Tergoda ituuu..  asalnya dari penasaran. Penasaran ini akan naik kelas menjadi setia, setelah merasakan kenikmatan yang ditawarkan.

Mungkin ini yang benar-benar terjadi pada saya. Saya awalnya penasaran untuk merasakan kelembutan si bika bogor. Meskipun tinggal di Bogor, saya tidak tau kalo Bogor itu punya Bika. Taunya bika itu hanya bisa ditemui kalo lagi pulkam atau dapat oleh-oleh dari temen.

Perkenalan saya dengan si Bika ini, gak sengaja. Saat itu saya sedang rapat kerja. Dan salah satu sahabat saya menghidangkannya sebagai kudapan.

“Ini beneran Bika dari Bogor”, tanya saya menegaskan.  Hmm, saya masih kurang percaya, ternyata bika itu beneran dari kota hujan. Begitu yang tampak jelas tertulis di kemasannya. Saya kembali mengamati kotak tersebut dan membaca tulisan demi tulisan disana. Dan, what!. Tak terasa satu potong bika  sudah saya habiskan. Dan jujur saya masih ingin mencobanya. Rasa coco pandan-nya sangat pas menyatu dengan secangkir teh tarik  pagi itu. Tapii… aku sedikit jaim untuk nyomot lagi. Lagi rapat kerja bo!. Malu sayah!. Saya  kembali fokus ke notulensi.

Saya dan rekan kerja jatuh cinta ke Bika Bogor Talubi

Saya jatuh cinta dan ingin menebarkan cintanya 🙂

Saya suka kekenyalan teksturnya. Tidak terlalu berminyak. Rongganya lembut. Dan pas di lidah.  Dan ini yang membuat saya semakin jatuh cinta ke Bika Talubi ini.

Saking sukanya, saya promote bika Talubi ini ke teman-teman terdekat.

Saat istirahat siang di kantor, bika talubi ini menjadi rebutan. Tidak semua rekan saya tau kalo bika ini memang asli kepunyaan Bogor. Malah mereka bertanya pada saya, “Mba Desi emang pulang kampung?”.  “Dapat bika dari mana?”. Dan pertanyaan lainnya yang juga senada.

Ada juga yang duduk terdiam merasakan kelembutan si Bika Talubi ini.

“Hmm, lembutnya PASS Mba Des, Aku suka!” , kata yang terlontar dari mulutnya saat menikmati kelembutan bika.

“Belinya dimana?”, tanyanya. Aku mau mampir ahh, nanti sepulang dari kantor.

Dengan bersemangat saya menjawabnya. “Ada di jalan baru sama yang disebrang gedung Bale Binarum yang dulu Mba”? Tau kan ya?, tanya saya memastikan.

“Oo.. oke, tau tau”, jawabnya pasti.

Banyak yang tergoda kelembutannya Bika Bogor Talubi 🙂

Tak perlu waktu yang lama untuk menghabiskan sekotak bika talubi ini

 

Anak Kecil juga Suka Bika Bogor Talubi

Cerita lainnya, saat saya memperkenalkan bika talubi ini ke keponakan saya. Umurnya 3,5 tahun. Malam itu, Aidan sedang bermain dengan mainannya. Aidan suka banget  mainan hewan. Saat saya menyodorkan sepiring berisi bika talubi, perhatiannya mulai teralihkan.

“Apa itu?”, tanya Aidan penasaran.

“Ini… namanya biiika, Enak lho.. Cobain deh”!, kata saya.

Dan gambar dibawah ini menunjukkan reaksi tulus dari seorang anak kecil karena kelembutan si Bika Talubi. 🙂

Aidan sangat enjoy makan bika talubi malam itu 🙂

…..

Dan tak berapa lama, ibunya Aidan datang duduk mendekat.  Ia mengambil dan mencoba satu bulatan bika ini.

“Hmm, enak nih!”, responnya spontan.

Besok, saat ketemu klien, saya bawain ini  aja deh. Kemasannya cantik. Tampilannya juga menarik. Gak perlu harus nyari pisau dulu. Size-nya sudah sangat pas di mulut”. Ibu yang satu ini memang sangat teliti menilai sebuah produk yang baru ditemuinya.

 Oleh-oleh khas Bogor

Bika Bogor Talubi ini memang masih baru, khususnya bagi saya. Tapii.. bika ini sudah memiliki tempat di hati saya. Di hati teman-teman dan rekan kerja saya. Di hati anak kecil seperti Aidan. Dan di hati kalangan ibu-ibu. Bika Bogor Talubi ini sudah melekat di ingatan. Dan kelembutannya sudah menempel di lidah. Kalo udah begini, Bika Bogor Talubi jadi salah satu pilihan andalan untuk oleh-oleh khas Bogor.

 

Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi)

Bika Bogor Talubi ini bisa banget jadi salah satu camilan sehari-hari. Apalagi buat saya, gak harus nunggu pulkam dulu baru bisa menikmati kelembutan bika.

Saya sempet mengobrol dengan salah satu staf disana. Info yang saya dapatkan, bahwa kualitas bika yang diproduksi menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Bika Bogor Talubi. Setelah bika matang, akan dilakukan proses pendinginan terlebih dahulu selama kurang lebih 2-3 jam sebelum pendistribusian. Hal ini penting, agar bika yang akan dikemas bisa tahan lama dan dalam kualitas yang terbaik saat sampai di tangan konsumen. Jika suhu kelembabannya pas, maka kelembutan bikanya pun dapat terjamin.

Fakta tentang Bika Bogor Talubi 

  1. Tokonya sangat nyaman  dan asri saat berbelanja

 

2. Staf kerja yang bersahabat dan welcome banget

3. Kalo masih ragu kelembutannya, dicoba dulu aja 🙂

4. Varian rasa yang sangat beragam

5. Sudah mendapat serifikasi halal MUI

6. Kertas lapis dalam kemasannya unik

7. Media sosial Bika Bogor Talubi lengkap

Kalau kamu gak tergoda, berarti  merugi lho! 🙂  Coba rasakan sendiri kelembutannya 🙂

Salam sukses untuk Bu Yeni, owner Bika Bogor Talubi.  Saya suka banget bikanya.