Kalo ditanya kapan terakhir kamu berolahraga?

Temen-temen bakal jawab apa?

“Sebulan yang lalu”

“6 bulan yang lalu”

“Minggu kemaren”

“Hmm,, kapan ya??” , ini saking gak pernahnya olahraga 🙂

 

Olahraga menjadi salah satu hal yang ‘malu-malu’ untuk dikerjakan. Tak jarang justru malah banyak yang meninggalkannya. Terlebih saya, saya seringnya justru olahraga jari saja, tanpa meluangkan waktu untuk olahraga yang melibatkan seluruh tubuh.

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HarGaNas) yang jatuh pada setiap tanggal 29 Juni setiap tahunnya, saya dan teman blogger lainnya mendapat pencerahan tentang “Pentingnya Aktifitas fisik agar keluarga terhindar dari Penyakit Tidak Menular (PTM). Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes  merasa perlu untuk mengadakan sosialisasi tema penting tersebut.

Beberapa penyakit tidak menular yang kini banyak dialami masyarakat antara lain, hipertensi, obesitas, stroke, diabetes, penyakit jantung coroner, dan gagal ginjak kronis . Penyakit tidak menular tersebut disebabkan oleh gaya hidup yang minim aktifitas fisik.

Apalagi yang membuat kita makin malas bergerak, kalo bukan karena pengaruhnya canggihnya komunikasi saat ini. Mau apa, tinggal klik, dan tunggu saja dengan duduk manis, barang yang ditunggu akan datang di hadapan setelah sepersekian menit menunggu. Semuanya sudah di’manja’kan oleh teknologi. Kalo badan sudah berasa lebih susah untuk bangkit, disitu baru tersadar kalo diri butuh olahraga, atau butuh diet.

Tidak hanya lansia saja yang mengalami penyakit tidak menular ini, kini juga menyambangi anak-anak hingga usia produktif. Sangat miris bukan?

Apa aja sich manfaat yang kalo rajin olahraga??. Ini dia nih

  1. Cara termudah untuk mencegah penyakit
  2. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  3. Jadi lebih kuat dan lebih sehat
  4. Memudahkan dalam mengendalikan berat badan
  5. Membuat hidup lebih berkualitas

Kalo kamu pengen dapat 5 manfaat di atas, gak ad acara pintas lainnya selain lewat jalan olahraga.  Gampang kan? 🙂

Kalo kamu tetep punya segudang alasan gak bisa berolahraga karena kesibukan yang gak ada habisnya. Kamu harus punya trik tersendiri dalam menjalankan setiap aktifitasmu.

Misalnya nih, buat temen-temen yang sibuknya di rumah. Jangan sibuk olahraga jari aja di depan laptop or di depan gadget aja. Sediakan waktu untuk bermain bersama anak, mengasuh anak, membersihkan rumah, mengepel, atau pekerjaan rumah lainnya.

Buat kamu yang pekerja kantoran, tambahlah aktifitas di belakang meja menjadi beroleh manfaat olahraga. Misalnya gunakanlah tangga lebih sering daripada memanfaatkan fasilitas lift atau luangkan waktu untuk mengikuti kegiatan senam pagi di kantor.

Selalu ada banyak cara bagi mereka yang mau manfaat lebih banyak bukan? 🙂

Namun, ada pesan yang disampaikan oleh Dr. Michael Triangto SpKO, seorang pakar kesehatan olahraga. Jika ingin mendapatkan manfaat dari olahraga, olahraga yang kita lakukan harus memenuhi prinsip BBTT. Apa itu BBTT??

BBTT merupakan singkatan dari Baik, Benar, Terukur, dan Teratur.

  • Baik

Baik dalam arti harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan. Tidak menimbulkan kerugian, dilakukan di lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan tidak rawan cedera. Jangan lupa untuk menggunakan sepatu yang nyaman saat berolahraga ya.

Misalnya:

Berolahraga harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Untuk pemula dapat dimulai dengan jalan atau jalan cepat selama 10 menit, setelah itu durasi ditingkatkan secara bertahap. Setelah mencapai durasi 30 menit, latihan fisik dapat diganti dengan aktivitas lain seperti bersepeda, berenang, dan senam aerobik. Bukan langsung aerobic, kasian tubuhnya kaget. Khawatir nanti berujung sakit.

  • Benar

Benar dalam arti harus melalui proses tahapan olahraga yang benar. Seperti mulai dari pemanasan, latihan inti, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan.

  • Terukur

Terukur maksudnya adalah harus terukur intensitas dan waktu latihannya. Olahraga bukan sembarang, berapa lama kita melakukannya dan pada waktu kapan saja dilakukan harus jelas terukur dan tercatat. Jadi manfaat yang didapat pun bisa akurat.

  • Teratur

Yang terakhir adalah teratur. Setelah Baik, Benar, Terukur hal yang paling penting diinget, adalah harus teratur. Bukanlah tentang emosi semangat sesaat. Setelah tidak bersemangat lalu lupa tentang tujuan olahraga semula. Misalnya teman-teman menetapkan waktu olahraga dengan waktu 3-5 kali seminggu. Oiya, jangan lupa waktu istirahat juga dikasi selang waktu ya  🙂

Untuk lebih mudah menerapkan gaya hidup sehat, Kementerian Kesehatan punya gerakan yang diberi nama CERDIK agar cita-cita hidup sehat dapat lebih mudah tercapai :

  • Cek kesehatan berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres