing job.

Baru-baru ini, saudara sepupu saya, mengajak saya untuk mendesain baju/gamis anak. Katanya, saya punya kemampuan dalam melihat sebuah fashion style. Dan dia perlu back up hal itu. Hmm, satu hal yang takkan pernah saya tau kalo dia gak ngomong.  Saya rasa biasa saja 🙂

Tawaran itu saya iyakan dengan sedikit tertawa. Iya, saya menertawakan diri saya sendiri. “Kali ini apalagi Des?!, Masih kurang double job? Jadi triple job? Emang situ punya waktu?”. Pertanyaan-demi pertanyaan yang monolog saya lakukan. Pertanyaan yang  tidak saya paksakan untuk dijawab. Biarlah waktu yang menjawab, kalo katanya lagu hihi.

Si Tukang gambar lagi pilah pilih

Si Tukang gambar lagi pilah pilih

Dengan tawaran job baru itu, saya membekali diri agar tau jenis-jenis kain. Kain mana yang adem dan mana yang enggak. Harus tau harga kain!. Ini penting banget agar si pemilik modal bisa menentukan biaya produksi dan harga jual nantinya. Menyegarkan mata dengan melihat fashion dari luar dan yang lagi tren. Mana komponen yang bisa di mixmatch namun tetap menjunjung tinggi visi produk pakaian yang kami tetapkan.  I enjoy my job . Thank you Alloh.

Untuk mendukung passion, kebutuhan pekerjaan dan tanggungjawab saya yang menyedot waktu perlu didukung device yang mumpuni. Device yang bisa multitasking buat saya yang gak bisa diem. Antara profesi, hobbi, dan passion semuanya bisa tetap jalan.

Dilihat dari keunggulannya, Acer Switch Alpha 12 bisa banget jadi sahabat  buat support kebutuhan saya.

  1. Switchable yang gesit

Acer Switch Alpha 12, teknologi hybrid dari Acer yang bisa jadi notebook sekaligus  switchable jadi tablet. Sebagai blogger yang terus belajar saya harus selalu gesit dalam menangkap sebuah peluang.

acer

Dari Notebook bisa jadi Tablet, WOW banget kan?

Lowong ngajar, saya selalu sempatkan  cek media sosial (facebook, twitter, dan Instagram), cek grup WA yang gak pernah sepi, cek email biar gak kudet. Walo terkadang saya sering ketinggalan berita khususnya ketika jam ngajar. Tumbuhnya blogger baru dan semakin berkembangnya dunia blogger, persaingannya semakin ketat kawans. Jadi butuh teman yang gesit kayak si Acer Switch Alpha 12 ini.

Di lain waktu, di sela-sela ikutan lomba blog atau nyelesein postingan, tiba-tiba notification email berbunyi. Ada panggilan tugas latihan soal mandiri dari koordinator guru yang wajib segera dilaporkan. Dengan lebar 12 inchi milik Acer Switch Alpha ini, saya bisa dengan leluasa melihat tampilan soal –soal english text yang terkadang pakai vocabulary tingkat dewa.

Lihat deh, kegesitan si Acer Switch Alpha 12 di video ini

  1. Teknologi fanless  (tanpa kipas) yang multi fungsi
  • Teknologi fanless bikin nyaman

Ngomongin tentang fanless, saya punya cerita yang buat gak nyaman saya. Pernah tuh ya.. saya pulang rada kemaleman abis dari sebuah event. Kalo udah kemaleman, saya memilih untuk nginep di kosan  teman yang lokasinya di daerah Pondok Cina. Jadi, saya gak malem banget  sampe Bogor-nya. Peralatan ‘perang’ yang wajib dibawa adalah laptop tercinta. Kebetulan malem itu, waktunya  deadline lomba. Mau nambah polesan kata di konten postingan yang  memang idenya datang pas hari DL-nya. Aahh dasar deadliner :D.

Setelah sholat dan bebersih diri, isi perut lagi, saya mulai menyalakan laptop. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. Tinggal sebentar lagi waktu menuju deadline. Berhubung teman saya juga punya kegiatan esok paginya. Ia jadi istirahat duluan. Dan tinggallah saya yang masih ketak ketik tuts keyboard.

