Menjaga Kesehatan Pencernaan Dengan Memanfaatkan Kebaikan Alam

Saya masih ingat  dulu waktu ibu guru menanyakan pertanyaan yang buat saya agak nyeleneh di awal kelas.

“Hayo jujur, siapa yang belum buang air besar tadi pagi ?”,

kira-kira begitu pertanyaannya yang beliau sampaikan.

Dalam benak saya, iiihh.. pertanyaannya penting banget ya Bu? Sampai2 harus menanyakan hal tersebut sebelum memulai pelajaran. Saya yang dominan imajinasi, seketika merasa sedikit jijik mendengarkan pertanyaan tersebut. Apalagi kalo bukan karena membayangkan proses panggilan alam yang terjadi saat buang air besar. Padahal kalo difikir-fikir,bagian kotornya tak seberapa, mengingat momen  itu sebenernya termasuk salah satu peristiwa penting yang sebaiknya selalu terjadi di setiap pagi sebelum mulai beraktifitas. Iya kan teman-teman?

Melihat banyak temen-temen lain yang juga  tidak melakukan buang hajat, saya pun ikut memberanikan diri untuk tunjuk asbes, eh tunjuk tangan di pagi itu.  Sebenernya malu banget dalam hati. Tapi ya, kan harus jujur.

“Waaah banyak juga ya. Berarti pencernaannya masih belum sehat”, Bu guru memberikan respon.  Setidaknya dalam satu hari, kita melakukan buang air besar sebanyak 1 kali. Coba fikirkan kemana perginya sisa-sisa makanan yang sudah diserap zat gizinya dalam tubuh. Apa kita perlu menyimpan zat- zat sisa tersebut? Kalo zat sisa makanan, ampas atau sampah makanan disimpan dalam tubuh, apakah masih punya manfaat bagi tubuh? Sampah di rumah aja harus kita buang, masa sampah dalam tubuh kita sendiri gak dibuang?

Bu guru kemudian menjelaskannya lebih rinci tentang organ dan sistem pencernaan yang terjadi di dalam tubuh.

Otak saya pun membayangkan makanan yang sudah melewati seluruh sistem pencernaan. Mulai dari dikunyah di dalam mulut, masuk melewati kerongkongan, lambung, usus halus, usus 12 jari, dan menuju  usus besar. Jika tidak melakukan buang air besar setiap harinya, berarti saya sedang menyimpan dan menumpuk sampah dalam tubuh saya sendiri.

Pernah malah saya tidak buang air besar selama kurang dari seminggu. Aduh Mak, jangan ditanya rasanya. Kepala agak pusing. Mood jadi uring-uringan. Perut sudah mulai kelihatan membuncit (efek bawa sampah kemana-mana). Setiap mau makan, perut berasa lebih cepat kenyangnya. Pokoknya hari-hari udah rasa gak jelas. Semua serba salah jadinya.

Saya termasuk orang yang rada anti minum obat kalo belum dalam keadaan sangat terpaksa sekali. Jadi saya coba usahakan dengan makan banyak sayur dan konsumsi buah pepaya. Tapi mungkin karena penanganan yang sudah sedikit terlambat, tak memberikan banyak efek positif bagi tubuh saya. Buang air besarnya masih belum lancar.  

Dengan merasa sangat bersalah pada tubuh sendiri, saya melihat kebelakang, melihat letak kesalahan yang telah saya lakukan sehingga berakibat jadi susah buang air besar.

Pola makan yang buruk dan kurang serat  

Makan pagi no serat. Perut ketemunya kalo gak roti atau biskuit. Makanan yang biasanya tersedia buat jaga-jaga kalo takut kelaperan saat begadang. Selain roti, perut paling akrab ketemu sama goreng-gorengan  ibu yang sudah jadi langganan. Tolong, jangan salahkan tempe gorengnya, tahu goreng, bakwan serta lontongnya yg nikmat ya. Apalagi kalo udah disiram sama sambal tomat ala ibu, yang buat makan pagi semakin bersemangat. Hmm, begitulah pagiku.  Kalo dilihat dari kandungan gizinya, semuanya mengandung karbohidrat dan gula. Gak ada kandungan seratnya.

