Tahun 1962, hampir lebih dari setengah abad yang lalu, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Waktu yang cukup lama ya. Sudah lebih dari separuh baya, jika dianalogikan dengan umur manusia. Selang waktu yang cukup lama tersebut, melucut semangat Indonesia untuk mempersembahkan kembali yang terbaik. Terbaik, agar nama harum Indonesia tetap terjaga, karena menjadi tuan rumah harus mampu menjaga kehormatan dan harga diri bangsa. Sebagaimana layaknya kebesaran hati dari  tuan rumah menjamu tamunya, agar tamunya merasa nyaman selama ‘tinggal’ dan bertanding di Indonesia.

Sejenak, mari kita melihat kondisi ASIAN Games tahun 1962. Tahun 1962, Indonesia masih muda belia. Bilangan tahun masih menginjak umur 17 tahun. Persiapan untuk menjadi tuan rumah ASIAN Games dilaksanakan selama kurang lebih 1 tahun. Dengan penuh semangat, Bung Karno menyatakan siap untuk menghabiskan berapapun biaya yang diperlukan asal harga diri dan martabat Indonesia diakui di mata dunia.

ASIAN GAMES yang keempat ini melahirkan pembangunan beberapa infrastruktur, yaitu :

  • Stadion utama Gelora Bung Karno
  • Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton,
  • Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton,
  • Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field stau STTF) berkapasitas 20.000 penonton
  • Istana olahraga berkapasitas 10.000 penonton
  • Gedung Bola Basket berkapasitas 3500 penonton
  • Simpang susun Semanggi
  • Pendirian stasiun televisi nasional (TVRI) sebagai bagian dari persiapan Asian Games 1962
  • Pembangunan jalan baru seperti Jalan M.H. Thamrin, Gatot Subroto, Jembatan Semanggi, dan Hotel Indonesia

 

Semua infrastruktur tersebut dibangun untuk siap menjadi tuan rumah. ASIAN GAMES tahun 1962 dihadiri oleh 1460 atlet dari 17 negara Asia lainnya yang bertanding di 15 cabang olahraga. Alhamdulillah, Indonesia berhasil menjadi runner up setelah Jepang dengan perolehan 11 medali emas, dan total peralihan sejumlah 51 medali.

Gambar : Peralihan medali di ASIAN GAMES tahun 1962

Tahun 2018, Indonesia kembali menjadi tuan rumah di ASIAN GAMES XVIII tahun 2018. Banyak perbaikan fasilitas dan pembangunan yang dilakukan dalam penyelenggaraan perhelatan olahraga ASIA tahun ini :

Banyak venue olahraga di Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat yang khusus dibangun atau melalui perbaikan demi perbaikan oleh seluruh pihak terkait. Dalam waktu kurang dari  3,5 tahun Indonesia sudah memiliki gelanggang olahraga dengan kualitas internasional

Gambar : Warisan dari ASIAN GAMES tahun 2018

Kompleks Gelora Bung Karno Senayan sudah dilengkapi 14 venue yang mencakup Stadion Utama, Fasilitas Latihan, Stadion Renang, Lapangan Hoki, Panahan dan Sepakbola ABC, Istora Senayan, Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball. Sedangkan di Palembang, telah dibangun Jakabaring Sport City yang memiliki venue dayung dan tembak.

Selain pembangunan venue di kompleks GBK, dilakukan juga peningkatan kualitas fungsi, kualitas visual, dan kualitas lingkungan pada  komponen pembentuk kawasan. Upaya peningkatan kualitas fungsi dimaksudkan untuk menata dan menciptakan kembali ruang publik untuk kegiatan multi fungsi. Seperti berfungsinya ruang terbuka hijau, jaringan pintu masuk dan keluar dan jaringan sirkulasi. Termasuk turut membangun bangunan pendukung kegiatan masyarakat seperti foodcourt, food plaza, toilet, mushola, dan shelter bus.

