“Cepet banget nih dompet tipis.

Mau beli apa-apa,  berasa mahal.

Coba kalo lagi di Indo, pasti udah bisa beli banyak.

Lah pas disini, jadi cuma beli satu”.

Saya dan dua teman lainnya merasakan hal yang sama. Berasa banget nilai mata uang Yuan yang jumlahnya tak banyak di dompet semakin sedikit. Saya dan teman-teman bukanlah orang yang sering melakukan perjalanan luar negri. Saat itu kami bertiga, berangkat ke negeri tirai bambu karena memenangkan salah satu lomba blog. Jadi masing-masing kami, sama-sama masih buta negeri yang akan dikunjungi. Sama-sama buta menukarkan uang ke money changer. Sama-sama buta melewati proses imigrasi. Pokoknya berangkat dengan bekal semangat dan uang jajan yang juga disediakan oleh pihak penyelenggara lomba. Pokoknya baca bismillah dan rapal doanya harus kenceng nan panjang. Namanya juga anak muda 🙂 . Pantang Mundur.

Pengalaman saat membeli oleh-oleh di Negeri China. Dok. Pribadi

 

Banyaknya pelancong dari Indonesia dan Malaysia menjadikan para pelaku usaha disana, umumnya menguasai Bahasa Indonesia. Kondisi kami yang memakai hijab, menjadikan pelancong Indonesia lebih mudal dikenal. Karakter wajahnya masih Asia.  Jadi, niat hati bisa ngobrol sama teman untuk berapa harga wajar untuk menawar suatu barang, langsung ciut. Karena pedagang disana mampu berbahasa Indonesia dengan baik.  Belanja oleh-oleh disana, udah kayak belanja di tanah abang. Hehehe.

Tapi, yang patut diacungi jempol adalah, mereka keukeuh untuk memakai mata uang mereka saat transaksi. Ketika itu, saya menawarkan membayar pakai rupiah saja dengan nilai yang sebanding, mereka menolak. Salut!. Patut diacungi jempol.

Rupiah, Mata uang yang berdaulat.

Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Saat berada di negri orang, mau tak mau harus mengikuti peraturan pemerintah negara tersebut. Sebaliknya, di negri kita tercinta, rupiah-lah harusnya satu-satunya yang berdaulat.

“Rupiah menjadi satu-satunya alat tukar yang sah dalam proses pembayaran di seluruh wilayah Indonesia ”.  -Peraturan Bank Indonesia No.17/3/PBI/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah- Menolak pakai rupiah, siap-siap membayar denda sebesar 1 miliar rupiah.

 

Saya rakyat yang cinta rupiah, ditambah kalo pas lagi beli nasi padang. :D. Dok. Pribadi

Ada beberapa di wilayah di Indonesia yang masih menggunakan mata uang lain saat transaksi. Misalnya saja wilayah Entikong, Kalimantan Barat, Batam, Kepulauan Riau, dan Bali.

Entikong

Di wilayah  perbatasan, seperti Entikong dan wilayah pelabuhan seperti Batam, masih terbiasa menggunakan mata uang lain selain Rupiah, yaitu Ringgit Malaysia.  Wilayah Entikong ini merupakan wilayah perbatasan antara Kalimantan Barat dengan wilayah Sarawak, Malaysia Timur. Kondisi geografi ini memungkinkan timbulnya berbagai alasan. Dengan beberapa alasan, masyarakat perbatasan disana menggunakan ringgit karena lebih praktis, lebih simpel dan karena tidak gampang basah.  Selain itu, karena banyaknya pelanggan dari Malaysia yang suka berbelanja ke Entikong. Penggunaan ringgit dan rupiah secara bersamaan jadi hal yang biasa.

Penggunaan uang rupiah dan ringgit secara bersamaan. Dok. Detik.com

Batam

Masih ada yang menggunakan dolar Singapura di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Alasan pemakaiannya karena harganya lebih stabil, lebih mudah ditulis, dan banyaknya ekspatriat yang tinggal di Batam. Walikota Batam sudah mengeluarkan aturan kewajiban penggunaan rupiah disana. Siapa yang melanggar harus siap-siap dikurung paling lama 1 tahun atau membayar denda sebesar 200.000.000 rupiah.

Bali

Banyaknya wisatawan asing di Bali, memicu digunakannya mata uang lain selain Rupiah.  Transaksi berupa pembayaran tarif hotel dan pembayaran makan minum di restoran masih ada saja yang menggunakan dollar. Bali merupakan tempat wisata dari berbagai mancanegara. Baiknya peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh setiap pelaku usaha untuk menjaga kestabilan rupiah. Jika bukan kita, siapa lagi yang membantu Rupiah berdaulat di negerinya sendiri?

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yaitu kewajiban penggunaan uang rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang dan atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah NKRI.

Cinta Rupiah,  Pakai Rupiah

 

Mau beli makan, pake duit.

Mau beli minum, pake duit.

Duit.. duit.. duiittt.

Semuanya harus pake duit.

Salah satu lirik lagu dangdut di suatu masa (sedikit diubah liriknya).

 

Seluruh kegiatan yang dilakukan sepanjang hari , bisa dibilang harus pake duit. Pake rupiah tentunya.

Mau mandi, nyalain pompa air, butuh listrik. Agar rumah dialiri  listrik, tentu kita butuh rupiah untuk beli token listrik.

Mau nelpon keluarga, pasti butuh pulsa. Atau butuh kuota. Buat beli pulsa, kita butuh rupiah juga.