Apakabar dengan makan siang? Di lingkungan tempat saya mengajar, bisa dibilang warung makannya jarang. Yang jaraknya dekat cuma ada satu. Saya melihatnya kurang higienis, alhasil pelarian makan siang balik lagi ke ketoprak, soto mie. Dan masih, semuanya masih minus dengan kandungan seratnya. Dan tak jauh berbeda dengan kondisi makan malam, semua masih dominan mengandalkan karbohidrat sebagai sumber tenaga saja. Dengan tanpa menghiraukan kebutuhan serat tubuh. 

  • Pedoman Gizi Seimbang menyarankan untuk konsumsi sayuran 3-5 porsi dan konsumsi buah-buahan 2-3 porsi setiap hari. 

Kurang banyak minum air putih

Tubuh, 80 % nya merupakan cairan. Cairan yang ada dalam tubuh harus diisi ulang lewat meminum air putih dengan jumlah yang cukup. Cairan dalam tubuh berkurang melalui penguapan yang keluar bersama keringat,  melalui urin, dan turut membantu proses pembentukan feses/tinja.

Jika tubuh mengalami kekurangan cairan, maka bisa mengakibatkan struktur tinja menjadi lebih keras, maka akan lebih sulit untuk dikeluarkan.

sumber : https://www.h4hinitiative.com/indonesia

Malas berolahraga

Untuk urusan olahraga, saya bisa dikatakan sangat kurang. Saya menghabiskan weekend dengan istirahat, me time nonton drama korea, cuci pakaian dan menyetrika, atau menghabiskan waktu mengikuti acara blogger. Di lain waktu, weekend dimanfaatkan untuk silaturahmi ke kerabat.

Padahal, jika saya sedikit lebih bijak mengatur 2 jam saja di waktu pagi untuk melakukan olahraga, saya sudah bisa membantu tubuh saya untuk lebih sehat.

Menunda buang air besar 

Jika sedang beraktifitas di luar rumah, saya punya kecenderungan untuk tidak buang air kecil atau buang air besar. Menahan atau menunda untuk buang air besar ini punya efek negatif. Struktur tinja jadi lebih keras, sehingga malah berefek jadi makin susah buang air besar.

Namun cerita susah buang air besar berubah setelah saya mencoba kebaikan alami yang dipersembahkan oleh alam.

Saya mencoba konsumsi  Lidah Buaya atas saran dari ibu mertua. Kata ibu mertua, lidah buaya bagus untuk melancarkan buang air besar. “Dicoba dulu aja?!”, saran ibu mertua. Tanpa pikir panjang saya langsung saja mengkonsumsi lidah buaya setelah dipotong kubus. Alhamdulillah memberikan efek baik. Buang air besar saya jadi lancar. PLONG banget rasanya, setelah tumpukan ‘sampah’ dalam tubuh bisa keluar.

Karena merasakan manfaatnya, dan berhubung jumlah tanaman  lidah buaya di rumah ibu mertua tidak banyak. Saya coba mencari apakah ada produk  lidah buaya instan. Kalo ada, saya jadi gak perlu repot-repot untuk potong-potong dulu sebelum bisa dikonsumsi.

Ketemulah saya dengan herbadrink lidah buaya. Selama ini saya kenal herbadrink yang varian Sari Temulawak saja. Eh, ternyata Herbadrink memproduksi lidah buaya instan juga. Ekstrak lidah buayanya jadi bisa langsung seduh secara praktis. Saya juga gak perlu khawatir lagi kehabisan pelepah lidah buaya yang siap dikonsumsi milik ibu mertua.

