“Bou, itu emang bisa ya?”

“Kok habis masukin kayu ke mesinnya, kayunya bisa berubah jadi roti?”

Keponakan saya, Mikal, menghujani saya dengan pertanyaan beruntun saat ia sedang menonton kartun. Saya yang sedang menikmati makan malam, tiba-tiba terhenti. Melihat sejenak ke arah TV, dan saya jadi turut menonton kartunnya.

Apa yang ditontonkan disana adalah temennya Pororo ( kalo gak salah Rado) punya profesi sebagai ilmuwan. Jadi Rado ini punya kemampuan untuk menghasilkan mesin atau alat berteknologi tinggi. Tak heran, Rado sendiri punya robot sendiri yang menjadi asisten sekaligus temannya.

Dalam seri itu, Rado menciptakan sebuah mesin yang mampu mengubah benda yang tak bisa dimakan berubah menjadi makanan. Rado dengan bangga menunjukkan mesin ciptaannya kepada teman-temannya. Melalui instruksi tertentu di komputer, Rado tinggal memasukkan kayu ke dalam mesin tersebut. Dan tunggu sejenak. Tadaa, empat potongan kayu berubah menjadi empat buah roti.

Seketika temannya sorak kegirangan. Dan tanpa menunggu izin, langsung melahap roti yang baru keluar dari mesin tersebut.

Dengan gampangnya, film kartun anak-anak mengenalkan dunia nano  teknologi kepada anak-anak. Kini, saya yang harus muter otak, bagaimana cara paling sederhana menyampaikan ilmu nano teknologi ini. Akhirnya saya mengajaknya belajar nano teknologi lewat nonton di youtube saja. Syukurnya dia mau. Serunya jadi anak sekarang itu bisa belajar apapun dari media. Yang penting, punya kuota. Ya kan?

Mungkin bukan keponakan saya saja yang berumur 5 tahun, anak-anak dengan seusianya juga begitu. Selalu kepo. Pengen tau banyak hal, jadi banyak tanya sana sini. Terkadang gelagapan juga sich menjawab pertanyaannya yang tak pernah terfikirkan sama sekali.  Terkadang juga takjub melihat sisi kreatifitasnya yang bisa mentransform tisu atau kardus menjadi robot-robotan. Ini juga kayaknya efek melihat video kreatif di youtube. Jadi apapun yang dilihat, bisa diubah jadi mainan.

Bagi masyarakat awam seperti saya, taunya nano teknologi itu dari iklan-iklan di TV. Tak sedikit produk komersil yang sudah mengenalkan efek dan manfaat nano teknologi. Informasi bertambah dengan menonton semua kemajuan yang telah dicapai berkat nano teknologi ini. Lebih lengkap lagi, langsung saja ke websitenya puspiptek yang membahas tentang teknologi mutakhir ini.

 

Nano teknologi itu apa sih?

Nano teknologi ini adalah teknologi yang digunakan untuk merekayasa sebuah objek dengan ukuran nanometer. Nanometer itu sebanding dengan ukuran sepermiliar meter.

Gimana caranya mengubah ukuran objek menjadi nanometer?

Nah, hal ini telah dijawab oleh Dr. Nurul Taufiqu Rahman B.Eng, M.Eng sebagai penemu alat mesin penggiling nanopartikel High Milling 3D Motion. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Nano Teknologi Indonesia. Keren ya beliau! 🙂

Gambar : Mesin Penggiling Nanopartikel High Milling 3D Motion

 

Gambar : Nurul Taufiqu Rachman Sang Penemu Mesin Penggiling Nano Partikel

 

Ini dia nih penampakan alatnya. Ini dibuat oleh anak bangsa lho. Menempuh pendidikan selama 15 tahun di bidang nano teknologi di Universitas Kagoshima Jepang, Pak Nurul  memberikan cahaya baru bagi Indonesia.

Setelah diproses dalam mesin penggiling ini, benda-benda akan menjadi partikel nano yang nantinya akan diterapkan untuk meningkat nilai sebuah produk.

Dengan teknologi ini kita dapat membuat zat menjadi ukuran yang sangat  dan bahkan sangat sangat kecil. Karena ukuran yang sangat kecil inilah  maka sifat dan fungsi zat tersebut bisa diubah sesuai dengan yang kita inginkan.

 Generasi Nano Teknologi

Setelah baca sana-sini, akhirnya saya mengetahui nano teknologi yang ditonton Mikal lewat film kartun kemarin itu adalah jenis nano teknologi generasi keempat.

Iya, ternyata nano teknologi ini punya tahapan generasi. Generasi pertama diaplikasi pada industri tekstil, kosmetik,  dan keramik. Untuk industri tekstil, nano teknologi diterapkan untuk membuat serat-serat tekstil yang antibakteri. Dengan penerapan nano teknologi, bahan pakaian tidak perlu lagi dicuci karena sudah tahan kotor dan bau. Kalo udah begini, apa kabar dengan penjualan mesin cuci ya? Hehe.

Gambar : Pakaian Dengan Aplikasi Nano Teknologi

 

Dengan melapiskan bubuk berukuran nano ke serat-serat bahan pakaian mampu membuat tekstil memiliki karakter nano. Saking kecilnya ukuran bubuk ini membuat ikatan kimianya sangat kuat. Karena sebab itulah, bahan pakaian menjadi tidak tembus air. Jadi, pakaian dengan nano teknologi ini gak perlu dicuci sama sekali.

Hal yang sama, juga diaplikasikan pada keramik. Keramik dengan nano teknologi menghasilkan keramik yang tidak bisa kotor, dan lebih baik dalam penampilannya. Hal ini dapat dihasilkan karena rapatnya partikel-partikel ukuran nano tersebut sehingga menjadikannya kedap udara. Akibatnya, nano teknologi bisa mencegah kotoran masuk ke dalam keramik.

