e-Smart IKM,  Cara Millenial Melipatgandakan Profit

Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak kamu akan mendapatkan harum darinya. Sebuah hadits yang menggambarkan betapa kuatnya pengaruh lingkungan terhadap kehidupan yang kita jalani. Berada di lingkungan pengusaha  setelah menikah, membawa saya berkenalan dengan dunia online shop. Awalnya ikut bantu Saudara, dan sekarang saya  bertanggungjawab penuh pada usaha online yang dirintis. Nilai profit menjadi salah satu indikator apakah sebuah usaha punya keuagan yang sehat atau tidak. Beruntungnya, saya mendapat ilmu baru tentang e-Smart IKM yang merupakan cara millenial untuk melipatgandakan profit usaha. Mau tau lebih jelas tentang e-Smart IKM keluaran Kemenperin ini, yuk baca sampai akhir ya 🙂

Baca : Kini Saatnya Memulai Dunia Entrepreneur

Kebutuhan Produk IKM

Kebutuhan Perluasan Akses Pasar Produk IKM

Pengusaha online kini tumbuh menjamur. Hal ini disebabkan seiring berkembangnya penggunaan internet dan infrastruktur telekomunikasi. Ilmu bertebaran dimana-mana. Bahkan teramat banyak, sehingga terkadang waktu yang 24 jam terasa sangat kurang untuk mendalami satu persatu ilmu yang ada di muka bumi. Belakangan saya lebih akrab belajar tentang internet marketing, digital marketing, cara meyakinkan calon pembeli, teknik copywriting, mengelola reseller, manajemen catatan keuangan, berasa buaanyaaaakkk banget yang harus dipelajari. Tentunya tak jauh tujuannya, agar bisa meningkatkan profit usaha.

Teknologi digital saat ini mendukung penuh bagi mereka pelaku usaha yang  mau sukses dengan usahanya. Tentunya tidak hanya sekedar duduk diam dan berdoa banyak penjual. Tidak. Pelaku usaha tetap harus terus belajar tentang apapun dalam mengembangkan pasar usahanya. Salah satunya untuk memperluas akses pasar penjualan produknya. Semakin luas akses pasar maka semakin banyak calon pembeli mengenal produk kita, semakin tinggi juga potensi produk kita terbeli. Dengan semakin tinggi tingkat penjualan maka nilai profit usaha atau bisnis juga turut semakin menaik. Jika demikian yang terjadi, maka kekhawatiran akan kelangsungan bisnis bisa terdegradasi.

Sebagus apapun produk, tapi kalo tidak diketahui atau diterima pasar, maka neraca keuangan bisnis pun tidak akan jalan. Membaca hal yang demikian, maka penting bagi setiap pelaku usaha /IKM untuk melek teknologi. Jika masih gaptek, maka siap-siap tergerus di era industri digital. Di era industri 4.0 ini, mendewakan BIG DATA menjadi kekuatan keberlangsungan usahanya.

Baca : Ini Resep Rahasia Sukses Berbisnis Online

Lahirnya Program E-Smart IKM


Pemerintah khususnya Kemenperin memperhatikan detail kebutuhan para pelaku usaha zaman millennial ini. Saat ini Kemenperin telah melancarkan sebuah program yang dapat digunakan oleh para pelaku IKM untuk memperluas pemasaran produknya.  Program tersebut dinamakan e-Smart IKM.

Melalui program e-Smart IKM ini, pelaku usaha akan dapat memasarkan produknya secara lebih massif. Program e-Smart IKM telah bekerjasama dengan marketplace di Indonesia seperti Blibli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia. Dengan kerjasama ini, maka pasar produk IKM akan menjangkau seluruh marketplace bukannya salah satu atau beberapa saja jika kita mendaftarkan diri secara manual.

Karena merupakan program pemerintah, pelaku IKM patut bersyukur karena pemerintah juga berperan dalam mengembangkan masyarakatnya khususnya pelaku usaha dengan melakukan banyak pembinaan melalui seminar ataupun workshop.

Sebagai contoh, Baked by Chitra. Usaha ini dirintis sejak tahun 2017 oleh seorang perempuan bernama Chitra Juniasyahri. Memilih produk brownies renyah sebagai produk andalannya. Dengan modal awal sebesar 10 juta untuk pembelian bahan baku dan alat baking, program e-smart IKM ini membawa keberhasilan sehingga mengantongi omset sebesar 20 juta tiap bulannya.

Selain Chitra, ada Andri yang sukses menjadi pengusaha jaket bola. Memulai usahanya sejak  masih mahasiswa dan memilih sebagai  dropshipper, kini ia sudah punya bisnis konveksi dan memasarkan jaket hasil konveksi sendiri.  Salut deh sama anak muda millennial begini. Aku kemana ya waktu mahasiswa dulu, taunya organisasi belum tertarik sama dunia usaha.

Mendengarkan cerita sukses mereka membakar semangat saya untuk lebih kuat lagi merintis bisnis ini. Yuk semangat semuanya !!!

Maka dapat disimpulkan inilah keuntungan jika bergabung dengan  program e-Smart IKM :

  1. Produk IKM akan memiliki akses pasar yang lebih massif karena terhubung dengan banyak marketplace
  2. Produk  IKM akan dapat dikenal tidak hanya nasional namun juga calon pembeli internasional
  3. Biaya pemasaran dan promosi  produk akan berkurang
  4. Pelaku IKM akan berhak mendapat fasilitas pembinaan pemerintah. Fasilitas tersebut berupa  pelayanan peningkatan teknologi, stardisasi dan sertifikasi, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), pengembangan SDM, akses bahan baku, dan bantuan permodalan.

9 produk yang dicakup dalam program e-Smart IKM adalah makanan dan minuman, logam, perhiasan, herbal, kosmetik, fashion,industri telematika, kerajinan dan furnitur. Kesembilan jenis produk inilah yang bisa dibantu pemasarannya oleh program e-Smart IKM.

Jika ingin bergabung di Program e-Smart IKM ini bisa mengunjungi esmartikm.id, dan siapkan catatan terbaik ya :).

Acara di Botani Convention Hotel, 21 maret yang lalu merupakan rangkaian roadshow berupa seminar dari Kemenperin yang sudah dilaksanakan di beberapa titik kota besar di Indonesia. Dihadiri oleh 1000 peserta yang berasal dari pelaku usaha dan masyarakat dari Jabodetabek, Cianjur, dan Sukabumi. Semoga output dari kegiatan ini bisa tercapai yaitu melahirkan pelaku-pelaku usaha baru dan peningkatan profit usaha yang signifikan terhadap keuangan IKM.

Baca : Blogger Harus Melek Finansial

Buat temen-temen yang sudah tidak sabar bergabung dengan e-Smart IKM, perhatikan 7 kriteria ini ya :

  1. Merupakan pelaku usaha IKM atau calon dengan produk berupa barang (bukan produk jasa)
  2. Diutamakan sudah memiliki legalitas
  3. Memiliki kadaluarsa yang lama bagi pelaku IKM dengan produk makanan dan minuman
  4. Merek dan kemasan sudah sesuai dengan karakteristik produk
  5. Produk bukanlah barang yang dilarang undang-undang
  6. Kontinuitas produk harus bisa terpenuhi
  7. Bersedia dan berkomitmen penuh untuk patuh terhadap setiap proses pembinaan.

Udah ready daftar kalo telah memenuhi 7 syarat di atas ya. Selamat meningkatkan profit ya guys 🙂