Menciptakan elemen seni rupa di koridor-koridor dan penataan pembangunan taman dan lansekap yang lebih berwarna dilakukan untuk meningkatkan kualitas visual. Menciptakan lingkungan dengan jaringan drainase Zero Run Off, jaringan utilitas kota yang terintegrasi ke dalam jaringan bawah tanah, dan ruang terbuka biru berupa jaringan kolam resapan di sekeliling Stadion Utama.

Gambar : Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK

Wujud kota ramah bagi penyandang disabilitas bisa dilakukan dengan cara membuat fasilitas umum yang ramah bagi penyandang disabilitas dan GBK sudah memenuhi persyaratan dengan standar internasional.

Ditambah juga dengan, pembangunan wisma atlet di daerah Kemayoran Tengah, rumah susun di Palembang  dan bertambahnya jalan tol di Palembang dibangun untuk memperlancar akses transportasi selama masa ASIAN GAMES ini.

  • Persiapan Militer

Persiapan militer sebagai simbol kekuatan dan penjagaan suatu bangsa dalam memberikan perlindungan termasuk terhadap tamu bangsa, termasuk tamu dari 45 negara yang turut dalam ASIAN GAMES ini.

 

Pengamanan ASIAN GAMES 2018 dilaksanakan sesuai standar internasional, berupa pengamanan berlapis. Hal ini sudah menjadi ketetapan dalam perhelatan olahraga akbar sekelas ASIAN GAMES, yaitu oleh Dewan Olimpiade Asia dan Komite Paralimpiade Asia. Pengamanan 15 ribu atlit dari 45 negara dilakukan di tiga titik utama yaitu : wisma atlit Kemayoran, venue pertandingan, dan lokasi dari perjalanan antara tempat penginapan dan pertandingan.

  • Panitia penyelenggara ASIAN GAMES 2018

Panitia penyelenggara ASIAN GAMES telah bersusah payah dalam melayani 17.000 atlet dan official, 7.000 wartawan, dan  150.000 supporter yang datang dari 45 negara. Ditambah lagi ratusan ribu supporter dari masyarakat Indonesia sendiri.

 

Asian Games 2018 akan diketuai langsung oleh Presiden sendiri dan yang meaksanakan adalah INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee). Dengan biaya sebesar kurang lebih 6 trilyun, ASEAN GAMES 2018 bersiap untuk mmberikan yang terbaik.

Panitia INASGOC ini bertugas dalam menyusun, menetapkan Rencana Induk Penyelenggaraan Asian Games ke-18 dan menyiapkan serta menyelenggarakan Asian Games ke-18 Tahun 2018 yang dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat.

Sementara seluruh Kementerian/lembaga/daerah/instansi terkait  wajib memberikan dukungan staf, teknis, dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ASIAN GAMES XVIII tahun 2018. Semuanya bahu membahu, saling bertanggungjawab atas penyelenggaran ASIAN GAMES demi menjaga nama baik bangsa.

  • Volunteer ASIAN GAMES

Volunteer atau sukarelawan adalah anak-anak muda yang turut membantu dalam proses penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018. Menjadi sukarelawan dan ambil bagian dalam sejarah, menambah relasi, pengalaman, dan tentunya ilmu menjadi hasil positif yang menambah bekal di masa depan. 8000 volunteer dengan terbagi ke 18 divisi yang berbeda-beda menjadi perpanjangan tangan dalam penyelenggaraan pelaksanaan ASIAN GAMES 2018.

Heroes of ASIA  menjadi julukan bagi para atlit bangsa yang berjuang di ASIAN GAMES.  Atas izin Allah, Indonesia berada di posisi ke-4.

Gambar : Peralihan medali di ASIAN GAMES tahun 2018

Jumlah medali yang diperoleh adalah 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Ada total 98 medali yang kita peroleh di ASIAN GAMES tahun ini. Jumlah medalinya hampir dua kali lipat dari total medali yang kita peroleh tahun 1962 yang lalu. Selamat untuk seluruh atlit Indonesia. Terimakasih!. BIG Salut!

