Seems like everybody’s got a price
I wonder how they sleep at night
When the sale comes first
And the truth comes second
(Price Tag-Jessie)

Meminjam lirik Mba Jessie diatas, bisa diaplikasikan  untuk bijak sebelum memilih dan membeli suatu barang. Kita tak bisa mengutamakan membeli barang dengan hanya mengandalkan harga saja. Ketika harga suatu barang mahal, maka kualitasnya pasti terjamin, itu yang biasa ada di benak saya. Tak selamanya, pendapat diatas itu salah. Terkadang memang begitu. Namun, tak selamanya pengambilan keputusan membeli barang berdasarkan tingkat kamahalan harga itu selamanya benar.

***

Beberapa bulan yang lalu, saya ingin membelikan hadiah mainan ke ponakan saya. Si baby imut ini baru berusia 5 bulan. Lagi seneng-senengnya ngemut benda apapun di sekelilingnya, kemungkinan gigi susunya akan tumbuh.  Kepikiran lah saya untuk beli teether. Sepulang dari kantor, saya mampir di toko mainan. Hmm, karena memang tak punya pengalaman membeli barang buat anak kecil, saya pun kebingungan.  Berbagai jenis, warna dan bentuk dari teether yang terdapat di pasaran. Harganya pun sangat beragam. Dan semuanya tampak menggemaskan untuk dibeli. Niatnya mau buat surprise, jadinya malah nelpon si Kakak. Gagal deh rencananya. Hehe, ya sudahlah.. Setelah berbincang, kakak hanya berpesan satu hal,

“Kalo mau beli mainan, belinya yang ada SNI nya ya Dek”.

Ehhmm, SNI? perlu ya? bukannya SNI itu buat makanan atau minuman aja ya? kan ini buat mainan  anak kecil, itu yang ada di benak saya. Emang perlu ya SNI buat mainan? Berbagai pertanyaan timbul. Hmm, ntar cari-cari infonya lagi deh, sekarang beli dulu ajah, simpul saya. Setelah memilih teether yang ada label SNI-nya saya meninggalkan toko tersebut.

Bijak membeli mainan untuk anak-anak

Bijak membeli mainan untuk anak-anak

Mainan anak-anak dan SNI 

Penasaran itu masih terus berlanjut, sesampainya di rumah sambil menikmati waktu istirahat, saya mencari informasi tentang mainan anak-anak dan hubungannya dengan SNI.

1 Mei 2014, pemerintah telah mewajibkan pemberlakuan SNI pada mainan anak-anak. Hmm, kalo gak mau buat surprise, mungkin saya gak tau hal SNI ini. Setiap ketentuan SNI wajib dipatuhi oleh produsen dan distributor mainan anak-anak.  Mainan harus bebas dari migrasi unsur kimia tertentu, sisi bentuk yang menyangkut keamanan sudut (kelancipan) mainan, sistem kelistrikan terutama yang menggunakan baterai, dan kandungan pewarna zat Azo yang biasanya dipakai pada mainan anak-anak yang berbahan kain, empat poin yang menjadi fokus utama seperti yang di lansir Badan Sertifikasi Nasional.

Oleh karena itu setiap mainan anak-anak akan melewati 3 pengujian, yaitu: uji fisik dan mekanis, uji bakar dan uji kimia. Jika satu mainan lulus ketiga tes tersebut, maka akan beredar di pasaran. Namun jika sebaliknya, maka tidak akan sampai ke tangan konsumen. Untuk mainan anak-anak  import yang sudah sempat beredar namun tidak lolos uji, maka akan ditarik dari pasaran.

Kenapa gak lolos uji? Misalnya saja, jika satu mainan tersebut mengandung salah satu unsur berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium, krom atau kadmium. Zat -zat kimia ini sangat berbahaya. Jika masuk ke dalam tubuh bayi bisa menimbulkan resiko rusaknya otak atau ginjal, kurangnya kecerdasan, kanker hingga kelumpuhan. Aahh, tak satupun orang tua atau keluarga yang mau mengambil resiko tersebut bukan?