Untuk dapat hidup layak, kita butuh rupiah.

 

Sejak tanggal 1 April 2015, Bank Indonesia telah mengeluarkan kewajiban penggunaan pemakaian rupiah di setiap transaksi. Jika kita menggunakan ruiah, maka nilai tukar rupiah akan stabil. Semakin banyak yang menggunakan rupiah maka makin tinggi nilai rupiah di antara mata uang negara lain. Nah, manfaatnya balik lagi ke kita juga kan?.. Kalo cinta rupiah, pakai rupiah. Sesederhana itu.

 

Aku Indonesia, Cinta Rupiah

 

Apa saja yang bisa kita lakukan sebagai wujud cinta rupiah, ini dia beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Menjaga kualitas dan keutuhan rupiah

Baik uang kertas dan uang logam, keduanya sama-sama harus dijaga dan dirawat. Tidak ada pilih kasih antara keduanya.

Mata uang Rupiah memiliki beberapa kriteria standar untuk rupiah yang layak edar , yaitu :

Tidak lusuh : karena jamur, minyak, bahan kimia atau coretan.

Menjaga agar uang kertas tetap mulus di dalam dompet. Dok. Pribadi

Tidak rusak :  karena terbakar, berlubang, hilang sebagian, robek atau uang yang mengerut.

Tidak palsu : menyerupai Rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan

 

Untuk uang logam, juga harus dijaga. Saya punya dompet kecil khusus uang logam.

Dok. Pribadi

Jangan sampai uang logam dalam dompet seperti kondisi dibawah ini:

Pernah ketemu uang logam kayak contoh diatas teman?

Oiya, ini himbauan 5 Jangan untuk merawat rupiah kita 🙂

Berikut larangan merusak uang :

  1. Menggunakan rupiah saat belanja transaksi online sesuai aturan

Dunia millennial mengakrabkan kita untuk melakukan transaksi  belanja secara online. E-commerce lokal dan internasional banyak bertebaran di internet. Penggunaan mata uang rupiah tetap harus digalakkan saat melakukan pembayaran jika masih bisa dilakukan dalam bentuk rupiah.

 3. Mampu dan mengetahui cara mengecek keaslian uang

Cara mudah mengecek keaslian uang yang sudah banyak kita dengar adalah dengan 3 cara, yaitu :

A. Dilihat

Pada saat uang kertas dilihat, kita bisa melakukan pengecekan berdasarkan :

  • Warna uang yang terlihat jelas dan terang

  • Adanya benang pengaman putus-putus

  • Adanya perubahan warna pada logo BI

  • Adanya gambar tersembunyi multi warna

B. Diraba

  • Adanya teknik cetak khusus

  • Adanya kode tuna netra

 

C. Diterawang 

  • Adanya watermark dan ornamen
  • Logo BI akan tampak saling isi

Lebih jelasnya bisa menonton video dibawah ini :

 

https://www.youtube.com/watch?v=vj0NYsT6d1E

 

4. Mengetahui cara mencegah terjadinya pemalsuan uang 

Berikut beberapa cara untuk mencegahnya :

 

 

 

5. Belanja aset dan seluruh transaksi keuangan dengan menggunakan rupiah

Seperti yang sudah kita bahas diatas, setiap detik kita butuh pertolongan rupiah untuk memudahkan dan melancarkan segala urusan kita. So, dengan memakai rupiah semuanya akan menjadi lebih mudah.

6. Turut menjaga keindahan alam Indonesia 

Indonesia punya keindahan alam yang tak kalah dengan luar negri bukan man teman? 🙂  Dengan menjaga, melestarikan, menyebarkan nilai positif di media sosial tentang keindahan alam Indonesia mampu memberi sumbangsih untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Semakin banyak wisatawan asing, maka rupiah makin dicari, dan nilai mata uang kita akan semakin tinggi.

Aek Sijorni, salah satu tempat wisata di daerah Tapanuli Selatan

Selain itu, membiasakan diri dan keluarga serta sahabat terdekat untuk membayar tarif hotel, bayar restoran dengan menggunakan rupiah, saat berada di wilayah NKRI.

7. Turut mengedukasi anak atau sahabat untuk mengenali uang asli

8. Turut mengkampanyekan gerakan Cinta Rupiah 

Sebagai seorang social media enthusiast, blogger mampu menjadi pemberi efek positif, penyebar kampanye positif yang banyak membantu dalam sebuah hal positif. Semoga salah satu resolusi 2018 untuk menjadi positive influencer dapat tercapai.

9. Terus bergerak untuk menjadi warga yang kreatif dan produktif

Niatan ini tidak lain hanya untuk turut membantu penggerak roda perekonomian di negri tercinta dengan membuka usaha atau pekerjaan bagi warga yang membutuhkan.

Yuk Buat Rupiah berdaulat. 

Kamu cinta Indonesia juga kan? 🙂

Referensi :

http://www.bi.go.id/id/rupiah/uangrupiah/Documents/UangRusak.pdf

http://batam-dine.com/2013/07/mata-uang-yang-dipakai-batam/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3209508/cerita-warga-entikong-yang-lebih-suka-pakai-ringgit-dibanding-rupiah

http://www.bi.go.id/id/rupiah/video/Contents/default.aspx

http://www.bi.go.id/id/rupiah/materidownload/Default.aspx

http://www.bi.go.id/id/rupiah/pencegahan_penanggulangan/Documents/ModusPemalsuanUang.pdf

 

Refrensi video  dan foto :

http://www.bi.go.id/