Sebenarnya saya sudah gak enak-an dengan tombol keyboard saya yang terus berdetak. Setiap huruf yang diketik menghasilkan suara yang terus beruntut. Ditambah lagi bunyi tombol backspace jika saya salah menggunakan huruf. Suara malam itu seharusnya lebih tenang, jika saya tidak berada disana.

23.50. Angka yang terlihat di sudut kanan bawah dari laptop. Saya sudah selesai medaftarkan postingan lomba. “Nguuuuuungggg……” bunyi yang tiba-tiba keluar dari laptop saya. Bunyi hanya sekali. Namun bunyi itu  yang seketika membangunkan teman saya. Ia memang sensitive sama bunyi meski udah tidur sekalipun. Dalam keadaan masih mengantuk dan mata tertutup “Bunyi apa tu Des?” , tanya teman saya. “Nggg…. Ini si laptop lelah kayaknya”, jawabku pelan dengan sedikit rasa bersalah karena sudah mengganggu tidurnya.  “Oo..”, balasnya pelan tanpa membuka mata dan terus melanjutkan tidur. Dan tinggallah saya dalam rasa tak nyaman.

Teknologi Liquid Loop di Acer Switch Alpha 12

Teknologi Liquid Loop di Acer Switch Alpha 12

Acer Switch Alpha 12 yang fanless akan menjanjikan sebuah kenyamanan. Sistem pendingin dengan teknologi Acer Liquid Loop TM yang menggunakan pipa yang berisi cairan pendingin. Dengan teknologi tersebut, overheating di notebook bisa dihindari. Gak ada lagi bunyi ‘ngung’ yang bikin gak nyaman.

acer

Bakalan gak ada suara nguuuuung lagi 🙂

  • Teknologi fanless bikin notebook bebas debu

Teknologi fanless ini juga buat notebook gak dihinggapi debu.  Kan yang bikin debu itu masuk adalah udara yang dibawa oleh kipas konvensional yang biasa ada di laptop. Kayak laptop saya saat ini yang suka saya bersihkan pakai slime. Pada tau kan slime itu apa? Sejenis mainan penghilang stress yang saya kenal dari siswa saya tapi ampuh banget ngilangin debu di tombol-tombol keyboard. Hmm, jadi bye2 slime deh 🙂

credit photo: cnet.com

Bye bye Slime  🙂 credit photo: cnet.com

  • Teknologi fanless jaga performa notebook

Dengan kemampuan liquidloop TM yang mendinginkan, maka perform notebook akan tetap terjaga. Tidak adanya overheating membuat baterai notebook jadi lebih tahan lama.

Di sela-sela weekend, saya juga ikut beberapa event blogger yang membutuhkan smartphone atau alat ber’perang’ dengan baterai yang tahan lama. Bawa powerbank memang udah wajib banget. Tapi kalo ketinggalan kan bisa mati gaya. Dengan teknologi Acer Switch Alpha 12, kekhawatiran notebook atau tablet jadi  lowbat gak ada cerita lagi. Ya kan?

I need to write anywhere

I need to write anywhere

  • Teknologi fanless buat betah berlama-lama

Hayo ngacung buat yang suka nonton korea sebelum tidur? Atau kamu yang suka menikmati ‘me time’ nya dengan seharian nonton korea. Naahh, ini saya banget nih. Kalo pas lagi stuck ngeblog karena kelelahan. Nonton drama korea berlama-lama itu releasing stress banget. Berasa lebih fresh. Bonusnya malah dapat ide tulisan baru abis nonton.

Berlama-lama nonton depan laptop saya pasti punya banyak gaya nonton.  Pas awal nonton, badan masih bisa duduk tegak. Setelah dua atau tiga episode, posisi badan mulai menurun. Kaki yang tadi masih berlipat, kini jadi selonjoran. Kini laptop berpindah. Awalnya ada di meja kini ada di pangkuan. Dan setelah tambahan beberapa episode, posisi tubuh kini sudah tiduran. Bertumpu di bantal empuk. Dan laptop pun ikut berpindah dari pangkuan berganti posisi menjadi di atas tempat tidur. Laptop pun ikut menikmati empuknya busa kasur. Kondisi laptop yang makin panas gak bisa dihindari. Bawahan laptop dikasih tumpukan buku untuk menyalurkan panas.