Pada industri kecantikan, banyak bedak anti sinar UV dihasilkan. Manfaat lainnya, dengan nano teknologi, kemampuan penetrasi kosmetik lebih baik ke dalam kulit, kelembaban kulit lebih baik, stabilitas bahan aktif lebih baik,  dan kulit lebih terlindung dari sinar UV.

Jenis nano teknologi generasi pertama ini cukup mudah dikenali. Umumnya tidak membutuhkan teknologi tinggi dalam proses pembuatannya. Hanya dengan menaburkan serbuk nano partikel, benda tersebut dapat memiliki nilai lebih dari biasanya.

Sedangkan nano teknologi generasi kedua banyak diterapkan di teknologi informasi dan komunikasi. Misalnya saja pada pembuatan layar monitor menjadi terang, pembuatan chip computer atau memory handphone.

Nano teknologi generasi ketiga mampu membantu untuk menyembuhkan penyakit kanker. Pada tahapan ini, dihasilkan sebuah sistem yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan menghentikan proses penyebaran sel kanker, bahkan mampu membunuh sel kanker itu sendiri. Pada level ini, masih dalam tahapan pengembangan.

Suatu saat nanti, seperti isi film kartun, kita bisa mengubah kayu menjadi roti.  Nah, yang terakhir ini, adalah nano teknologi generasi keempat.  Prinsip nano teknologi generasi keempat ini adalah kesamaan unsur kimia yang ada pada masing-masing bahan. Pada kayu dan roti, keduanya memiliki unsur karbon, hidrogen serta jenis unsur lainnya. Karena kesamaan ini, kayu tinggal dihancurkan ke dalam ukuran nano kemudian disusun sedemikian rupa hingga menjadi roti. Huwaaa, amazing ya.

Nano Teknologi Di Bidang Teknologi Pertanian Dan Pangan Indonesia

Indonesia, selain sepakbola U16 yang baru menang melawan Malaysia kemaren, juga sudah menang dan tak ketinggalan dalam bidang nano teknologi.

Tak heran, banyak iklan-iklan yang berseliweran yang dengan bangga mengaplikasikan nano teknologi untuk produknya. Mulai dari produk susu dengan nano kalsium hingga  minuman energi dengan nano ginseng dan nano propolis sebagai pangan fungsional.

Gambar : Temulawak Asli

 

Gambar : Temulawak Yang Diekstrak Konvensional

Gambar : Temulawak Yang Diekstrak Dengan Nano Teknologi

 

Produk pangan fungsional lainnya seperti : daun gambir untuk antioksidan, ekstrak pala, ekstrak temulawak, lemak cokelat yang mampu meningkatkan serat fungsional. Ada juga produk berupa ubi kayu. Aplikasinya berupa peningkatan zat besi dan vitamin. Kita, masyarakat Indonesia suka bangetkan ngolah ubi kayu. Jadi kripik sambel apalagi. Terus dicampur sama mie instan. Huuu, sedap pokoknya ya. Jadi makin sehat insya Alloh ya J

Dengan ukuran nanometer diharapkan partikel-partikel dari produk tersebut meningkatkan keterserapannya ke dalam tubuh. Tidak terbuang begitu saja melalui saluran pencernaan. Tapi, terserap dengan baik dalam jumlah tinggi.

Kemasan pangan bisa dibuat dengan memanfaatkan ampas dari produk alami seperti buah dan sayur. Keren kan? Jadi ikut mendukung Go Green juga ya kan?

In semua berkat ketekunan Pak Nurul sebagai peneliti senior dan para peneliti Indonesia dalam mempersembahkan karya terbaik dalam bidang nano teknologi. Berharap banget, semakin banyak produk bermanfaat yang dihasilkan dan bisa dikomersilkan baik dalam negri maupun luar negri.

 

Nano Teknologi, Sang Lampu Wasiat Aladin 🙂

Gimana jadinya ya,  kalo nanti kita tinggal menggambar benda yang kita inginkan terus langsung jadi juga produknya. Ya kan?

Atau lebih gampangnya, tinggal kita sebut keinginan atau produk layaknya google voice ke sebuah mesin berbentuk lampu aladin, tunggu sejenak, dan Tadaaaa, wish comes true. Hehe. Khayalan tingkat tinggi banget yak 🙂

Aahhh, kita tunggu saja kecanggihan zaman.

Semua berawal dari mimpi bukan?

 

 

 

Referensi dan Sumber Gambar :

http://bitread.id/blog/2017/08/inovasi-untuk-negeriku

https://foodtech.binus.ac.id/2017/04/25/manfaat-teknologi-nano-di-bidang-pangan/

https://id.wikipedia.org/wiki/Nurul_Taufiqu

https://internasional.kompas.com/read/2010/08/22/16204025/Teknologi.Nano.Kosmetik.Lebih.Meresap.

http://nanotech-indonesia.blogspot.com/2013/01/aplikasi-nanoteknologi-dalam-kosmetik.html

https://nasional.kompas.com/read/2008/09/05/15500549/Dengan.Teknologi.Nano..Pakaian.Tak.Perlu.Dicuci

https://swa.co.id/swa/profile/profile-entrepreneur/kisah-nurul-pelopori-kewirausahaan-nanoteknologi

http://tekstilmuda.blogspot.com/2015/02/nano-teknologi-pakaian-anti-air.html

http://www.fisika.lipi.go.id/webfisika/content/nanoteknologi-aplikasi-ditujukan-ke-industri-pangan

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3176779/teknologi-nano-ceramic-ternyata-bisa-bikin-cat-mobil-kinclong

http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/1671/file/Nano-Teknologi-Bidang-Pang.pdf