Pada saat memilih teether, ada beberapa produk mainan impor yang belum ada label SNI nya.  Coba dibayangkan, kalo misalnya ponakan atau bayi kita sendiri mengisap-isap mainan yang mengandung salah satu zat berbahaya tersebut, atau cat mainannya yang mudah terkelupas. Hmm, tak perlu dibayangkan kalo akibatnya yang menyeramkan itu terjadi. Mata saya makin terbuka lebar membaca setiap informasi yang ada di website. Pelajaran penting nih sebelum jadi orang tua 🙂

Mainan anak dan SNI

Lebih dekat dengan SNI? 

Dimana ada SNI disitu ada kualitas. SNI diperlukan untuk tiga hal penting, yaitu: keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen itu sendiri. Sudah dijelaskan diatas, bahwa mainan anak yang tidak lolos uji karena membahayakan kesehatan dan keselamatan si bayi. Dengan adanya SNI, maka ketiga hal tersebut dapat dicapai.

SNI juga menjadi acuan bagi industri dalam memproduksi produknya dengan tetap memperhatikan hak-hak konsumen. Produk impor yang tidak memenuhi syarat SNI tidak sembarang masuk ke Indonesia.  Pengujian produk-produk yang lolos uji akan dilakukan oleh laboratorium uji yang sudah diunjuk dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi seperti BSN.

Gambar dibawah ini semoga memudahkan. Sebagai orang awam setidaknya kita mengetahui produk-produk ini merupakan barang yang wajib memiliki SNI.

Produk Wajib SNI (1)

Produk Wajib SNI (1)

Produk Wajib SNI (2)

Produk Wajib SNI (2)

108 daftar produk yang sudah mendapat SNI, dapat dilihat lebih lengkap di website DITJENSPK.

Menjadi Konsumen Cerdas 

Konsumen memiliki empat kewajiban, yaitu: mengikuti petunjuk informasi produk, memiliki itikad baik saat bertransaksi, membayar sesuai dengan nilai yang disepakati, dan mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa secara patut. Setelah memnuhi kewajiban sebagai konsumen, untuk menjadi konsumen cerdas setidaknya memenuhi 7 kriteria berikut:

  1. Menegakkan hak dan kewajiban sebagai konsumen
  2. Teliti sebelum membeli
  3. Perhatikan label dan manual garansi berbahasa Indonesia
  4. Pastikan produk bertanda SNI
  5. Perhatikan masa kadaluarsa produk
  6. Membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan
  7. Mengutamakan membeli produk Indonesia
7 ciri konsumen cerdas

7 ciri konsumen cerdas

Mengapa konsumen cerdas Indonesia perlu memahami SNI?

Bagaimana menjadi konsumen cerdas? Salah satunya adalah dengan mengenali produk-produk yang wajib memiliki SNI. Dengan mengenali produk-produk yang wajib SNI, sebagai konsumen bisa menjaga kesehatan, keselamatan, dan keamanan diri sendiri dan keluarga.

Dengan memahami SNI, maka kita dapat:

  1. Menjadi konsumen cerdas yang mampu menjaga kesehatan, keamanan, keselamatan diri dan orang-orang yang dekat dengan kita
  2. Memelihara kesehatan, keamanan, dan keselamatan diri  dan keluarga
  3. Membantu menciptakan daya saing yang sehat antar produsen
  4. Membantu meningkatkan daya saing industri nasionalsebagai jaminan mutu suatu produk
  5. Memperoleh hak diri sebagai konsumen
  6. Menjadi konsumen yang loyal bagi sebuah produsen yang memenuhi kewajiban SNI
  7. Membantu pemerintah dalam gerakan konsumen cerdas
  8. Membantu menciptakan perdagangan yang sehat dalam perdagangan MEA

Yuk, menjadi bijak dalam mengenali produk sebelum membeli, dengan menjadi konsumen cerdas.

maskot koncer

DJPKTN BLOG WRITING COMPETITION 2016

 

 

Referensi:
http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/5276#.VyQk__l97IU
Daftar produk wajib SNI
http://kemenperin.go.id/artikel/10795/SNI-Mainan-Anak-Wajib-Tahun-Ini
http://www.bsn.go.id/uploads/download/SNI_Mainan_Anak_(Pak_Ricard)4.pdf
http://www.bsn.go.id/uploads/download/Permenperind_No.24_2013_pemberlakuan_SNI_mainan_anak_secara_wajib_1.pdf
http://harkonas.id/koncer.php