boneka 1000 guru bogor, lucu kaan? :)

boneka 1000 guru bogor, lucu kaan? 🙂

“Pendidikan itu membebaskan dari kebodohan”,

“Pendidikan itu membebaskan dari ketidakmampuan”,

itu pesan yang saya highlight dari kata sambutan yang disampaikan oleh Pak walikota ganteng dari Bogor, Bima Arya.

Minggu, 13 september yang lalu saya berkesempatan menghadiri event 1000_guru_bogor yang diadakan di Balaikota Bogor. Hmm, ini kali kedua saya mengunjungi gedung kebanggan Bogor ini. Dengan jasa layanan internet banking biaya masuk sebesar 75.000 yang di dalamnya sudah termasuk souvenir, makan siang, dan kontribusi untuk kegiatan, acara dirasakan tidak sebanding dengan apa yang disuguhkan oleh pihak panitia.

Mulai dari kehangatan saat penyambutan peserta datang, suasana ‘kondangan’ Bogor yang menjadi sangat prestious hari itu, keramahan saat saya bertanya pada salah satu panitia, kelezatan makanan (sstt, saya nambah pudingnya double lho, hihi sampe2 si abang2 ngenalin saya, karena bolak balik ke meja prasmanan :)), hingga hiburan band yang memanjakan. Two thumbs up deh. Saya serasa lagi piknik hari itu, hehehe. Terimakasih ya 1000_guru _bogor.

DSC04511

Hmm, serius bgt ya Akang Bima 🙂

 

Ketemu Bima Arya lagi?. Iyaa, kayaknya bulan ini, saya lagi diberi jatah liat Bapak ganteng satu ini. Setelah minggu sebelumnya, melihatnya di event Botram- Bogor, minggu kemarin saya bertemu beliau lagi. Hmm, dimata saya beliau itu lumayan cakep, humble, ramahnya pake banget, dan pintar pastinya. Yaiyalah, udah jadi walikota gak mungkin gak pinter khan 🙂 . Dibuka dengan tarian pembukaan yang saya juga gak tau namanya, (MC juga gak nyebutin sih, jadi gak tau sama sekali deh), beliau disambut dengan meriah ala kondangan. Hehe bneran deh, serasa ada di kondangan saat acara kemarin.

Suasana sundanese di evet tersebut

Suasana sundanese di evet tersebut

Dengan bunyi pesan yang saya tuliskan di awal, Kang Bima Arya  dan seluruh jajaran staf dan badan pemerintahan seluruh Kota Bogor mendukung secara penuh kegiatan 1000_guru_bogor. Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, namun tangan pemerintah sangat terbatas untuk merangkul seluruh kegiatan yang menunjang pendidikan. Kegiatan atau gerakan seperti inilah yang akan mengisi ruang kosong itu, kegiatan yang berkontribusi untuk bangsa, untuk anak negri.

Bunyi angklung menjadi pertanda dimulainya acara tersebut yang dibuka oleh  Kang Bima Arya dan founder 1000_guru. Hmm, ceremonial banget deh, kayaknya pembukaannya ada beberapa tahapan. Oiya, kita juga menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum acara talkshow dimulai. Jujur, saya sudah lupa-lupa lirik lagu kebangsaan itu, Maafkaan, sudah lama tak ikut pelaksanaan upacara bendera soale..

Apa itu 1000_guru?

1000 guru

Jemi Ngadiono, begitu nama jawa yang melekat pada diri founder komunitas ini. Komunitas 1000_guru ini lahir karena pengalaman pahit sang founder. Jemi pernah tinggal dan hidup di sebuah panti asuhan di daerah transmigrasi di Lampung selama kurang lebih 8 tahun. Keadaan keluarga yang tidak mampu, membuat kedua orang tua Jemi merelakan anakanya untuk tinggal di rumah panti tersebut. Namun, keadaan tidak menghentikan langkah Jemi untuk mengejar cita-citanya. Bekerja sebagai buruh pabrik, menjadi jalan rezeki demi melanjutkan cita-cita menuju bangku kuliah juga pernah ia jalani.

Jemi Ngadiono, Sang founder

Jemi Ngadiono, Sang founder

Berprofesi sebagai seorang kameramen di sebuah stasiun TV swasta, secara tak langsung menjadi cikal bakal komunitas ini. Banyak melewati daerah pedalaman, membuat jiwa luhurnya tersentuh dengan pendidikan yang sangat tidak merata di Indonesia. Bermula dari mengunggah foto sekolah yang akan ambruk di Pulau Mentawai saat bertugas dan sounding ke beberapa artis lewat twitter, menjadikan komunitas ini cepat meroket ke ranah publik. Hmm, ide yang brillian bukan? thumbs up  lagi deh.

Mengapa 1000 guru? Dengan jumlah propinsi di Indonesia sebanyak 34 propinsi, pada setiap program TnT akan turun sebanyak 30 orang untuk setiap sekolah. Coba dikalikan 30 dengan 34, hasilnya jadi 1020. Harapannya 1000 orang akan terinspirasi  di seluruh negri setiap kegiatan ini berlangsung. Hmm, meski agak2 maksa sih menurut saya, salut and stand applause untuk semangat luhurnya.