Lidah buaya memiliki banyak manfaat, antara lain : 

Tak heran, ternyata lidah buaya punya manfaat yang sangat banyak. Hal tersebut dikarenakan, lidah buaya mengandung 75 enis senyawa fitokimia yang sangat baik dalam membantu proses metabolisme tubuh. 

 Pengalaman Mengkonsumsi Herbadrink Lidah Buaya

Saat saya menyeduh herbadrink lidah buaya dalam kondisi hangat, saya sangat suka pada wangi yang meyeruak saat menyeduhnya. Wangi nya segar dan menenangkan. Saat meminumnya, rasanya enak dan menyegarkan. Kalo tubuh saya sudah lebih fit, lain kali saya akan mengkonsumsinya dalam kondisi dingin.

Coba tonton pengalaman saya saat mengkonsumsi herbadrink  lidah buaya 🙂

https://www.youtube.com/watch?v=F2C5i9JR4Do

Setelah mengkonsumsi herbadrink lidah buaya ini, manfaat yang saya rasakan adalah:

  1. Badan terasa lebih bersemangat
  2. Konsentrasi lebih baik
  3. Penyakit masuk angin juga turut sembuh (kebetulan saya memang sedang kurang fit). Akan lebih ‘nendang’ kalo saya minum herbadrink sari jahe
  4. Pencahar alami tanpa sakit melilit, karena lidah buaya ini membantu meningkatkan kadar air dalam usus.

Kandungan ekstrak lidah buaya sebesar 4,6 gram yang setara dengan 10,4 gram daun lidah buaya pada herbadrink lidah buaya sudah memberikan efek positif untuk menyembuhkan konstipasi saya. Konsumsi herbadrink lidah buaya selama 2 hari berturut-turut menyembuhkan sembelit yang saya alami.

  1. Pilihan minuman yang baik untuk sehari-hari

Saya dan suami punya kebiasaan minum selain air putih. Tak heran banyak jenis minuman praktis yang tersedia di rumah. Minum air putih saya bisa dibilang kurang. Karena sering menyeduh minuman praktis lainnya. Manfaatnya adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki mood saat bekerja, apalagi saya yang suka ngetik di depan laptop. Seringnya minuman yang punya rasa. Sangat berbeda dibanding air putih yang rasanya tawar. Minuman herbadrink lidah buaya ini menjadi pilihan sehat dan praktis  untuk saya dan suami.

Kini, setelah kenal herbadrink lidah buaya, gak ada khawatir lagi saat susah buang air besar.

Terimakasih Herbadrink Lidah Buaya

Kelebihan Herbadrink Lidah Buaya 

  1. Diproduksi tanpa pengawet
  2. Menggunakan pemanis buatan tanpa kalori (sukralosa)
Sukralosa ya, bukan sukrosa. Sukralosa  tidak akan berpengaruh pada kenaikan berat badan. Sukralosa telah disetujui penggunaannya oleh BPOM. Penggunaan sukralosa ini sangat baik bagi temean-teman yang sedang  diet rendah kalori.
  1. Aman dikonsumsi setiap hari karena tergolong dalam kategori jamu
  2. Diproduksi dengan teknologi tinggi (tinggal seduh, bersih, dan tanpa ampas)
  3. Kualitas ekstrak lidah buaya yang terjaga

Tips tambahan  untuk mencegah susah buang air besar

  1. Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan melunakkan tekstur tinja
  2. Perbanyak konsumsi serat
  3. Ketika buang air besar di toilet duduk, letakkan kaki di atas bangku rendah supaya posisi lutut lebih tinggi pinggang. Posisi ini membuat kotoran lebih mudah keluar
  4. Lakukan olahraga
  5. Usahakan untuk rutin buang air besar di waktu yang sama
  6. Jangan menunda untuk buang air besar

Tunggu sharing saya dengan herbadrink sari temulawak ya manteman 🙂 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competitition Herbadrink Natural #KembaliAlami


Leave a Reply to https://etyabdoel.com Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *