Lomba Menulis · Percik Hati · Puisi

Untukmu Duhai yang Tercinta

Udara dingin masih membungkus diri Tubuhmu masih belum merindukan pagi Masih terasa sisa lelah kemarin Fajar  beranjak perlahan membuka hari Engkau melipat rapi lelahmu Meninggalkan segala penat yang terkadang haru Memakaikan jubah semangat baru Mengenakan kembali pundak bajamu Beranjak untuk menyambut hari yang baru Menyuguhkan beberapa cangkir teh Hal yang selalu kurindu meski sering kuanggap… Continue reading Untukmu Duhai yang Tercinta

Percik Hati

Peduli untuk Berbagi, Mari Beraksi

“Where there is a will, there is a way”, selalu ada jalan untuk menunaikan hak orang lain dalam waktu,  rezeki dan kehidupan  kita. Pun untuk temen-temen yang kesibukannya yang sangat tinggi sekalipun.  Selalu ada celah waktu dan kesempatan yang dapat kita manfaatkan untuk mewujudkan kepedulian tersebut. Saat se-hectic apapun, ada saja yang bisa kita lakukan … Continue reading Peduli untuk Berbagi, Mari Beraksi

Percik Hati

Tetap Bisa Berderma Saat Waktu Dilema

Pernah merasa terjebak dengan kesibukan yang tidak ada ujungnya? Seakan 24 jam itu berasa sangat kurang. Jika boleh meminta, kita ingin satu malam jangan beranjak menuju pagi dulu, karena tugas kantor atau tugas kuliah yang belum selesai. Saat-saat  hectic kayak gini, boro-boro kita bisa mengingat orang lain, bisa ingat waktu makan, gak jadi emosi tingkat… Continue reading Tetap Bisa Berderma Saat Waktu Dilema

Percik Hati

Menebar Energi Positif

“Semakin banyak energi positif yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya”. Petuah yang saya peroleh dari Pak Jamil Azzaini saat mengikuti beberapa kali seminar beliau.… Continue reading Menebar Energi Positif

Percik Hati

Berbuat Cuek kepada Orang Tua

Betapa banyak diantara kita yang memiliki posisi sebagai anak dalam kehidupan.  Menjadi anak atau menjadi orang tua akan tetap memiliki posisi sebagai anak. Dan betapa banyak juga diantara kita, yang lebih patuh terhadap handphone atau gadget tetapi cuek terhadap orang tua. Memang ada saat dimana kita boleh berbuat cuek kepada orang tua, namun kisah dahulu… Continue reading Berbuat Cuek kepada Orang Tua

Percik Hati

Nikmatnya Diomongin Orang Lain

Tidak ada salahnya mendengar omongan orang, jika omongan tersebut merupakan  kritik membangun, jika omongan tersebut baik untuk memperbaiki diri, jika omongan tersebut menjadi penyemangat diri. Namun, kalo yang diomongin itu nyakitin hati banget, apa harus di dengerin juga? Seneng gak diomongin, kalo gak senang, jangan ngomongin orang. Itu, hukum yang pasti. Kalo kamu gak pengen… Continue reading Nikmatnya Diomongin Orang Lain

Percik Hati · Puisi

Rindu Bunda

Rindu itu bernama jantung hati Laharnya kini sedang tumpah Meluluhlantakkan jiwa Meresonansikan alunan yang sama Jarak sudah melebur bersama malam Rindu kini berubah menjadi sesak Membutakan logika Menelan ambisi Menghilangkan sendi kehidupan Menghampakan bayangan lorong waktu Tuhanku, peluk hati wanita yang kucintai itu Hilangkan semua resahnya tentangku Tuhanku, peluklah mimpi-mimpiku Hati wanita yang kukasihi itu… Continue reading Rindu Bunda