1000_guru merupakan bapaknya komunitas ini  yang berlokasi  dari seluruh komunitas 1000_guru yang ada di Indonesia. 1000_komunitas_bogor berarti programnya berfokus untuk menginspirasi anak-anak di seluruh wilayah pelosok Bogor. Begitu juga dengan komunitas 1000_bogor di daerah lainnya yang sudah tersebar di 23 propinsi di seluruh Indonesia.

Menurut Jemi, guru yang baik adalah guru yang menginspirasi, guru yang membuat siswanya berhasil. Jemi sangat yakin bahwa orang-orang yang ingin berbagi di komunitas 1000_guru adalah orang-orang yang benar peduli pendidikan. “Traveling hanya sebagai bonus dari kegiatan ini”, tegasnya.

Komunitas ini memiliki tim kreatif yang bertugas untuk menyusun lesson plan. Lesson plan ini  yang akan menjadi petunjuk teknis saat berlangsungnya kegiatan. Mbak Riri, eksekutif muda dari Perusahaan Gas Negara, menjadi koordinator program kegiatan 1000_guru_bogor ini. Beliau bertanggung jawab atas bentuk kegiatan yang akan diadakan saat terjun ke lapangan.  Fun learning menjadi konsep pembelajaran yang diusung oleh tim kreatif ini. Karena dengan bermain, anak-anak akan lebih mudah terinspirasi dan terus terpatri di ingatannya. Insy .

Teaching n Traveling (TnT)

TnT adalah program utama dari komunitas 1000_guru. Kegiatan ini diperuntukkan untuk menginspirasi anak-anak yang tinggal di pedalaman. Visinya tidak hanya menginspirasi anak-anak di Indonesia namun juga dapat menginspirasi anak-anak di seluruh dunia.

Amazing, mimpi itu tidak hanya menjadi impian saja. Nigeria dan Thailand sudah membentuk komunitas 1000_guru di negaranya atas inspirasi dari kegiatan ini. Tentunya dengan nma yang diubah sedikit menjadi 1000_teacher. Hmm, sukses terus buat 1000_guru.

Relawan 1000_guru_bogor berasal dari multidisiplin, tidak hanya dari dunia pendidikan. Dan justru disini, letak keunikannya.

“Semua bisa jadi guru. Setiap kita bisa jadi guru. Setiap kita mampu menginspirasi orang lain. Tidak hanya yang berprofesi sebagai seorang guru. Setiap kita puya sisi kelebihan yang bisa di-share ke orang lain yang mudah-mudahan menjadi inspirasi.”

Saat menunggu kedatangan Kang Bima Arya, peserta disuguhi tontonan tentang kegiatan 1000_guru di Desa Cianteun, Bogor. Perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke lokasi, sangat luar biasa berat. Naik gunung dan lewati lembah, kalo kata tokoh kartun shinchan. Hmm, kamu siap dengan track perjalanan seperti itu?

Meskipun waktu dan kondisi jalan yang ditempuh termasuk kategori berat, tak satupun relawan yang jera untuk ikut lagi. Bahkan, relawan merasa ketagihan untuk ikut lagi program TnT ini. Bahkan ada yang sudah kerap kali ikut, hingga 12 kali, menjadi panitia setiap kegiatan TnT.  Sudah lebih dari 54 sekolah yang disambangi oleh komunitas ini untuk menyebarkan inspirasi.

Selain perjalanan yang sangat mengajarkan kesabaran, relawan juga dituntut agar bisa berdamai dengan kekurangan yang mungkin bisa saja terjadi di lokasi kegiatan. Misalnya saja, ketiadaan air dan cahaya listrik. Jadi, kalo ingin ikut bergabung TnT, jangan lupa bawa bekal tisu basah yang banyak ya. Oiya, sama bekal sabar juga yang banyak.

Selain itu, 1000_guru memiliki program kegiatan lainnya seperti Beasiswa Guru Pedalaman, Pengobatan Gratis, Taman Bacaan, dan Respect Your Teacher. Program yang terbentuk sesuai dengan kebutuhan setempat. Setiap program tentu berlanjut dengan dukungan biaya yang memungkinkan. Selain bergantung pada kantong pribadi para relawan, jalannya komunitas 1000_guru juga banyak didukung oleh beberapa perusahaan yang bernaung dibawah program CSR.

Mau bergabung menjadi salah satu relawan?

Caranya gampang aja, ikutin terus timeline 1000_guru di Instagram dengan akun @1000_guru atau yang khusus sekitaran Bogor di @1000_guru_bogor.

Oiya, ini ada kalimat sakti dari Sang founder, “ Kalo mau bergabung pasti ada 1000 cara, kalo gak mau pasti ada 1000 alasan”. Jleb banget dah. Ya khan? 🙂

Selamat Menginspirasi Sahabat