Duuhh, kebetulan ini lg kesel banget sama tetangga rumah, jadi pengen banget nulisin ini biar keselnya jadi bermanfaat. 🙂

Saya tinggal di rumah kontrakan, yang halamannya memang gak ada pagarnya. Jadi, dari pintu luar langsung aja teras dan bersahabat dengan dunia luar. Dan disinilah konflik dimulai.

Ada tetangga yang memang suka banget buat acara kumpul-kumpul. Kategorinya tergolong sering banget kalo kata saya. Mulai dari pengajian, kumpul-kumpul, bakar-bakar ayam, untung bukan bakar-bakar kambing yah, eh tapi gpp juga sich 🙂

Yang ngeselinnya, kalo mereka lagi mau ngumpul-ngumpul, biasanya suka bakar-bakar ayam atau ikan. Nah, kalo lagi bakar ayam, sukanya bakar ayam di depan halaman. Bagian ngeselinnya, darahnya suka kemana-mana dan kalo dibersihin pun suka ngasal bersihinnya.  Pernah malah, gak dibersihin, darahnya udah kering aja pagi-pagi. Saya yang memang gampang merasa jijik, makin kesel. Ujung-ujungnya suami yang akhirnya turun tangan ngebersihin. Saya kadang ngebatin, apa mereka gak merasa bersalah yah, liat orang yang bersihin ‘kerjaan’ mereka. Dan buka sekali dua kali.  Ya Alloh, minta rezeki biar bisa pindah rumah 🙂 Banyak-banyak berdoa aja saat dizolimi ya kan? 🙂

Udahan ah curcolnya, ini sekedar sharing aja ya manteman. Kalo tetangganya gak ngajak berantem, saya juga nyantai-nyantai aja sich. Tapi ya namanya hidup, harus ada masalahnya biar makin hidup dan makin seru.

Tetanggaku sayang, jangan gitu lagi ya 🙂

Saya takut kalo nanti di akhirat, ditanyakan  udah berbuat baik belum sama tetangga. Secara lahiriah saya bisa jawab sudah, tapi kalo ditanya secara batin, saya banyak ngebatinnya, huhu. Bersihkan hati hamba ya Rabb

Perlakukan tetanggamu dengan baik, itu anjuran yang selalu saya dengar.

Ini sedikit nasehat yang pernah mampir di telinga saya .

“Rasulullah saw. bersabda : “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh mengganggu tetangganya. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

“Rasulullah saw. bersabda : “Sebaik-baiknya teman di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah Ta’ala adalah yang paling baik terhadap tetangganya.”

Dalam sebuah hadist riwayat Muslim dikatakan : “Tidaklah masuk surga orang yang tetangganya tidak aman karena gangguannya.”

Ini beberapa contoh real yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan bertetangga:

  1. Jangan pelit kepada tetangga
  2. Tidak mengganggu tetangga saat sedang beristirahat
  3. Bersedekah kepada tetangga (utamakan yang pintunya lebih dekat)
  4. Menjaga rahasia tetangga
  5. Memberikan ucapan selamat saat berbahagia dan turut berduka saat bersedih
  6. Tidak menutup pintu terhadap tetangga
  7. Menasihati tetangga saat keliru (Tapi coba telisik sifat aslinya dulu ya 🙂 )
  8. Bersabar terhadap perilaku mereka (Kayaknya ini yang perlu saya lakukan ya 🙂 )

 

“Sesungguhnya Allah mencintai tiga golongan dan membenci tiga golongan. Lalu beliau menyebutkan di antara mereka seorang laki laki yang memiliki tetangga yang menyakitinya, lalu dia bersabar atas gangguannya, sampai (akhirnya) Allah mencegah kejahatannya dengan sebab (proses) kehidupan (seperti berpindah tempat) atau dengan kematiannya.” [Dishahihkan oleh al Albani dalam shahih at Targhib no. 2569]

 

Damainya hidup punya hati yang sabar ya 🙂

Maafkan tetanggaku, hatiku sedang tak damai 🙂  🙂

Semoga kita dapat menjadi tetangga yang baik dan memiliki tetangga yang baik pula. Aamiin

 

Referensi : https://www.abanaonline.com/2017/07/adab-bertetangga-dalam-islam.html

sumber gambar : freepic.com