Apa yang ada difikiran teman-teman khususnya teman2 perempuan, saat ditanyakan tentang pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. Ada sebagian pasangan yang melimpahkan semua urusan ke kepala laki-laki aka suaminya. Sebagian pasangan lainnya, selalu izin kepada Mentri Keuangan rumah tangga yang tidak lain berpredikat sebagai istri. Dan ada juga yang membagi peran masing-masing untuk setiap kebutuhan keluarga. Bagaimana dengan teman-teman? Masuk tipe yang pertama, kedua atau ketiga? Bagi saya, tidak ada yang benar atau yang salah dengan pengelolaan soal keuangan rumah tangga. Kita, perempuan, harus melek tentang keuangan. Sejumput inspirasi dari moneysmart.id memberi saya pencerahan.

Perempuan dan Bisnis

Saya termasuk salah satu orang yang mencoba peruntungan menambah pundi-pundi melalui online shop. Berada di lingkungan teman-teman yang menjemput rezeki sebagai pengusaha, menarik hati saya untuk terjun di dalamnya. Benar pepatah lama yang menyebutkan, betapa lingkungan memberikan pengaruh kuat bagi setiap personal. Kira-kira sejak dua tahun yang lalu, mendapatkan banyak materi tentang bisnis, peningkatan bisnis, ikut merasakan legitnya profit yang didapat oleh teman-teman lewat syukuran, dan mulai meningkatnya kesadaran saya untuk ikut berbisnis, dan masih banyak hal positif lainnya.

Menjadi pengusaha atau pebisnis haruslah punya sifat ‘haus’ akan ilmu. Tiada kata henti untuk belajar. Karena zaman terus berubah, kebiasaan dan kesukaan calon pembeli mengalami pertukaran tanpa permisi. Siapa yang tak update informasi, maka akan ketinggalan zaman.

Usai seharian bergelut dengan penawaran dan melayani pembeli, saya selalu menyediakan waktu selama 1-2 jam untuk pembekalan ilmu baru ke otak. Mencari strategi baru, mempelajari hal yang mungkin masih kurang tepat saya kerjakan, mengefektifkan sistem kerja, hingga menyisir pencatatan keuangan. Semua harus terorganisir dengan baik. Sering asyiknya belajar, jam sudah menunjukkan jam 1 pagi.

Hal yang juga saya rasakan saat mengunjungi moneysmart.id. Berganti dari satu artikel ke artikel lainnya. Mulai dari yang sekedar mengingatkan saya secara halus, hingga nasehat yang menohok diri saya pribadi. Membangun bisnis bukanlah hal yang mudah.

Yang saya pahami tentang bisnis adalah, semakin tinggi nilai profit yang pengen kamu terima, maka semakin tinggi juga risiko yang ada dalam bisnis tersebut.

Jika uang yang masih ada di ATM dibiarkan ‘bobok’ lama-lama juga akan habis dengan sendirinya. Ada aja ‘setan’ yang berbisik saat jalan-jalan..”Udah beli aja, gak papa, sekali ini saja”. Dan di kesempatan lain, juga berdalih dengan kalimat yang sama. Gak terasa, lama-lama uang sebanyak apapun akan terkikis bahkan bisa terkuras habis.

Itu yang saya rasakan, keuntungan yang diperoleh habis perlahan begitu saja. Terkadang dikeluarkan untuk beli keperluan rumah tangga, beli gamis terbaru, ada sepatu lucu, beli hijab unik, ada-ada aja yang menarik mata dan mengusik hati untuk berbelanja. Dasar perempuan!! Akibatnya, uang di rekening semakin menipis. Sebagai perempuan yang trus berusaha agar cerdas, saya tertarik untuk  berinvestasi.

