Malu Bertanya, Sesat di Jalan

Tanya?.. Nggak?.. Tanya?.. Nggak..
Itu yang saya tanyakan saat sedang kebingungan di Negeri Tirai Bambu beberapa waktu yang lalu?

Untuk liburan kali ini saya dan kawan-kawan sangat manja dan dimanjakan. Manja karena tidak belajar bahasa percakapan sederhana selama 5 hari disana. Dimanjakan karena tutor guide yang disediakan oleh tour travel bisa berbahasa Indonesia dengan sangat fasih. Alhasil.. saya dan kawan-kawan emang gak bisa ngomong apa-apa kecuali mengucapkan terima kasih dalam bahasa China. Xie xie itu saja yang ada dalam kamus bahasa China dalam otak saya.

Petunjuk jalan yang buat saya dan teman-teman yang tidak cukup membantu untuk menemukan toilet.. Poor us :(

Petunjuk jalan yang buat saya dan teman-teman yang tidak cukup membantu untuk menemukan toilet.. Poor us πŸ™

Akhirnya, saya dan teman-teman berusaha mencari-cari papan tulisan yang bertulis toilet atau papan gambar yang menunjukkan icon perempuan. Tapi ya.. dasar kita-nya gak ngerti apa-apa, terlebih dengan tulisan China. Usaha kita gak menghasilkan apa-apa. Hanya berkeliling-keliling saja, yang berakibat Β molor melaksanakan sholat zuhur. Setelah usaha tersebut akhirnya kita menemukan salah satu bangunan yang bertuliskan OFFICE. Ya, satu-satunya cara terakhir tanya penduduk setempat atau yang bekerja disana.

DSC_1157 (2) (Small)

Malu bertanya, maka kau jalan-jalan

Mau Bertanya, Nggak Sesat di JalanΒ 

Excuse me… we wanna pray, Can you tell me where is the toilet Mr? , tanya saya waktu itu?.. Ternyata bahasa saya kurang dimengerti. Masyarakat China sangat menjunjung tinggi bahasa mereka. Itu yang saya pahami. Alhasil, turis-turis luar seperti saya dan teman-teman menjadi agak kesulitan dalam mendapatkan informasi. Alhamdulillah, malaikat penolong segera datang. Saya menyematkan sebutan malaikat karena akhirnya ada yang mengerti dengan bahasa tubuh kami.

Ya, saya dan teman-teman akhirnya mengandalkan bahasa tubuh. Mengangkat kedua tangan Β seperti bagaiana layaknya memulai sholat, itu yang kami lakukan. Seorang ibu mengerti. Fiuh.. at last.. ada juga yang mengerti penderitaan kami. Hehehe.. leganya sampai ke ubun-ubun :). “Wudu?”.. “Wudu?”.. tanyanya. YA IYA.. kita bertiga spontan kegirangan. Ditengah suasana Beijing yang sedang berada di suhu 0 derajat celcius, kita juga sedang berjuang ditengah kebingungan. Huwaaa, sedih dan berbekas banget pengalaman itu.

Female bathroom yang letaknya berada di posisi paling belakang bangunan mesjid ini, oh At last.. :)

Female bathroom yang letaknya berada di posisi paling belakang bangunan mesjid ini, oh At last.. πŸ™‚

Akhirnya Sang Ibu “malaikat” menunjukkan letak toilet yang lokasinya berada di ujung sisi selatan lokasi Mesjid Niujie. Kita segera bergegas mengikutinya di belakang. Kebetulan saya tidak menggunakan toilet seperti teman lainnya. Saya segera mengambil air wudu dari wastafel di toilet perempuan tersebut. Segera setelah saya selesai berwudu, saya mulai merapikan kerudung dan kaos kaki. “Eh.. eh.. NO. NO..” kata si Ibu malaikat. “Wudu disana bukan disini” ucap si Ibu cepat. Gerak tangannya menunjukkan arah sebelah kanan, bangunan yang letaknya bersebelahan dengan toilet. “Oh My God, Bener berarti feeling saya, toilet yang agak kurang ‘ramah’ ini bukan tempat untuk wudu.” Karena suasana yang sangat dingin dan saya sudah selesai berwudu, saya menunggu teman-teman saja. Tak kuat untuk bersentuhan dengan air dingin lagi.

