“Semakin banyak energi positif yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya”.

Petuah yang saya peroleh dari Pak Jamil Azzaini saat mengikuti beberapa kali seminar beliau. Jamil Azzaini, penulis buku “Kubik Leadership” dan juga seorang motivator, trainer, dan salah satu inspirator yang saya kagumi. Beliau mengajarkan bahwa betapa besar peran energi positif terhadap kehidupan kita sendiri. Energi positif maksudnya adalah segala bentuk kebaikan yang kita lakukan tanpa pamrih kepada orang banyak. Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kembali kepada kita sendiri. Sesuai dengan prinsip fisika, energi itu sifatnya kekal, jumlah energi yang kita keluarkan sama dengan jumlah hasil yang akan kita peroleh. Jika kita memberi energi positif sebesar 10 maka kita akan mendapat hasil yang sama juga, sebesar 10.

Namun terkadang, kita merasa kebaikan yang kita lakukan tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Misalnya saja, kita telah membantu orang lain  dengan segenap waktu yang tidak sedikit, fikiran serta emosi  yang banyak terkuras. Kita merasa peluh keringat yang dikeluarkan tidak sebanding dengan perlakuan dan bayaran yang kita dapat.  Kecewa sebentar boleh saja. Namun alangkah lebih baiknya, buang jauh kecewa itu, jadikan apa yang sudah kita usahakan menjadi tabungan energi positif  kita. Yakinlah, suatu saat tabungan energi positif ini akan “cair” bisa lewat tangan si “kikir” tadi atau lewat tangan – tangan Tuhan lainnya. Ingat saja prinsip kekekalan energi. Bahwa kebaikan akan berujung pada kebaikan.

Prinsip tersebut yang saya pegang selama ini, betapa setiap diri kita wajib memberi manfaat tanpa pamrih kepada siapapun dan dalam bentuk apapun. Untuk menabung energi positif. Di dunia maya banyak sekali kebaikan yang dapat kita tebar, mulai dari posting tulisan bermanfaat, memberi komentar yang memberi semangat, menyebarkan informasi yang dibutuhkan orang lain, memberikan tanda ‘like’ untuk hal yang positif, mencoba mendamaikan teman yang sedang berselisih paham, dan banyak lainnya. Di kehidupan nyata sendiri pun lebih banyak yang dapat kita lakukan. Menjadi guru  volunteer untuk beberapa anak yang kurang mampu pernah saya jalani. Dalam hal ini sebenarnya bukan saya yang membantu mereka, tetapi justru sebaliknya. Betapa binar mata mereka  menunjukkan semangat yang tinggi untuk bertemu dan menyerap ilmu sedemikian besarnya. Menyadarkan diri kembali untuk lebih banyak bersyukur kepada Sang Maha Pemberi. Saya yang justru dapat lebih banyak energi positifnya.

Kebaikan itu selalu mendamaikan dan menenangkan. Energi positif yang kembali kepada kita tidak selalu dalam bentuk harta. Bisa jadi, suatu saat energi positif tersebut akan men”cair” dalam bentuk  lain, dalam wujud tahta, kata, dan cinta. Jadi, masih ragu untuk berbuat tanpa pamrih?

Selamat Menebar Energi Positif ^_^

Tulisan ini diikutsertakan untuk 10 Hari Dari Blogger Untuk Hari Pahlawan