Dukungan presiden terhadap atilit-atlit yang telah berprestasi langsung diberikan tepat sehari sebelum hari penutupan ASIAN GAMES 2018.  Berikut apresiasi berupa tabungan yang diberikan oleh Bapak Presiden.

Gambar : Skema apresiasi berupa uang yang diberikan oleh Presiden
Gambar : Wajah ceria para atlit saat menerima hadiah drai Presiden

Bonus uang yang diberikan tidak dikurangi pajak. Atlit berprestasi juga diberikan bonus tambahan lainnya berupa rumah yang disediakan oleh PUPR dan diangkat jadi PNS sudah disiapkan.

Gelora semangat tidak hanya milik warga Jakarta dan Palembang saja, tetapi miliki semua rakyat Indonesia. Dukungan masyarakat dalam bentuk supporter atau penonton setia saat pertandingan mampu membakar semangat para atlit lebih baik lagi dalam berjuang dan mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa.

Bagi warga yang belum berkesempatan menonton secara langsung, juga menunjukkan semangat yang luar biasa. Hal ini dapat terlihat dari antusias masyarakat Indonesia dalam menyebarkan kabar baik tentang ASIAN GAMES 2018. Hashtag #asiangames2018 banyak bertebaran di berbagai jenis media sosial.

Gambar : Tersebar jutaan hashtag #asiangames2018 di Instagram
Gambar : Antusias masyarakat menyebarkan info Asian games di twitter

Dukungan terbaik dari masyarakat Indonesia adalah  untuk  memberikan senyuman bangga saat terjadi kemenangan dan bersimpati  tanpa menghujat saat  terjadi kekalahan.   

Berada di posisi ke-4 pada ASIAN GAMES 2018 ini baru menjadi awalan untuk langkah selanjutnya. Posisi ke-4 bisa disebut sebagai tanda kebangkitan kejayaan olahraga Indonesia di mata dunia.  Hal ini dapat terlihat dari perolehan medali emas yang berhasil dimenangkan di 15 cabang olahraga  berikut :  

  1. Taekwondo oleh Defia Rosmaniar
  2. Wushu Lindswell Kwok
  3. Sepeda gunung nomor downhill oleh Tiara dan Khoiful Mukhib
  4. Angkat besi oleh Eko Yuli Irawan
  5. Paralayang oleh Jafro Megawanto
  6. Sport Climbing
  7. Dayung di nomor rowing kelas ringan
  8. Tenis oleh Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi
  9. Karate oleh Rifki Ardiansyah Arrosyiid
  10. Jetski kelas endurance oleh Aqsa Sutan Aswar
  11. Pencak Silat berhasil meraih 14 medali emas
  12. Panjat Tebing oleh regu putri
  13. Bulutangkis tunggal dan ganda putra
  14. E-sport (Clash Royale) oleh Ridel Yesaya Sumarandak
  15. Sepak takraw

Bukannya tidak mungkin, selain 15 cabang olahraga diatas, kita akan bisa berkembang lagi dan bisa melawan atlit di perhelatan internasional selanjutnya.

“Momen ASIAN GAMES tahun ini sebagai momen penguatan rasa dan kebanggaan bagi seluruh bangsa, bahwa olahraga Indonesia bisa diandalkan untuk unjuk gigi di mata ASIA.”

Peningkatan daya saing dalam mengejar ketertinggalan dengan negara lain adalah hal yang wajib kita perjuangkan sebagai warga bangsa. Peninggalan ASIAN GAMES 2018 tahun ini antara lain berupa tersedianya infrastruktur olahraga yang berkualitas dunia. Hal ini akan melancarkan langkah kita menuju Indonesia semakin maju ke tahap berikutnya. Selain itu, mental bangsa yang semakin percaya diri untuk terus berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Mental baik tersebut, tidak hanya terjadi pada diri atlit, namun juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemenangan di ASIAN GAMES 2018 menjadi kemenangan Indonesia secara keseluruhan.

Semangat terus Indonesiaku!.

#MenujuIndonesiaMaju