Kamu pasti setuju, waktu yang sebentar akan menjadi sangat lama, bagi orang yang kedinginan seperti saya kala itu. Β Ingin segera tubuh merasakan hangat dan masuk segera ke mesjid. Berselang 10 menit, teman-teman menunjukkan batang hidungnya. “Mba Des, wudu nya enak, pake air hangat”, kata Mba Oka dengan senyum sumringah. “Huwaaa, bener dah ini. akibat gak bisa bahasanya, saya harus menahankan dingin dobel-dobel”, jawab saya lirih. Saya tidak menghiraukan ajakan mereka untuk wudu ‘lagi’ dengan air yang lebih hangat. “Langsung aja yuk!”, ajak saya. Sambil berjalan menuju tempat sholat khusus Β perempuan.

Dalam hati masih saja berseteru, “Tuh kaan, gak nanya siihh.. kedinginan.. kedinginan deh”. Tapi menurut saya itu masih dikasih perlindungan. Akan lain ceritanya, kalo sampe tersesat atau Β masalah yang potensi bahayanya lebih besar. Hmm, semoga jauh-jauh ya :). Makanya jangan malu bertanya, nasehat saya ke diri sendiri.

Mau Bertanya, Nggak Sesat di Jalan.. Percayalah.. πŸ™‚Β 

DSC_1520 (Small) DSC_1520 (Small)

DSC_1525 (Small) (2) DSC_1525 (Small)

DSC_1526 (Small) (2) DSC_1526 (Small)

****

Dari pengalaman tersebut, saya belajar banyak betapa pentingnya agar tidak malu bertanya. Apalagi sedang berada di negeri orang. Mungkin juga, berawal dari pengalaman yang sama. BNI merilis #AskBNI untuk memudahkan masyarakat Indonesia dan nasabah BNI khususnya untuk memperoleh berbagai informasi.

Percaya gak percaya, travelling itu bikin nagih. Bener kata kakak ipar saya yang pernah merantau ke Negeri Sakura selama satu tahun, “Kalo udah punya paspor, insy pasti ada jalan untuk sering ke luar negri. Karena jalan pembukanya udah di tangan, ya paspor itu”.Β Saat itu, saya gak percaya. Tapi rezeki Allah datang dari mana saja, punya paspor emang bikin kaki gatal, buat diajak jalan-jalan terus.

Ditambah lagi, saat ini jalan-jalan ke luar negri tidak semudah di saat tahun 90-an. Dimana saat informasi menjadi hal yang sangat mahal. Promo travelling hanya tersimpan pada pemilik-pemilik travel saja. Buat saya, travelling menjadi sebuah mimpi besar yang hanya dalam cerita dongeng saja. Sangat mustahil rasanya untuk bisa mengunjungi negara asing.

But, I am lucky now. Tepatnya, semua pecinta travelling, semua sangat beruntung hidup di zaman informasi saat ini. Mau travelling, banyak tersebar info promosinya. Setiap aplikasi bertema travel sangat mudah men-download di handphone masing-masing. Benar, semua informasi ada di tangan kita.

Sebut saja program #AskBNI, hanya dengan melakukan direct message ke twitter @BNI46 kita dapat memperoleh informasi yang kita inginkan. Β  Caranya mudah, hanya dengan mengetik hastag informasi yang kita butuhkan, dalam hitungan 3 detik, informasi langsung terkirim ke message twitter. Misalnya, saya butuh informasi promo travelling, #AskBNI aja, ucap saya dalam hati. Yuk, let’s try πŸ™‚

askbni7

askbni1Β askbni3

Begitu banyak info promo travelling yang saya dapatkan disana. Hmm, jadi saya gak perlu buka banyak-banyak aplikasi travel di new tab seperti yang biasa saya lakukan.Β Untuk promo khusus garuda, juga bisa. Tinggal ketik #Promo #GarudaIndonesia. Kita akan dapat informasi seperti berikut:

askbni11

Dan banyak fitur-fitur lain yang disediakan oleh #AskBNI untuk memudahkan kita dan juga ada yang khusus untuk nasabahnya.

askbnicust

 

askbnicusto

Kamu pengen ngerasain juga cepatnya informasi sampai ke teman-teman? Β Hayoo.. kamu udah follow twitternya @BNI46 belom? Β πŸ™‚

Hmm, Dear Fren, I am Β just curious..
kalo saya direct message ke BNI dengan hastag #JodohKu, Β bakal dijawab apa ya sama BNI? *ehhh πŸ˜€