Perempuan dan Investasi

Investasi bukanlah hal yang ramah bagi telinga perempuan. Bagi saya pun demikian. Urusan yang satu ini biasanya dilimpahkan ke tangan suami. Setelah menjalani kehidupan rumah tangga, urusan keuangan jadi hal yang dihadapi setiap hari-hari. Sebagai keluarga baru, kami masih punya banyak peer untuk masa depan yang lebih baik. Belajar urusan investasi kini bagi saya bukanlah tentang mau atau gak mau. Tapi berubah menjadi suatu keharusan.

Saya minus tindakan dalam urusan investasi. Satu-satunya cara untuk punya uang banyak adalah lewat  menabung. Menyetorkan sejumlah uang ke bank dan mengambilnya saat dibutuhkan. Saat ini saya sedang mencari-cari investasi apa yang bisa dikembangkan.

Sebagai perempuan, saya lebih akrab saat ini dengan dunia perhiasan, emas salah satunya. Berkat membaca artikel di moneysmart.id tentang investasi emas, saya jadi lebih paham do’s n don’ts yang harus dilakukan jika mau investasi emas.

Emas menjadi pilihan saya karena nilai emas yang cenderung naik setiap tahunnya. Nilai resiko yang rendah. Pencairannya mudah, menggunakan dua opsi. Bisa pilih jual emas atau gadai saja.

Baca: Emas bukan investasi yang menguntungkan kalua 6 hal ini diabaikan

  1. Memilih emas batangan untuk investasi bukan emas perhiasan. Karena kalo beli emas perhiasan, saat menjualnya kembali maka hanya akan dihitung kadar dan beratnya saja.  
  2. Membeli emas di tempat yang terpercaya seperti Antam dan Pegadaian
  3. Kudu sabar dalam berinvestasi emas, at least tiga tahun untuk dapetin keuntungan yang besar
  4. Dana yang diambil buat investasi adalah dana khusus investasi bukan dana cadangan darurat
  5. Membeli emas dengan cara tunai bukan kredit
  6. Kalo emas batangannya udah banyak, simpennya di safe deposit box aja. Agar aman insya Allah.

Sekarang, udah tau jenis investasinya, akan lebih lengkap kalo udah punya planning  cara untuk mencapai beragam jenis impian. Syukurnya, gak perlu pusing, saya ketemu artikel bagus di moneysmart.id.

Baca : Ikuti trik cerdas investasi emas agar banyak uang

Ini langkah yang harus dipatuhi agar punya banyak uang lewat investasi emas :

  1. Menyisihkan uang setiap harinya dengan nominal yang tidak memberatkan

Sebuah mimpi besar  bermula dari sebuah langkah kecil. Untuk mencapai cita-cita besar saya dan suami, saya merubah fungsi toples kaca menjadi wadah tabungan. Nilai tabungan setiap harinya tidak besar, cukup 20 ribu saja. Dua toples ini tujuannya akan berubah menjadi tabungan emas di setiap awal bulannya.

2. Buka tabungan emas

Alhamdulillah, sekarang sudah punya tabungan emas di Pegadaian. Insya Allah sebuah setiap langkah kecil di setiap bulannya akan berbuah manis nanti.

Tabungan 20 ribu ini diniatkan untuk bisa mendaftar haji. Dengan biaya haji kisaran 30 juta, tabungan emas setiap bulannya sebesar 1 gram emas (sekitar 700 ribu rupiah), maka tabungan haji akan tercapai pada bulan ke 43. 43 bulan setara dengan 3,5 tahun. Insya Allah cita-cita bisa berhaji sebelum umur 40 tahun, bisa tercapai. Aamiin allohumma aamiin. Mohon doanya juga ya teman2.

  • Memantau pergerakan harga emas. Hal ini penting agar tau kapan momen untuk jual atau beli emas.
  • Kudu bisa konsisten , jangan lupa semangat diawal saja ya. Ujian sesungguhnya adalah tentang konsisten, maka saya harus bisa disiplin on the track sampai impian tercapai.

Semoga memberi pencerahan untuk seluruh perempuan Indonesia. Buat teman-teman sendiri, inspirasi apa saja yang didapat dari moneysmart.id?