Kondisi diatas akan berbeda cerita  kalo laptopnya diganti dengan notebook hybrid dari Acer. Teknologi fanless-nya bisa buat betah berlama-lama. Mau dipangku atau berada diatas tempat tidur, Acer Switch Alpha 12 bisa disesuaikan suka-suka posisinya. Kalo udah fresh lagi, saya sudah siap untuk ngajar, ngeblog dan mendesain kembali.

  1. Available pen untuk mengabadikan ide
Hmm, my hectic sticky notes

Hmm, my hectic sticky notes

Jujur nih, kalo laptop saya itu full banget sama sticky notes. Area paling cepat yang saya jangkau ketika terlintas ide-ide tulisan, quote-quote penting yang jadi pengingat, atau kelak jadi bumbu sedap dalam menulis novel yang masih belum kesampaian.  Tak heran kalo teman-teman yang tak sengaja matanya melihat laptop saya baru nyala, pasti kata takjub dan weleh-weleh lainnya keluar dari mulut mereka.

Saya tidak merapikannya? Iya. Karena bingung mau merapikan ke file doc yang mana. Haha gini nih kalo kebanyakan impian tapi belum bisa termanage dengan baik.

Dengan adanya pen yang sudah jadi bawaan dari Acer Switch Alpha 12, lintasan yang ditempuh akan lebih cepat dan ringkas. Tinggal ambil pen yang letaknya terjangkau banget (ada di tepian notebook) terus tulis deh. Lupa atau ide yang sudah kadung terbang karena harus nyalain laptop dulu udah end ceritanya. Dengan Acer Switch Alpha 12, Saya bisa menangkap ide dan menawannya dalam sebuah tulisan.

active_stylus_gallery_2

Si pulpen kece

switch_alpha_12-benefitwow-images-05

Letak pulpennya di sisi keyboard

Kabar bahagianya lagi, tangan saya lagi gatel banget gambar-gambar model gamis.  Belakangan sih saya masih sering bertumpu dengan lembaran kertas kosong yang ada di sekeliling.

Sahabat yang bisa mendukung kebiasaan baru saya dalam menggambar

Sahabat yang bisa mendukung kebiasaan baru saya dalam menggambar

Pernah malah kejadian, rebutan pensil dengan ponakan yang juga lagi seneng-senengnya menggambar. Setelah selesai menggambar, ponakan juga pengen ambil bagian di hasil akhir. Coretannya di sana sini sedikit mengurangi keindahan bagi yang melihat jadi tak terelakkan. Gak brenti sampe disitu, dia juga menyita hasil gambarnya.  Seru banget deh kalo udah bagian rebutannya, hehehe. Meski gak rela, harus tetap ngalah sama yang lebih muda 😀

Maafkan saya memang masih pemula 😀

Kalo punya Acer Switch Alpha 12, bakalan makin kece dan makin bersemangat untuk menggambar model gamisnya. Atauuuu… makin seru rebutan sama ponakannya ya, hehe. We’ll see ya 🙂

  1. Slim itu meringankan
acer

Acer si Slim

Bekal dan tumbler minum, laptop, payung, alat tulis, smartphone adalah beberapa benda yang wajib dibawa kalo saya lagi bersemedi di depan laptop di kamar. Pilihan benda-benda yang tidak menyiksa punggung adalah satu keharusan. Kalo berat, tentunya ada yang harus dikorbankan untuk tinggal. Benda wajibnya adalah laptop. Kalo punya notebook slim pasti sangat meringankan saya. Tidak hanya meringankan beban punggung tapi juga meringankan beban hidup saya, haha just kidding.

Kamu setuju-kan kalo notebook slim itu meringankan beban hidup? J Tablet Acer Switch Alpha ini relatif ringan, hanya dengan berat gak nyampe 1 kg. Cuma 0,9 kg.  Sangat mengurangi beban punggung saya yang selama ini ‘manggul’ laptop 2 kg. Waw, tulang saya kuat ya, haha. Butuh minum susu lebih banyak 😀

Itu cerita kisah hidupku, (tsaah :D) menjalani double job yang kini perlahan menjadi triple job. Doakan saya kuat kakaaakk :D. Kalo double job itu penting untuk  menggandakan rezeki. Triple job itu bagi saya untuk keseimbangan hidup.

Acer Switch Alpa 12 akan sangat membantu 🙂

Bagaimana kisahmu?

switchable me

sumber foto acer :

http://www.acerid.com/

https://us-store.acer.com/

Related Post